Senin, 21 September 2026
03:30 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Surealisme

Surealisme

gerakan budaya internasional yang dimulai pada awal 1920-an

250px-Close-the-Light-Daria-Shcherba.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daria Shcherba, Close the Light, We’re eating Pasta, 2019
250px-The_real_me_by_Achraf_Baznani.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Achraf Baznani

Surealisme ialah gerakan budaya yang bermula pada pertengahan tahun 1920-an. Menurut buku "First Manifesto of Surrealism" yang diterbitkan pada tahun 1942 oleh Andre Breton, surealisme berarti usaha untuk mengungkapkan ide psikis/perasaan yang murni, baik secara verbal maupun tertulis, atau dengan cara lain, ke dalam bentuk karya.[1] Surealisme juga dapat dipahami sebagai aliran atau cabang seni lukis yang menggambarkan objek sungguhan dalam kondisi yang mustahil terjadi di dunia nyata.[2]

Sejarah

Surealisme merupakan seni dan penulisan yang paling banyak dikenal. Karya ini memiliki unsur kejutan, barang tak terduga yang ditempatkan berdekatan satu sama lain tanpa alasan yang jelas. Banyak seniman dan penulis surealis yang memandang karya mereka sebagai ungkapan gerakan filosofis yang pertama dan paling maju. Karya tersebut merupakan artefak, dan André Breton mengatakan bahwa surealisme berada di atas segala gerakan revolusi. Dari aktivitas Dadaisme, surealisme dibentuk dengan pusat gerakan terpentingnya di Paris. Dari tahun 1920-an aliran ini menyebar ke seluruh dunia. Surealisme memengaruhi film seperti Angel's Egg dan El Topo.

Kata surealisme diciptakan tahun 1917 oleh Guillaume Apollinaire dalam catatan program yang menjelaskan balet Parade, yang merupakan karya kolaboratif oleh Jean Cocteau, Erik Satie, Pablo Picasso dan Léonide Massine: "Dari persekutuan baru ini, hingga sekarang, perlengkapan dan kostum panggung di satu sisi dan koreografi di sisi lain hanya ada persekutuan pura-pura di antara mereka, terjadi sejenis super-realisme ('sur-réalisme') di Parade, di mana saya melihat titik mula serangkaian manifestasi semangat baru ini."[butuh rujukan]

Surealisme ada hubungannya dengan seni Fantasi. Hanya seni fantasi baru diakui tahun 2005, ketika Penerbit Taschen yang dikenal akan buku-buku seninya, menerbitkan: Schurian, Prof. Dr. Walter (2005). Fantastic Art. Taschen. ISBN 978-3-8228-2954-7 (English edition). Dalam buku ini Schurian mengakui betapa sulitnya dunia seni rupa menerima tema-tema Fantastik, yang bernuansa fantasi, ini menjadi suatu mashab seni.

Handrio yang bekerja di ISI Yogyakarta merupakan salah satu pelukis Indonesia pertama yang menggunakan gaya realisme dan surealisme.[3]

Lihat juga

Pranala Referensi

  1. Klingsohr-Leroy, Cathrin (2004). surrealism. Taschen. hlm. 6. ISBN 9783822822159.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Andrew, A. "Aliran Surealisme: Pengertian, Contoh Karya Surealisme". Diakses tanggal 2026-03-29.
  3. Biografi Handrio. National Galeri Indonesia
Periodisasi
Gerakan pra abad ke-20
Gerakan abad ke-20
Negara


Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan