Minggu, 20 September 2026
15:07 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Pop art

Pop art

250px-GILL%2C_James%2C_519_Pink_Marilyn_%282008%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pop art: GILL, James (katalog no. 519): Marilyn Monroe, Pink Marilyn (2008)

Pop art yang berasal dari kata popular art adalah aliran seni yang memanfaatkan simbol-simbol dan gaya visual yang berasal dari media massa yang populer seperti surat kabar, televisi, iklan, media sosial, dan lain-lain. Pop Art merupakan sebuah gerakan seni yang muncul di Inggris pada tahun 1950-an di awal-awal zaman post modern art, zaman di mana semua orang mulai bosan dengan gaya modern. Pop Art merupakan seni yang mendobrak batas-batas artian seni yang agung.

Pada waktu itu, seni hanyalah sesuatu yang hanya dapat dinikmati oleh kalangan kelas atas, sehingga dengan adanya gerakan pop art, seni dapat dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari golongan bawah hingga golongan atas. Seniman Pop Art yang paling terkenal adalah Andy Warhol, dengan karyanya yang menggambarkan wajah Marylin Monroe yang disajikan dengan warna-warna komplemen yang tegas. Andy Warhol adalah seniman Amerika Serikat. Dialah yang mulai memopulerkan pop art di Amerika dan seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia, gerakan ini dipelopori oleh Wedha Abdul Rasyid yang berhasil menciptakan teknik baru yang diakui dunia, yakni Wedha's Pop Art Potrait (WPAP).[1][2]

Sejarah

Pop dikenal dikenalkan oleh Lawrence Alloway dari inggris yang merupakan seorang kurator sekaligus kritikus. Pop Art merupakan perlawanan dari seni-seni yang sudah mapan dan ada sebelumnya, yang ketika itu pusatnya ada di Inggris dan Amerika Serikat pada 1950. Pop Art berhasil tenar karena Andi Warhol yang mengangkat konsep pop art menggunakan benda yang sehari-hari bisa ditemui. Sehingga pop art mudah dilakukan oleh siapa pun karena menggunakan objek yang populer yang mudah ditemui sehari-hari. Seni pop mewakili untuk kembali ke bentuk seni yang lebih objektif.

Seni pop menjadi acara budaya karena cerminan nya yang erat dari situasi sosial tertentu dan karena gambar nya yang mudah dipahami segera dieksploitasi oleh media massa. Pop art ditampilkan menjadi lebih mudah dinikmati oleh siapa pun karena penggunaannya menggunakan media seperti pada spanduk, poster dan bentuk media komersial lainnya. Maka, banyak karya pop art memiliki warna-warna yang cerah dan mencolok. Baik dalam komik, illustrasi, kartun, dan lukisan lainnya.[3]

Karakteristik

Populer

penggunaan media-media yang mudah ditemui, pop menjadi suatu bentuk karya yang pada akhirnya mencakup khalayak yang luas. Banyak karya pop art akhirnya memiliki peminat yang cukup banyak.

Solusi Jangka Pendek

Pop art menjadi salah satu media untuk menyelesaikan masalah yang ada. Namun, karya pop art tidak bisa bertahan lama seperti karya seni klasik lainnya. Pop art berubah menjadi dan berkembang mengikuti keadaan yang sedang terjadi.

Dapat dihabiskan

Sifatnya yang tidak bertahan lama membuat pop art mudah untuk dilupakan. Tak banyak karya pop art yang akhirnya dikenang.

Berbiaya Murah

Menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar membuat pop art memiliki angka produksi yang cukup murah.

Diprosuksi Secara Massal

Banyak karya pop art yang diproduksi secara massal yang justru menjadi komoditas penjualan.

Muda

Perkembangan yang cukup pesat dulu, membuat karya seni pop art memiliki pasang surut karena sesuai dengan keadaan di Amerika. Pop Art juga sebagai sumber pemikat dan ditunggangi kepentingan "Industri Massa" yang menargetkan anak muda sebagai calon konsumennya.

Jenaka

Selera humor atau jenaka adalah bagian penting dalam sebuah karya seni agar audiens bisa terlibat rasa.

Memiliki Maksud

Sama seperti karya seni yang lain, pop art juga harus memiliki maksud dalam pembuatannya. Hal ini agar penonton tahu pesan yang akan disampaikan.

Memiliki Daya Tarik

Pop art memiliki corak yang membuat orang tertarik, entah itu karena warnanya yang mencolok atau bisa juga karena gambarnya yang unik.

Bisnis Yang Besar

Karya pop art biasanya ditampilkan pada media iklan sebuah brand. Andy Warhol, menjadi terkena karena menggunakan konsep pop art dengan media cetak sablon untuk brand produk kaleng sup Campbell[4]

Lihat pula

Referensi

  1. "Pengertian Pop Art". Sigondang Pos. Diakses tanggal 22 Maret 2019.
  2. "Apa itu Pop Art ?". Kelas Desain. Diakses tanggal 22 Maret 2019.
  3. "Apa Itu Pop Art? Pengertian, K". Kompas.com.
  4. "Karakteristik Pop Art".
Lihat entri pop art di kamus bebas Wikikamus.


Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan