Minggu, 25 Oktober 2026
20:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Buddhisme humanistik

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Humanisme
120px-Vitruvianischer_Mann.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Portal filsafat
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Buddhisme "Humanistik" (alam manusia) (Hanzi:人間佛教; Pinyin:rénjiān fójiào) adalah sebuah filsafat modern yang dipraktikkan oleh gerakan keagamaan baru yang berasal dari Buddhisme Tiongkok. Buddhisme humanistik menekankan pada pengintegrasian praktik-praktik Buddhis ke dalam kehidupan sehari-hari, dan mengalihkan fokus ritual dari orang mati ke yang hidup.

Penamaan

Taixu, seorang modernis Buddhis, aktivis, dan pemikir yang menganjurkan reformasi dan pembaruan Buddhisme Tiongkok, menggunakan istilah "Buddhisme untuk Kehidupan Manusia" (Hanzi:人生佛教; Pinyin:rénshēng fójiào). Dua aksara pertama, "manusia" dan "kehidupan", menunjukkan kritiknya terhadap beberapa aspek dari Buddhisme akhir Dinasti Qing dan awal Republik Tiongkok yang ingin dia perbaiki, yakni, penekanan pada roh dan hantu ("manusia"), dan upacara dan ritual pemakaman ("kehidupan"). Murid-muridnya meneruskan penekanan ini.[1]

Taixu juga menggunakan istilah "Buddhisme untuk Dunia Manusia", atau populer disebut "Buddhisme Humanistik" (Hanzi:人間佛教; Pinyin:rénjiān fójiào). Tampak bahwa pada awalnya kedua istilah ini biasanya saling dapat dipertukarkan. Salah satu murid Taixu, Yin Shun, menggunakan istilah "Buddhisme Humanistik" untuk menunjukkan sebuah kritik terhadap "pendewaan" agama Buddha, yang merupakan ciri umum lainnya dari sebagian besar Buddhisme Tiongkok, dalam artikel dan buku-bukunya. Adalah Yin Shun, dan murid-murid Taixu lainnya, yang membawa kedua istilah ini ke Taiwan setelah kekalahan Nasionalis pada masa perang saudara melawan Partai Komunis Tiongkok. Adalah di Taiwan istilah "Buddhisme Humanistik" menjadi istilah yang paling umum digunakan, terutama di antara para pemimpin agama yang awalnya berasal dari Tiongkok.[1]

Buddhisme dan gerakan keagamaan baru di Taiwan

Artikel utama: Buddhisme di Taiwan

Yin Shun adalah tokoh kunci dalam eksposisi doktrinal agama Buddha, dan dengan demikian Buddhisme Humanistik, di Taiwan. Namun, dia tidak terlalu aktif di bidang sosial atau politik kehidupan. Ini dilakukan oleh generasi yang lebih muda: Hsing Yun, Sheng-yen, Wei Chueh, dan Cheng Yen. Keempat tokoh ini, yang secara kolektif dikenal sebagai "Empat Raja Surgawi Buddhisme Taiwan", memimpin "Empat Gunung Besar", atau biara-biara, dari agama Buddha Taiwan dan gerakan keagamaan baru Buddhis: Fo Guang Shan, Fa Gu Shan, Chung Tai Shan, dan Tzu Chi.[1]

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 3 Bingenheimer, Marcus (2007). "Some Remarks on the Usage of Renjian Fojiao 人間佛教 and the Contribution of Venerable Yinshun to Chinese Buddhist Modernism". Dalam Hsu, Mutsu; Chen, Jinhua; Meeks, Lori (ed.). Development and Practice of Humanitarian Buddhism: Interdisciplinary Perspectives (PDF). Hua-lien (Taiwan): Tzuchi University Press. hlm. 141–161. ISBN 978-986-7625-08-3.

Bacaan lebih lanjut

40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan