Senin, 21 September 2026
06:13 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Posthumanisme

Posthumanisme atau pascahumanisme (berarti "setelah humanisme" atau "melampaui humanisme") adalah istilah yang memiliki setidaknya tujuh definisi berbeda menurut filsuf Francesca Ferrando:[1]

  1. Antihumanisme: setiap teori yang kritis terhadap humanisme tradisional dan ide-ide tradisional tentang kemanusiaan dan kondisi manusia.[2]
  2. Poshumanisme budaya: cabang teori budaya yang kritis terhadap asumsi dasar humanisme dan warisannya[3] yang mengkaji dan mempertanyakan gagasan historis tentang "manusia" dan "sifat manusia", sering kali menantang gagasan khas tentang subjektivitas dan perwujudan manusia[4] dan berusaha untuk bergerak melampaui konsep kuno "sifat manusia" untuk mengembangkan konsep yang terus-menerus beradaptasi dengan pengetahuan teknosains kontemporer.[5]
  3. Poshumanisme filosofis: pandangan filosofis[6] yang mengacu pada posthumanisme budaya, pandangan filsafat ini meneliti implikasi etis saat memperluas lingkaran perhatian moral dan memperluas subjektivitas di luar spesies manusia.[4][7]
  4. Kondisi poshuman: dekonstruksi kondisi manusia oleh para ahli teori kritis.[8]
  5. Transhumanisme poshuman: ideologi dan gerakan transhuman yang berusaha untuk mengembangkan dan menyediakan teknologi yang menghilangkan penuaan, memungkinkan keabadian dan sangat meningkatkan kapasitas intelektual, fisik, dan psikologis manusia, untuk mencapai "masa depan pascamanusia".[9]
  6. Pengambilalihan AI: Sebuah versi pandangan transhumanisme di mana manusia pada akhirnya tidak akan bisa ditingkatkan, melainkan akhirnya digantikan oleh kecerdasan buatan. Beberapa filsuf, termasuk Nick Land, mempopulerkan pandangan bahwa manusia harus merangkul dan menerima kematian mereka pada akhirnya.[10] Hal ini terkait dengan pandangan "kosmisme", yang mendukung pembangunan kecerdasan buatan yang kuat bahkan jika itu dapat mengakibatkan akhir bagi umat manusia, mereka berpandangan bahwa "akan menjadi tragedi kosmik jika umat manusia membekukan evolusi pada tingkat manusia yang lemah".[11][12][13]
  7. Kepunahan Manusia Sukarela, dengan visinya terhadap "masa depan pascamanusia", dalam hal ini adalah masa depan tanpa eksistensi manusia.[14]

Referensi

  1. Ferrando, Francesca (2013). "Posthumanism, Transhumanism, Antihumanism, Metahumanism, and New Materialisms: Differences and Relations" (PDF). Existenz. ISSN 1932-1066. Diakses tanggal 2014-03-14.
  2. J. Childers/G. Hentzi eds., The Columbia Dictionary of Modern Literary and Cultural Criticism (1995) p. 140-1
  3. Esposito, Roberto (2011). "Politics and human nature". Angelaki. 16 (3): 77–84. doi:10.1080/0969725X.2011.621222.
  4. 1 2 Miah, A. (2008) A Critical History of Posthumanism. In Gordijn, B. & Chadwick R. (2008) Medical Enhancement and Posthumanity. Springer, pp.71-94.
  5. Badmington, Neil (2000). Posthumanism (Readers in Cultural Criticism). Palgrave Macmillan. ISBN 978-0-333-76538-8.
  6. Ferrando, Francesca (2019-06-27). Philosophical Posthumanism. Bloomsbury Reference Online. ISBN 9781350059498. Diakses tanggal 18 Desember 2019.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Morton, Timothy, 1968. Being ecological. Cambridge, Massachusetts. ISBN 978-0-262-03804-1. OCLC 1004183444.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  8. Hayles, N. Katherine (1999). How We Became Posthuman: Virtual Bodies in Cybernetics, Literature, and Informatics. University Of Chicago Press. ISBN 978-0-226-32146-2.
  9. Bostrom, Nick (2005). "A history of transhumanist thought" (PDF). Diakses tanggal 2006-02-21.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Oliver Krüger: Virtual Immortality. God, Evolution, and the Singularity in Post- and Transhumanism., Bielefeld: transcript 2021
  10. "The Darkness Before the Right". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-17. Diakses tanggal 2015-11-28.
  11. Hugo de Garis (2002). "First shot in Artilect war fired". Diarsipkan dari asli tanggal 17 Oktober 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. "Machines Like Us interviews: Hugo de Garis". 3 September 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Oktober 2007. gigadeath – the characteristic number of people that would be killed in any major late 21st century war, if one extrapolates up the graph of the number of people killed in major wars over the past 2 centuries{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. Garis, Hugo de. "The Artilect War - Cosmists vs. Terrans" (PDF). agi-conf.org. Diakses tanggal 14 Juni 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. Torres, Phil (12 September 2017). Morality, foresight, and human flourishing : an introduction to existential risks. Durham, North Carolina. ISBN 978-1-63431-143-4. OCLC 1002065011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Symber


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan