Kamis, 29 Oktober 2026
02:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Subjek (filsafat)

sesuatu yang memiliki kesadaran dan pengalaman unik

Bagikan:
Bagian dari rangkaian mengenai
Filsafat
120px-Greek_uc_phi_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Subjek adalah sesuatu yang memiliki kesadaran subjektif atau memiliki pengalaman personal, atau entitas yang memiliki hubungan dengan entitas lainnya yang berada di luar dirinya (atau objek). "Subjek" adalah seorang pengamat dan "Objek" adalah sesuatu yang diamati. Konsep ini penting khususnya dalam filsafat kontinental; di mana 'Subjek' adalah terma sentral yang diperdebatkan dalam otonomi manusia dalam sifat alamiah diri.[1] Perbedaan antara subjek dan objek dipengaruhi filsafat René Descartes, melalui pembedaan antara aktivitas mental dengan realitas badaniah.[1] Descartes mencetuskan tentang otoritas Subjek sebagai pusat dari ide, gagasan, dan pengetahuan dengan penyataannya yang terkenal cogito ergo sum—saya berpikir karenanya saya ada.[2]

Subjektivitas dalam filsafat kontinental

Pemikiran Marx dan Freud memberikan sebuah titik tolak dalam mempertanyakan gagasan "subjek otonom" dan "kesatuan". Pemikiran ini dilihat sebagai dasar teori liberal atas kontrak sosial pada tradisi filsafat kontinental. Para pemikir ini membuka jalan bagi proses dekonstruksi "Subjek" sebagai konsep inti metafisika. Eksplorasi Freud tentang wilayah tidak-sadar menambahkan sebuah dakwaan tentang gagasan subjektivitas pada Masa Pencerahan. Selain itu, Heidegger menawarkan konsep Dasein dalam menggantikan konsep tradisional tentang subjek pribadi. Konsep fenomenologi Heidegger mencoba melampaui dualitas klasik antara subjek dan objek, karena keduanya dihubungkan dengan hubungan yang tak terpisahkan; di mana tidak ada dunia tanpa subjek, atau subjek tanpa dunia.[3]

Penemuan Subjek akan bahasa menghasilkan berbagai konsekuensi, yaitu konsekuensi masuknya bahasa ke dalam Subjek. Lacan menghubungkan teori bahasanya dengan subjektivitas. Lacan yakin bahwa Subjek manusia tidak mungkin ada tanpa bahasa, tetapi Subjek tidak dapat direduksi menjadi bahasa.[4] Lacan menyatakan bahwa kemampuan berbicaralah yang membedakan Subjek. Aspek inilah yang memisahkan dunia sosial dari dunia alamiah. Tidak ada Subjek yang bebas dari bahasa. Keterhubungan antara Subjek dengan bahasa berarti bahwa Subjek diwakili oleh bahasa, oleh objek-objek khusus yang disebut 'kata-kata' atau penanda-penanda. Bagi Lacan, Subjek menggunakan penanda-penanda dalam berbicara, menulis, bahkan ketika bermimpi. Ketika subjek berbicara, menulis, atau bermimpi, ia mewujudkan diri dengan bahasa.[4]

Catatan

Catatan kaki

  1. 1 2 Descartes, René. "LIII". The Principles of Philosophy. Diakses tanggal 21 Oktober 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Yasraf Amir, Piliang. (2012). Semiotika dan Hipersemiotika : Kode, Gaya & Matinya Makna (Edisi Edisi 4). Bandung: Pustaka Matahari. ISBN 9786029876215. OCLC 843123925.
  3. ↑ Farina, Gabriella. (2014). "Some reflections on the phenomenological method" (PDF). Dialogues in Philosophy, Mental and Neuro Sciences. 7 (2): 50–62.
  4. 1 2 Kurniasih (2006), "Lacan dan Cermin Hasrat Cala Ibi", dalam Adlin, Alfathri (ed.), Menggeledah Hasrat : Sebuah Pendekatan Multi Perspektif, Yogyakarta: Jalasutra, ISBN 979368450X

Pranala luar

Sumber pustaka mengenai
Subjek (filsafat)
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Subjek (filsafat).
Metafisikawan
Teori-teori
Konsep-konsep
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan