Filsafat buddhis mengacu kepada pandangan atau penerapan ajaran buddhis terhadap nilai-nilai kehidupan, eksistensi, pengetahuan, akal budi, materi, serta moralitas manusia. Semasa hidup-Nya, Buddha Gotama secara personal tidak pernah mendokumentasikan apa yang ia ajarkan dalam bentuk tulisan, sehingga filsafat buddhis dibangun berdasarkan rekonstruksi yang dilakukan terhadap ajaran-ajaran Buddha yang berkembang dalam aliran-aliran Buddha pasca kemangkatan Beliau. Pokok kajian filsafat buddhis pada awalnya ditekankan pada penderitaan (dukkha) yang menjadi awal masalah dan eksistensi kehidupan di dunia ini. Pokok kajian tersebut dirangkum dalam empat kebenaran mulia, termasuk di dalamnya jalan pembebasan dari dukkha tersebut untuk mencapai Nibbāna. Seiring berjalannya waktu, kajian filsafat buddhis kemudian mencakup kajian filsafat pada umumnya seperti etika, epistemologi, fenomenologi, logika, ontologi, serta logika; termasuk nantinya isu-isu kontemporer seperti etika lingkungan, biomedis, perang dan perdamaian, hak asasi manusia hingga kajian gender.
Filsafat buddhis
mengacu kepada pandangan atau penerapan ajaran Buddha terhadap nilai-nilai kehidupan, eksistensi, pengetahuan, akal budi, materi, serta moralitas manusia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA)
Baca Selengkapnya di Wikipedia