Minggu, 20 September 2026
09:55 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Transhumanisme

Transhumanisme

ideologi yang menganjurkan transformasi kondisi manusia dengan mengembangkan dan menyediakan teknologi secara luas untuk meningkatkan kecerdasan dan fisiologi manusia

250px-Transhumanism_h%2B_2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Simbol yang sering digunakan untuk menggambarkan transhumanisme
Bagian dari seri tentang
Utopia
250px-2010_Utopien_arche04.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mitos dan Religius
Fiksi utopis
Teoretis
Gagasan
Realitas yang berhubungan dengan utopia
Artikel ini bukan mengenai transgender.

Transhumanisme adalah gerakan filosofis dan intelektual yang mendukung peningkatan kondisi manusia dengan mengembangkan dan membuat teknologi canggih yang tersedia secara luas untuk dapat memperpanjang umur, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan kemampuan fisik atau kognitif. Transhumanisme juga memprediksi munculnya teknologi tersebut di masa depan.[1][2]

Pemikir transhumanis mempelajari potensi manfaat dan bahaya dari teknologi baru yang dapat mengatasi keterbatasan mendasar manusia serta etika penggunaan teknologi tersebut.[3] Beberapa transhumanis percaya bahwa manusia pada akhirnya mungkin dapat mengubah diri mereka menjadi makhluk dengan kemampuan yang jauh berkembang dari kondisi saat ini, sehingga pantas diberi label makhluk poshuman.[3]

Topik lain dari penelitian transhumanis adalah bagaimana melindungi umat manusia dari risiko eksistensial, seperti perang nuklir atau tumbukan asteroid.[4]

Pengertian modern dari istilah "transhumanisme" dicetuskan oleh salah satu profesor futurologi pertama, Fereidoun M. Esfandiary, yang lebih dikenal dengan nama samaran FM-2030. Pada 1960-an, ia memberi kuliah tentang "konsep baru manusia" saat itu ia menyebut orang-orang yang mengadopsi teknologi, gaya hidup, dan pandangan dunia "transisi" ke arah poshumanitas sebagai seorang "transhuman".[5] Pernyataan tersebut kemudian meletakkan dasar intelektual bagi filsuf Inggris Max More untuk mulai mengartikulasikan prinsip-prinsip transhumanisme sebagai filosofi futuris pada tahun 1990, dan mengorganisasi sebuah mazhab pemikiran di California yang telah berkembang menjadi gerakan transhumanis di seluruh dunia.[5][6][7]

Dipengaruhi oleh karya fiksi ilmiah, visi transhumanis tentang masa depan umat manusia yang berubah telah menarik banyak pendukung dan pengkritik dari berbagai perspektif, baik dari kalangan filsuf maupun agamawan.[5]

Pada tahun 2017, Penn State University Press, bekerja sama dengan filsuf Stefan Lorenz Sorgner dan sosiolog James Hughes, mendirikan Journal of Posthuman Studies[8] sebagai jurnal akademik pertama yang secara eksplisit didedikasikan untuk poshuman, dengan tujuan memperjelas pengertian poshumanisme dan transhumanisme, serta mengkaji perbandingan di antara keduanya.

Sejarah

Awal mula

Menurut Nick Bostrom, dorongan transendentalis manusia telah diungkapkan setidaknya tercatat mulai dari pencarian keabadian dalam Wiracarita Gilgamesh, serta dalam pencarian sejarah untuk Air Mancur Awet Muda, ramuan panjang umur, dan upaya lain untuk mencegah penuaan dan kematian.[2]

Dalam Divine Comedy-nya, Dante menciptakan kata trasumanar yang berarti "melampaui sifat manusia, melampaui kodrat manusia" dalam syair pertama Paradiso.[9][10][11][12]

Salah satu pelopor awal gagasan transhumanis adalah Discourse on the Method (1637) oleh René Descartes. Dalam diskursusnya, Descartes membayangkan jenis obat baru yang dapat memberikan keabadian fisik dan pikiran yang lebih kuat.

Referensi

  1. Mercer, Calvin. Religion and Transhumanism: The Unknown Future of Human Enhancement. Praeger.
  2. 1 2 Bostrom, Nick (2005). "A history of transhumanist thought" (PDF). Journal of Evolution and Technology. Diakses tanggal Februari 21, 2006.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 "We May Look Crazy to Them, But They Look Like Zombies to Us: Transhumanism as a Political Challenge". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-06. Diakses tanggal 2021-12-15.
  4. Kirsch, Adam (Juni 20, 2020). "Looking Forward to the End of Humanity". Wall Street Journal.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 Hughes, James (2004). Citizen Cyborg: Why Democratic Societies Must Respond to the Redesigned Human of the Future. Westview Press. ISBN 978-0-8133-4198-9. OCLC 56632213.
  6. Gelles, David (2009). "Immortality 2.0: a silicon valley insider looks at California's Transhumanist movement". Diarsipkan dari asli tanggal Mei 12, 2012. Diakses tanggal April 14, 2012.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Google Ngram Viewer. Diakses tanggal April 25, 2013.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. "Journal of Posthuman Studies: Philosophy, Technology, Media".
  9. Harrison, Peter; Wolyniak, Joseph (2015). "The History of 'Transhumanism'". Notes and Queries. 62 (3): 465–467. doi:10.1093/notesj/gjv080. ISSN 0029-3970.
  10. "Trasumanar (neologism)". danteworlds.laits.utexas.edu. Diakses tanggal 2021-08-24.
  11. "Paradiso 1 – Digital Dante". digitaldante.columbia.edu. Diakses tanggal 2021-08-24.
  12. "BioEdge: Was Dante a transhumanist?". BioEdge. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-08-24. Diakses tanggal 2021-08-24.

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Transhumanism.


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan