Minggu, 08 November 2026
22:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Surealisme

Surealisme

gerakan budaya internasional yang dimulai pada awal 1920-an

Bagikan:
250px-Close-the-Light-Daria-Shcherba.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daria Shcherba, Close the Light, We’re eating Pasta, 2019
250px-The_real_me_by_Achraf_Baznani.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Achraf Baznani

Surealisme ialah gerakan budaya yang bermula pada pertengahan tahun 1920-an. Menurut buku "First Manifesto of Surrealism" yang diterbitkan pada tahun 1942 oleh Andre Breton, surealisme berarti usaha untuk mengungkapkan ide psikis/perasaan yang murni, baik secara verbal maupun tertulis, atau dengan cara lain, ke dalam bentuk karya.[1] Surealisme juga dapat dipahami sebagai aliran atau cabang seni lukis yang menggambarkan objek sungguhan dalam kondisi yang mustahil terjadi di dunia nyata.[2]

Sejarah

Surealisme merupakan seni dan penulisan yang paling banyak dikenal. Karya ini memiliki unsur kejutan, barang tak terduga yang ditempatkan berdekatan satu sama lain tanpa alasan yang jelas. Banyak seniman dan penulis surealis yang memandang karya mereka sebagai ungkapan gerakan filosofis yang pertama dan paling maju. Karya tersebut merupakan artefak, dan André Breton mengatakan bahwa surealisme berada di atas segala gerakan revolusi. Dari aktivitas Dadaisme, surealisme dibentuk dengan pusat gerakan terpentingnya di Paris. Dari tahun 1920-an aliran ini menyebar ke seluruh dunia. Surealisme memengaruhi film seperti Angel's Egg dan El Topo.

Kata surealisme diciptakan tahun 1917 oleh Guillaume Apollinaire dalam catatan program yang menjelaskan balet Parade, yang merupakan karya kolaboratif oleh Jean Cocteau, Erik Satie, Pablo Picasso dan Léonide Massine: "Dari persekutuan baru ini, hingga sekarang, perlengkapan dan kostum panggung di satu sisi dan koreografi di sisi lain hanya ada persekutuan pura-pura di antara mereka, terjadi sejenis super-realisme ('sur-réalisme') di Parade, di mana saya melihat titik mula serangkaian manifestasi semangat baru ini."[butuh rujukan]

Surealisme ada hubungannya dengan seni Fantasi. Hanya seni fantasi baru diakui tahun 2005, ketika Penerbit Taschen yang dikenal akan buku-buku seninya, menerbitkan: Schurian, Prof. Dr. Walter (2005). Fantastic Art. Taschen. ISBN 978-3-8228-2954-7 (English edition). Dalam buku ini Schurian mengakui betapa sulitnya dunia seni rupa menerima tema-tema Fantastik, yang bernuansa fantasi, ini menjadi suatu mashab seni.

Handrio yang bekerja di ISI Yogyakarta merupakan salah satu pelukis Indonesia pertama yang menggunakan gaya realisme dan surealisme.[3]

Lihat juga

Pranala Referensi

  1. ↑ Klingsohr-Leroy, Cathrin (2004). surrealism. Taschen. hlm. 6. ISBN 9783822822159.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Andrew, A. "Aliran Surealisme: Pengertian, Contoh Karya Surealisme". Diakses tanggal 2026-03-29.
  3. ↑ Biografi Handrio. National Galeri Indonesia
Periodisasi
Gerakan pra abad ke-20
Gerakan abad ke-20
Negara


Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan