Minggu, 20 September 2026
10:02 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Modernisme buddhis

Gerakan baru yang melakukan penafsiran ulang ajaran Buddhis

Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Modernisme buddhis (juga disebut Buddhisme modern,[1] Buddhisme modernis,[2] Neo-Buddhisme,[3] dan Buddhisme Protestan[4]) adalah gerakan baru yang berdasarkan pada penafsiran ulang era modern dari Buddhisme.[5][6][7][8] David McMahan menyatakan bahwa modernisme dalam Buddhisme mirip dengan gerakan-gerakan yang ditemukan dalam agama lainnya. Sumber pengaruhnya beragam, yaitu keterlibatan komunitas dan guru buddhis dengan budaya dan metodologi baru seperti "monoteisme Barat; rasionalisme dan naturalisme ilmiah; dan ekspresivisme Romantis". Pengaruh monoteisme adalah internalisasi dewa-dewi buddhis agar dapat diterima dalam masyarakat Barat modern,[9] sementara naturalisme ilmiah dan romantisme telah memengaruhi penekanan pada kehidupan saat ini, pertahanan empiris, penalaran, manfaat psikologis, dan manfaat kesehatan.[10]

Gerakan Neo-Buddhisme berbeda dalam ajaran dan praktiknya dari aliran-aliran Theravada, Mahayana, dan Vajrayana yang historis dan umum. Sebagai hasil kerja sama antara orientalis Barat dan penganut Asia yang berpikiran reformis, modernisme buddhis telah menjadi perumusan ulang konsep-konsep buddhis yang telah mengurangi penekanan pada doktrin, kosmologi, ritual, monastisisme, hierarki monastik (biksu-biksuni), dan pemujaan ikon buddhis tradisional.[11] Istilah ini mulai populer selama studi agama-agama Asia pada era kolonial dan pasca-kolonial, dan ditemukan dalam sumber-sumber seperti artikel Louis de La Vallée-Poussin tahun 1910.[12]

Contoh gerakan dan tradisi modernisme buddhis meliputi Buddhisme Humanistik; Buddhisme Sekuler; Buddhisme Terjun Aktif; Navayana; organisasi awam baru yang diprakarsai Jepang dari aliran Buddhisme Nichiren, seperti Soka Gakkai, Liga Pemuda untuk Revitalisasi Buddhisme Girō Seno'o; gerakan Dobokai dan turunannya, seperti Buddhisme Esa, Sanbo Kyodan, dan aktivitas misionaris guru Zen di Amerika Serikat; Tradisi Kadampa Baru dan aktivitas misionaris guru Buddhisme Tibet di Barat (memimpin gerakan buddhis yang berkembang pesat di Prancis); Gerakan Vipassana; Triratna Buddhist Community; Dharma Drum Mountain; Fo Guang Shan; Buddhisme Won; Great Western Vehicle; Tzu Chi; dan Juniper Foundation.

Referensi

  1. Lopez (2002), p. 10
  2. Prebish/Baumann, 2002
  3. H. L. Seneviratne (1999). The Work of Kings. University of Chicago Press. hlm. 25–27. ISBN 978-0-226-74866-5.
  4. McMahan, David L. (30 Maret 2015). "Buddhist Modernism". Oxford Bibliographies (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-10-13.
  5. David L. McMahan (2008). The Making of Buddhist Modernism. Oxford University Press. hlm. 5–7, 32–33, 43–52. ISBN 978-0-19-988478-0.
  6. Christopher W. Gowans (2014). Buddhist Moral Philosophy: An Introduction. Routledge. hlm. 18–23, 91–94. ISBN 978-1-317-65935-8.
  7. Stephen R. Prothero (1996). The White Buddhist: the Asian odyssey of Henry Steel Olcott. Indiana University Press. hlm. 128. ISBN 9780253330147., Quote: "In addition to a restatement of the Four Noble Truths and the Five Precepts for lay Buddhists, the fourteen propositions included: an affirmation of religious tolerance and of the evolution of the universe, a rejection of supernaturalism, heaven or hell, and superstition, and an emphasis on education and the use of reason."
  8. Donald S. Lopez (2012). The Scientific Buddha: His Short and Happy Life. Yale University Press. hlm. 39–43, 57–60, 74–76, 122–124. ISBN 978-0-300-15913-4.
  9. McMahan 2008, hlm. 54.
  10. McMahan 2008, hlm. 63-68, 85-99, 114–116, 177, 250-251.
  11. McMahan, David L. (2010), Buddhist Modernism, Oxford University Press, doi:10.1093/obo/9780195393521-0041
  12. de la Vallee Poussin, Louis (1910). "VI. Buddhist Notes: Vedanta and Buddhism". Journal of the Royal Asiatic Society of Great Britain & Ireland. 42 (1). Cambridge University Press: 129–140. doi:10.1017/s0035869x00081697., Quote: "A historical study of Neo-Buddhism would be very interesting, as an episode of the intellectual conquest of the East by the West and vice versa."

Daftar pustaka

Bacaan tambahan

40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan