Sabtu, 07 November 2026
03:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Naturalisme (seni rupa)

Naturalisme (seni rupa)

Bagikan:
250px-Albert_Robida%2C_Triomphe_du_naturalisme.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Triomphe du naturalisme" ("Kemenangan Naturalisme"), karikatur karya Albert Robida yang diterbitkan dalam majalah La Caricature pada 7 Februari 1880, menggambarkan tanggapan satiris terhadap berkembangnya aliran naturalisme dalam seni dan sastra pada akhir abad ke-19.

Naturalisme di dalam seni rupa maupun sastra adalah usaha menampilkan objek realistis dengan penekanan seting alam. Hal ini merupakan pendalaman lebih lanjut dari gerakan realisme pada abad ke-19 sebagai reaksi atas kemapanan romantisisme.[1][2] Naturalisme merupakan aliran seni yang mengutamakan keakuratan serta kemiripan objek yang dilukis agar tampak lebih natural dan realistis seperti referensi yang ada di alam.[3]

Naturalisme melukiskan segala sesuatu sesuai dengan nature atau alam nyata, artinya disesuaikan dengan tangkapan mata kita. Basuki Abdullah melukis seorang perawan desa dengan pakaian lusuh justru tampak seperti bidadari. Tokoh Naturalisme di Indonesia selain Basuki Abdullah adalah Raden Saleh. Saat ini semisal Choirun Sholeh.[4]

Sejarah

Di dalam seni rupa adalah usaha menampilkan objek realistis dengan penekanan seting alam. Hal ini merupakan pendalaman lebih lanjut dari gerakan realisme pada abad 19 sebagai reaksi atas kemapanan romantisme. Aliran romantisisme melukiskan keyakinan kuat pada indera dan emosi serta mengabdikan pengambaran subjek bergaya dan ideal sedangkan realisme dan naturalisme hadir untuk kaum intelektual yang dibuat untuk mencoba menggambarkan sesuatu seperti adanya.[5] Istilah aliran naturalisme mulai berkembang pada awal abad ke-19, sebagaimana dijelaskan dalam buku Pengetahuan Dasar Seni Rupa, dan dipengaruhi oleh pemikiran Emile Zola. Ia merupakan seorang penulis asal Prancis yang pertama kali memperkenalkan istilah naturalisme. Dalam seni rupa, konsep naturalisme digunakan oleh para pelukis lanskap dan potret di Eropa pada abad ke-19. Mereka tidak melukis di dalam studio, melainkan langsung mengamati objek di lapangan sebagai sumber inspirasi.[5]

Ciri-ciri

Adapun ciri-ciri naturalisme adalah sebagai berikut,[3]

  1. Pengambaran akurat dari subjek lukisan
  2. Tidak dibuat-buat atau natural
  3. Sederhana
  4. Tidak bercampur aduk dengan politik

Ciri utama lukisan naturalisme dari kelompok ini adalah penggambaran objek yang sesuai dengan kondisi nyata hasil pengamatan langsung. Beberapa pelukis terkenal yang menganut aliran ini antara lain Jules Bastien-Lepage, Jean-Francois Raffaelli, dan John Constable.[5]

Salah satu perupa naturalisme di Amerika adalah William Bliss Baker, yang lukisan pemandangannya dianggap lukisan realis terbaik dari gerakan ini. Salah satu bagian penting dari gerakan naturalis adalah pandangan Darwinisme mengenai hidup dan kerusakan yang telah ditimbulkan manusia terhadap alam.[6]

Sastra Naturalisme

Berbeda dengan penggunaan istilah naturalisme dalam seni rupa, dalam dunia sastra naturalisme merujuk pada prosa fiksi yang lebih ekstrem dibandingkan realisme. Artinya, karya sastra beraliran naturalisme menggambarkan realitas kehidupan sehari-hari secara terbuka dan apa adanya, tanpa menyensor adegan atau dialog yang dianggap kontroversial, selama hal tersebut masih sesuai dengan tujuan cerita.

Sementara itu, dalam seni rupa, naturalisme sering digunakan untuk menunjukkan “kemiripan dengan alam.” Karya yang sangat menyerupai objek aslinya dapat disebut natural, meskipun tidak selalu berkaitan dengan aliran Naturalisme secara khusus. Di sisi lain, dalam sastra, istilah Naturalisme biasanya ditulis dengan huruf kapital “N” untuk menandakan bahwa itu adalah nama aliran tertentu, bukan sekadar istilah umum.[7]

Contoh

Salah satu contoh lukisan realisme yang terkenal adalah The Anatomy Lesson of Dr. Nicolaes Tulp (1632) karya Rembrandt van Rijn (1606–1669).[8]

Dalam karya tersebut, Rembrandt menampilkan sosok Dr. Nicolaes Tulp, seorang dokter ternama dari Belanda, yang sedang memberikan penjelasan mengenai anatomi lengan kepada sejumlah dokter lainnya.[8]

Lukisan ini menggambarkan peristiwa nyata yang terjadi pada 31 Januari 1632, ketika perkumpulan ahli bedah di Amsterdam mengadakan diseksi atau pembedahan mayat yang dapat disaksikan oleh masyarakat umum dan rutin diselenggarakan setiap tahun.[8]

Kejadian tersebut kemudian diinterpretasikan oleh Rembrandt menjadi sebuah karya seni rupa beraliran realisme yang sangat terkenal.[8]

Referensi

  1. ↑ Hijriyanthi, Widdy. "Makalah Seni Rup- Aliran-Aliran Dalam Seni Lukis" (dalam bahasa Inggris).{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. ↑ Hartaku, Hizkia E. "Macam-Macam bentuk Aliran seni lukis" (dalam bahasa Inggris).{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  3. 1 2 Liputan6.com (2023-04-14). "Naturalisme adalah Aliran dalam Seni, Ini Ciri-Ciri dan Sejarah Kemunculannya". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-03-29.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  4. ↑ Net, Tcomp. "ALIRAN SENI RUPA NATURALISME ALIRAN SENI RUPA REALISME" (dalam bahasa Inggris).{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  5. 1 2 3 Mardiastuti, Aditya. "Aliran Naturalisme Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contoh". detikjabar. Diakses tanggal 2026-03-29.
  6. ↑ Afifah, Farhani. "Macam Aliran Seni Lukis" (dalam bahasa Inggris).{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  7. ↑ Thabroni, Gamal (2018-09-28). "Naturalisme – Pengertian, Ciri, Tokoh, Contoh Karya & Analisis". serupa.id. Diakses tanggal 2026-03-29.
  8. 1 2 3 4 Hadi, Abdul. "Pengertian Naturalisme dan Realisme dalam Seni Rupa serta Contohnya". tirto.id. Diakses tanggal 2026-03-29.

Pranala luar

Periodisasi
Gerakan pra abad ke-20
Gerakan abad ke-20
Negara
Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan