Minggu, 27 September 2026
23:59 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Kubisme

Kubisme

aliran seni rupa

250px-Braque.woman.400pix.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Georges Braque, Woman with a Guitar, 1913. Musée National d'Art Moderne, Centre Georges Pompidou, Paris, Prancis. Contoh awal Kubisme Sintetis.

Kubisme adalah sebuah gerakan seni avant-garde abad ke-20 yang dirintis oleh Pablo Picasso dan Georges Braque. Gerakan seni ini membuat revolusi dalam lukisan dan pahatan Eropa, dan menginspirasi gerakan sejenis dalam musik dan sastra. Cabang pertama kubisme, yaitu Kubisme Analitis, adalah gerakan seni radikal dan berpengaruh yang muncul antara 1907 dan 1911 di Prancis. Pada fase kedua, Kubisme Sintetis, gerakan ini menyebar dan masih ada sampai sekitar tahun 1919, ketika gerakan Surealisme mulai dikenal masyarakat. Kubisme telah dianggap sebagai gerakan seni paling berpengaruh di abad ke-20.[1][2]

Sejarawan seni Inggris, Douglas Cooper menjelaskaan tiga fase Kubisme dalam bukunya, The Cubist Epoch. Menurut Cooper ada yang namanya "Kubisme Awal" (1906-1908) ketika gerakan ini mulai dikembangkan di studio Picasso dan Braque; fase kedua disebut "Kubisme Tinggi" (1909-1914) ketika Juan Gris muncul sebagai seniman berpengaruh; dan akhirnya "Kubisme Akhir" (1914-1921) sebagai fase terakhir Kubisme sebagai gerakan avant-garde radikal.[3]

Dalam karya seni kubisme, benda dipecahkan, dianalisis, dan diatur kembali dalam bentuk abstrak—daripada menampilkan objek dari satu sudut pandang, seniman menampilkan subjek dari berbagai sudut pandang untuk menjelaskan subjek dalam konteks yang lebih besar. Kadang permukaan bersilangan dalam sudut acak, sehingga menghapus kedalaman lukisan yang jelas. Latar dan objek menembus satu sama lain untuk membentuk ruang ambigu dangkal yang menjadi salah satu karakteristik khusus dari kubisme.[4]

Seniman Kubisme Indonesia

Seniman Indonesia yang paling menonjol yang bekerja dalam gaya kubisme adalah arsitek, pelukis dan pematung yang berasal dari Sekolah Seni Bandung dan Yogyakarta.[5] Berikut daftar dengan karya teladan gaya kubisme mereka dari koleksi terkenal atau rumah lelang.

Gerakan terkait, gaya, tren dan sekolah

Catatan kaki

  1. ↑ Pengertian Kubisme, Ciri, dan Contoh Gambarnya. Meilani Teniwut, 31 Okt 2022, Humaniora
  2. ↑ "Christopher Green , koleksi MoMA, Cubism, Introduction, dari Grove Art Online, Oxford University Press, 2009". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-08-13. Diakses tanggal 2021-11-24.
  3. ↑ Douglas Cooper, "The Cubist Epoch", pp. 11–221, Phaidon Press Limited 1970 in association with the Los Angeles County Museum of Art and the Metropolitan Museum of Art ISBN 0 87587041 4
  4. ↑ "room/exhibitions/2014/cubism-the-leonard-lauder-collection Cubism: The Leonard A. Lauder Collection, The Metropolitan Museum of Art, New York, 2014". Diarsipkan dari versi asli pada 2022-01-25. Diakses tanggal 2021-11-24.
  5. ↑ Didier Hamel: Cubism Exhibition. Duta Fine Arts Foundation Jakarta, Catalogue, 16 hlm, 1995
  6. ↑ Garuda by Abas Alibasyah, 1969, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta
  7. ↑ Skyline of New York by Ahmad Sadali, 1957, National Gallery of Singapore
  8. ↑ Dinamika Keruangan by Fadjar Sidik, 1969, Galeria Nasional Indonesia, Jakarta
  9. ↑ Tamansari II by Gregorius Sidharta, 1975, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta
  10. ↑ Abstrak Geometrik by Handrio, Galeri Nasional Indonesia
  11. ↑ Mochtar Apin: Woman (1963) Indonesian Visual Art Archive
  12. ↑ Odalan di Bali by But Muchtar, 1959, Bentara Budaya Collection, Jakarta
  13. ↑ Komposisi by Oesman Effendi, 1975, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta
  14. ↑ Venezia by Salim, 1972, Bentara Budaya Collection, Jakarta

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cubism.
Wiktionary logo
Lihat entri cubism di kamus bebas Wikikamus.
Periodisasi
Gerakan pra abad ke-20
Gerakan abad ke-20
Negara
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan