Sabtu, 03 Oktober 2026
14:29 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Eskapisme

Eskapisme

Menghindar dari kenyataan

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Utopia
250px-2010_Utopien_arche04.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mitos dan Religius
Fiksi utopis
Teoretis
Gagasan
Realitas yang berhubungan dengan utopia

Eskapisme adalah sikap hidup yang bertujuan untuk menghindar dari kenyataan dan menghindarkan diri dari segala kesulitan, terutama dalam menghadapi masalah yang bisa diselesaikan secara wajar.[1] Banyak gejala gangguan jiwa yang dapat ditafsirkan sebagai usaha yang bersifat eskapisme.[1] Eskapisme juga berarti cara memusatkan perhatian pada hal-hal menyenangkan yang bertentangan dengan realitas keras dari kehidupan sehari-hari.[2] Hal tersebut dapat menjadi sarana agar tidak tertekan dengan kenyataan di kehidupan sehari-hari atau dalam bentuk yang ekstrem dapat mengakibatkan perilaku obsesif (terobsesi / sulit menghentikan) yang membuat orang benar-benar mengabaikan realitas.[2]

Persepsi

Eskapisme modern dalam arti yang sehat dapat berupa membaca buku favorit, menonton program olahraga, atau sekadar bermain.[2] Akan tetapi, sangat sedikit orang yang melarikan diri dari kenyataan dalam bentuk seperti ini.[2] Kegiatan normal, seperti makan, tidur atau aktivitas seksual juga dapat dianggap sebagai eskapisme ketika mereka melakukannya secara berlebihan.[2] Misalnya, tidur lebih dari setengah hari karena seseorang tidak bisa menjalankan kehidupan normalnya.[2] Tidur tersebut dapat disebabkan karena kelelahan atau gejala dari depresi.[2]

Bagaimanapun, banyak yang menentang gagasan bahwa eskapisme selalu bersifat negatif.[3][4] J.R.R. Tolkien pernah berpendapat bahwa eskapisme dalam sastra fantasi adalah ekspresi kreatif dari realitas dalam dunia imajinatif (tetapi ia juga menekankan bahwa eskapisme membutuhkan unsur horor di dalamnya, jika mereka tidak ingin menjadi 'pelarian belaka').[5][6] Terry Pratchett menganggap bahwa pada abad kedua puluh sastra eskapisme memiliki sudut pandang yang lebih positif dari waktu ke waktu. Selain sastra, musik dan video game juga dilihat dan dinilai sebagai media eskapisme artistik.[7]

Referensi

  1. 1 2 Ichtiar Baru Van Hoeve; Hasan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 7 "What is Escapism?". Diakses tanggal 31 Mei 2014.
  3. ↑ G. Kainer, Grace and the Great Controversy (2010) p. 34
  4. ↑ C.E, D, C.G., Shaffer, Bluoin, Pettigrew (1985). "Assessment of prison escape risk". Journal of Police and Criminal Psychology. 1: 42–48. doi:10.1007/BF02809199. S2CID 144994751.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  5. ↑ Konzack, Lars. 2018. Escapism. In: Wolf (ed.) The Routledge Companion to Imaginary Worlds. Routledge. pp. 246-55.
  6. ↑ T. F. Nicolay, Tolkien and the Modernists (2014) p. 79 and p. 66
  7. ↑ Andreas Dorschel, Der Welt abhanden kommen. Über musikalischen Eskapismus. In: Merkur 66 (2012), no. 2, pp. 135–142
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan