Kamis, 08 Oktober 2026
10:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Cogito, ergo sum

Cogito, ergo sum

ungkapan oleh René Descartes

Bagikan:
Bagian dari sebuah seri mengenai
René Descartes
250px-Portrait_of_Ren%C3%A9_Descartes%2C_bust%2C_three-quarter_facing_left_in_an_oval_border%2C_%28white_background_removed%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Frans_Hals_-_Portret_van_Ren%C3%A9_Descartes.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
René Descartes, yang memublikasikan ungkapan ini dalam Discourse on the Method pada tahun 1637

Ungkapan Latin cogito, ergo sum, yang lazim diterjemahkan "Aku berpikir, maka aku ada",[a] merupakan "prinsip pertama" dalam filsafat René Descartes. Ia mula-mula menerbitkannya dalam bahasa Prancis dengan kalimat je pense, donc je suis dalam karyanya tahun 1637, Discourse on the Method, agar dapat menjangkau khalayak yang lebih luas daripada bila ia menuliskannya dalam bahasa Latin.[1] Ungkapan ini kemudian muncul dalam bahasa Latin dalam karyanya Principles of Philosophy, dan sebuah ungkapan serupa (Ego sum, ego existo, 'Aku ada, aku eksis') tampil menonjol dalam Meditations on First Philosophy. Diktum ini kerap pula disebut sebagai sang cogito.[2]

Sebagaimana dijelaskan Descartes dalam sebuah catatan pinggir, "kita tidak dapat meragukan eksistensi kita selagi kita masih meragukan." Dalam karya yang terbit secara anumerta, The Search for Truth by Natural Light, ia menyatakan wawasan ini dengan ungkapan dubito, ergo sum, vel, quod idem est, cogito, ergo sum ("Aku meragukan, maka aku ada—atau dengan kata lain—Aku berpikir, maka aku ada.").[3][4] Antoine Léonard Thomas, dalam sebuah esai tahun 1765 untuk menghormati Descartes, menampilkan variasi kalimat tersebut: dubito, ergo cogito, ergo sum ("Aku meragukan, maka aku berpikir, maka aku ada.").[b]

Pernyataan Descartes ini menjadi salah satu fondasi pokok dalam filsafat Barat, karena dimaksudkan untuk memberikan kepastian landasan bagi pengetahuan di tengah keraguan radikal. Jika pengetahuan lain mungkin hanyalah bayangan imajinasi, tipuan, atau kesalahan, maka Descartes menegaskan bahwa tindakan meragukan eksistensi diri sendiri, setidaknya, membuktikan kenyataan pikiran itu sendiri; harus ada suatu kesadaran—yakni diri—agar dapat terjadi sebuah pikiran.

Salah satu kritik terhadap diktum ini, pertama kali dikemukakan oleh Pierre Gassendi, adalah bahwa ia telah berasumsi adanya suatu "aku" yang pasti melakukan kegiatan berpikir. Menurut alur kritik ini, yang paling berhak dikatakan Descartes hanyalah "terdapat kegiatan berpikir", bukan "aku sedang berpikir".[5]

Catatan

  1. ↑ Beberapa sumber menganggap terjemahan yang lebih tepat ialah "Aku sedang berpikir, maka aku ada". (Lihat § Terjemahan.)
  2. ↑ Ungkapan ini kerap secara keliru dinisbatkan kepada Descartes. (Lihat Bentuk lain.)

Referensi

  1. ↑ Burns, William E. (2001). The Scientific Revolution: An Encyclopedia. Santa Barbara, California: ABC-CLIO. hlm. 84. ISBN 978-0-87436-875-8.
  2. ↑ "COGITO | Meaning & Definition for UK English | Lexico.com". Lexico Dictionaries | English (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal Maret 8, 2021. Diakses tanggal 2022-07-11.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Adam, Charles; Tannery, Paul, ed. (1901), "La Recherche de la Vérité par La Lumiere Naturale", Oeuvres de Descartes, vol. X, hlm. 535.
  4. ↑ Hintikka, Jaakko (1962). "Cogito, Ergo Sum: Inference or Performance?". The Philosophical Review. 71 (1): 3–32. doi:10.2307/2183678. ISSN 0031-8108. JSTOR 2183678.
  5. ↑ Fisher, Saul (2005). "Pierre Gassendi". Diakses tanggal 1 Desember 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) dari Stanford Encyclopedia of Philosophy

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan