Senin, 21 September 2026
11:19 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Intensi

"Niat" beralih ke halaman ini, yang bukan mengenai Niat (Islam).

Intensi atau niat adalah keadaan mental ketika seseorang berkomitmen untuk melakukan suatu tindakan tertentu.[1] Misalnya, memiliki rencana untuk pergi ke kebun binatang besok merupakan bentuk intensi karena melibatkan isi berupa rencana tindakan dan sikap komitmen untuk melaksanakannya. Tidak semua keadaan mental yang memiliki rencana disebut intensi, sebab hanya intensi yang melibatkan niat praktis untuk mewujudkannya.[2][3]

Berbagai teori berusaha menjelaskan hakikat intensi. Teori kepercayaan-keinginan menyatakan bahwa intensi adalah gabungan antara keinginan dan keyakinan untuk bertindak, tetapi dikritik karena tidak menjelaskan unsur komitmen. Teori evaluasi menilai intensi sebagai penilaian bahwa suatu tindakan baik secara keseluruhan, sedangkan teori keinginan dominan menganggap intensi muncul dari keinginan terkuat; keduanya dinilai belum sepenuhnya akurat. Pandangan Elizabeth Anscombe menolak pemisahan antara intensi dan tindakan, dengan anggapan bahwa berniat sudah merupakan bentuk tindakan, sedangkan teori referensial diri memandang intensi sebagai representasi tindakan sekaligus penyebabnya sendiri.[4]

Intensi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu intensi prospektif atau niat untuk masa depan, intensi segera yang muncul saat tindakan sedang dilakukan, dan intensi tidak langsung yang berkaitan dengan efek samping dari suatu tindakan. Intensi dapat bersifat sadar maupun tidak sadar, rasional maupun irasional. Pembentukan intensi biasanya diawali proses pertimbangan dan pengambilan keputusan, kemudian berperan dalam memulai, mempertahankan, dan mengakhiri suatu tindakan. Pemahaman terhadap intensi penting dalam menjelaskan perilaku manusia, bahkan sejak masa kanak-kanak manusia sudah dapat memahami niat orang lain melalui gestur dan perhatian. Dalam filsafat tindakan, masih diperdebatkan apakah semua tindakan yang disengaja selalu disertai intensi, sedangkan dalam etika, intensi dianggap penting karena moralitas suatu tindakan sering bergantung pada niat pelakunya.[5]

Lihat juga

Rujukan

  1. Mele, Alfred R. (2009). "Intention and Intentional Action". Dalam Beckermann, Ansgar; McLaughlin, Brian P.; Walter, Sven (ed.). The Oxford Handbook of Philosophy of Mind. hlm. 691–710. doi:10.1093/oxfordhb/9780199262618.003.0041. ISBN 978-0-19-926261-8.
  2. Pacherie, Elisabeth; Haggard; Patrick (2011). "What are intentions?". Dalam Sinnott-Armstrong, Walter; Nadel, Lynn (ed.). Conscious Will and Responsibility: A Tribute to Benjamin Libet. Oxford University Press. hlm. 70–84. ISBN 978-0-19-538164-1.
  3. Searle, J.R. (1983). Intentionality: An essay in the philosophy of mind. Cambridge, England: Cambridge University Press.
  4. Astington, J.W. (1993). The child's discovery of the mind. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press.
  5. Malle, Bertram F.; Knobe, Joshua (Maret 1997). "The Folk Concept of Intentionality". Journal of Experimental Social Psychology. 33 (2): 101–121. doi:10.1006/jesp.1996.1314. S2CID 14173135.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Lihat entri intention di kamus bebas Wikikamus.
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Intensi.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan