Minggu, 20 September 2026
16:22 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
John Duns Scotus

John Duns Scotus

John Duns Scotus
250px-Scoto_%28Duns_Scoto%29_-_Studiolo_di_Federico_da_Montefeltro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
John Duns Scotus
Filsafat
EraFilsafat Abad Pertengahan
WilayahFilsuf Barat
Skolastisisme, pendiri Scotisme
Minat utama
Metafisika, Teologi, Logika, Epistemologi, Etika
Gagasan terkenal
Univositas keberadaan, Haecceitas sebagai prinsip individuasi, Imakulata Bunda Maria

Beato John Duns Scotus (sekitar 12668 November 1308) adalah seorang teolog, filsuf, dan logikawan. Sebagian orang berpendapat bahwa pada masa jabatannya sebagai profesor di Oxford, pengujian sistematis atas apa yang membedakan teologi dari filsafat dan sains mulai dikembangkan dengan sungguh-sungguh. Ia adalah salah satu teolog dan filsuf yang paling berpengaruh dari Abad Pertengahan Tinggi, dan dijuluki "Doctor Subtilis" karena cara berpikirnya yang tajam. Pemikirannya yang paling terkenal adalah tentang "Ada itu Univok" (The Univocity of Being).

Kehidupan

Tempat kelahirannya tidak diketahui pasti. Sebagian pakar mengklaim bahwa ia dilahirkan di Duns, Borders, Skotlandia, sementara yang lainnya mengatakan Irlandia. Ia ditahbiskan sebagai imam pada 1291, di Northampton, Inggris. Ia belajar dan mengajar di Paris (1293-1297) dan Oxford, dan barangkali juga di Cambridge. Namun ia dipecat dari Universitas Paris karena berpihak pada Paus Bonifatius VIII dalam melawan Philippe IV dari Prancis. Akhirnya, ia pergi ke Köln, Jerman, pada 1307.

Duns Scotus dianggap sebagai salah satu teolog Fransiskan terpenting. Ia juga adalah pendiri Scotisme, sebuah bentuk khusus Skolastisisme. Ia berasal dari Aliran Fransiskan Lama, yang di dalamnya juga tergabung Haymo dari Faversham (meninggal 1244), Alexander dari Hales (meninggal 1245), John dari Rupella (meninggal 1245), William dari Melitona (meninggal 1260), St. Bonaventura (meninggal 1274), Kardinal Matthew dar Aquasparta (meninggal 1289), John Peckham, Uskup Agung Canterbury (meninggal 1292), Richard dari Middletown (meninggal sekitar 1300), dll. Duns Scotus dikenal sebagai "Doctor Subtilis" karena caranya yang tajam dalam menggabungkan pandangan-pandangan yang berbeda. Para filsuf di kemudian hari tidak begitu menghargai karyanya, seperti yang misanyalnya diperlihatkan oleh kata modern "dunce" (=orang bodoh), yang berkembang dari nama "Dunse" yang diberikan kepada para pengikutnya pada 1500-an.

Ia meninggal di Koln dan dimakamkan di Gereja Minorites di kota itu. Di makamnya terdapat tulisan berbahasa Latin: Scotia me genuit. Anglia me suscepit. Gallia me docuit. Colonia me tenet. (terj. "Skotlandia yang melahirkanku. Inggris yang memeliharaku. Prancis yang mengajarku. Koln yang memilikiku.") Ia dibeatifikasikan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 20 Maret 1993. Menurut sebuah tradisi lama, Duns Scotus dimakamkan hidup-hidup setelah mengalami koma, karena orang menyangka ia telah meninggal dunia.


Lihat pula

Bibliografi

  • Lectura (Kuliah-kuliah Awal di Oxford )
  • Opus Pariense atau Reportata parisiensia (Kuliah-kuliah Paris)
  • Opus Oxiense (Kuliah-kuliah Oxford)
  • Tractatus de Primo Principio (Traktat tentang Prinsip Pertama) Versi Latin Diarsipkan 2008-05-11 di Wayback Machine. terj. Inggris
  • Questions on the Metaphysics of Aristotle

Teks Latin

  • Quaestiones Quodlibetales
  • De Rerum Principio (Of the Beginning of Things) Karya yang tidak otentik yang pernah dianggap karya Duns Scotus.

Edisi primer Latin:

  • Cuestiones Cuodlibetales. Dalam Obras del Doctor Sutil, Juan Duns Escoto. Ed. Felix Alluntis. Madrid: Biblioteca de Autores Cristianos, 1963.
  • Opera Omnia. ("The Wadding edition") Lyon, 1639; cetak ulang Hildesheim: Georg Olms Verlagsbuchhandlung, 1968.
  • Opera Omnia. ("The Vatican edition") Civitas Vaticana: Typis Polyglottis Vaticanis, 1950-.
  • Opera Philosophica. St. Bonaventure, NY: The Franciscan Institute, 1997-.
  • Mary Beth Ingham & Mechthild Dreyer, The Philosophical Vision of John Duns Scotus: An Introduction. Washington DC: Catholic University of America Press 2004
  • Thomas Williams (ed.), The Cambridge Companion to Duns Scotus. Cambridge 2003
  • John Duns Scotus, Contingency and Freedom. Lectura I 39, terj., tafsir dan pengantar oleh A. Vos Jaczn, H. Veldhuis, A.H. Looman-Graaskamp, E. Dekker dan N.W. den Bok. The New Synthese Historical Library 4. Dordrecht/Boston/London: Kluwer, 1994.
  • A. Vos, H. Veldhuis, E. Dekker, N.W. den Bok dan A.J. Beck (ed.). Duns Scotus on Divine Love: Texts and Commentary on Goodness and Freedom, God and Humans, Aldershot: Ashgate, 2003.
  • A. Vos. The Philosophy of John Duns Scotus. Edinburgh: Edinburgh University Press, 2006.
  • E.P. Bos, (ed.). John Duns Scotus (1265-1308) Renewal of Philosophy. Akta Simposium Ketiga yang diorganisir oleh Dutch Society for Medieval Philosophy Medium Aevum. Elementa, 72. Amsterdam: Rodopi, 1998.
  • N. Kretzmann, A. Kenny, & J. Pinborg, Cambridge History of Later Medieval Philosophy Cambridge: 1982.

(1) - "The Death of Blessed Scotus", menurut Kanon Joseph Bonello dan Eman Bonnici, keduanya dari Cospicua, pengarang artikel-artikel sejarah.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan