Marilyn Monroe | |
|---|---|
Monroe pada tahun 1953 | |
| Lahir | Norma Jeane Mortenson (1926-06-01)1 Juni 1926 Los Angeles, California, A.S. |
| Meninggal | 4 Agustus 1962(1962-08-04) (umur 36) Los Angeles, California, A.S. |
Penyebab kematian | Overdosis Barbiturat |
Tempat pemakaman | Westwood Village Memorial Park Cemetery, Los Angeles, California, A.S. |
| Nama lain | Norma Jeane Baker |
| Pekerjaan |
|
| Masa aktif | 1945–1962 |
| Karya | Daftar peran dan penghargaan |
| Pasangan menikah | James Dougherty
(m. 1942;c. 1946) |
| Ibu | Gladys Pearl Baker |
| Kerabat | Berniece Baker Miracle (saudara tiri) |
| Situs web | marilynmonroe.com |
| Tanda tangan | |
Marilyn Monroe (/ˈmærəlɪnmənˈroʊ/ MAIR-ə-lin mən-ROH; lahir Norma Jeane Mortenson;[1] 1 Juni 1926 –4 Agustus 1962) adalah seorang aktris dan model Amerika Serikat. Dikenal karena memerankan karakter komedi "bom seks pirang", ia menjadi salah satu simbol seks paling populer pada tahun 1950-an dan awal 1960-an, serta lambang revolusi seksual pada era tersebut. Ia merupakan aktris dengan bayaran tertinggi selama satu dekade dan film-filmnya meraup keuntungan sebesar $200 juta (setara dengan $17 miliar pada tahun 2024) pada saat kematiannya pada tahun 1962.[2]
Lahir di Los Angeles, Monroe menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di rumah asuh dan panti asuhan sebelum menikah dengan James Dougherty pada usia enam belas tahun. Ia sedang bekerja di sebuah pabrik selama Perang Dunia II ketika ia bertemu dengan seorang fotografer dari First Motion Picture Unit dan memulai karier pemodelan pin-up yang sukses, yang membawanya pada kontrak film berdurasi singkat dengan 20th Century Fox dan Columbia Pictures. Setelah beberapa peran sebagai pekerja lepas, ia memulai kontrak yang lebih panjang dengan Fox pada tahun 1951, menjadi aktris populer melalui peran dalam beberapa film komedi, termasuk As Young as You Feel dan Monkey Business, serta dalam film drama Clash by Night dan Don't Bother to Knock. Monroe menghadapi skandal ketika terungkap bahwa ia pernah berpose untuk foto-foto tanpa busana sebelum terkenal, tetapi kabar tersebut justru meningkatkan minat publik terhadap film-filmnya.
Monroe menjadi salah satu bintang Hollywood paling komersial pada tahun 1953. Ia mendapatkan peran utama dalam film noir Niagara, yang secara terang-terangan mengandalkan daya tarik seksnya, serta film komedi Gentlemen Prefer Blondes dan How to Marry a Millionaire, yang memantapkan citra bintangnya sebagai "si pirang bodoh". Pada tahun yang sama, foto-foto tanpa busananya digunakan sebagai sisipan tengah dan sampul edisi pertama majalah Playboy. Monroe memainkan peran penting dalam pembentukan dan pengelolaan citra publiknya, tetapi ia merasa kecewa ketika diberi peran yang stereotipikal dan dibayar rendah oleh pihak studio. Ia sempat diskors pada awal tahun 1954 karena menolak suatu proyek film, tetapi kembali membintangi The Seven Year Itch (1955), salah satu kesuksesan terlaris terbesar dalam karier perannya.
Ketika studio masih enggan mengubah kontrak Monroe, ia mendirikan perusahaan produksi filmnya sendiri pada tahun 1954 bersama temannya Milton Greene. Ia mendedikasikan tahun 1955 untuk membangun perusahaan tersebut dan mulai mempelajari akting metode di bawah bimbingan Lee Strasberg di Actors Studio. Di akhir tahun itu, Fox memberinya kontrak baru yang memberinya kendali lebih besar dan gaji yang lebih tinggi. Peran-peran selanjutnya meliputi penampilan yang dipuji kritikus dalam Bus Stop (1956) dan produksi independen pertamanya dalam The Prince and the Showgirl (1957), yang membawanya meraih nominasi BAFTA serta memenangkan Penghargaan David di Donatello untuk Aktris Terbaik. Ia memenangkan Golden Globe atas perannya dalam Some Like It Hot (1959), sebuah kesuksesan kritis dan komersial. Film terakhir yang diselesaikannya adalah film drama The Misfits (1961).
Kehidupan pribadi Monroe yang penuh masalah mendapat banyak perhatian. Pernikahannya dengan pensiunan bintang bisbol Joe DiMaggio dan penulis drama Arthur Miller dipublikasikan secara luas; keduanya berakhir dengan perceraian. Pada 4 Agustus 1962, Monroe meninggal pada usia 36 tahun akibat overdosis barbiturat di rumah miliknya di Los Angeles. Kematiannya dinyatakan kemungkinan besar sebagai bunuh diri. Monroe tetap menjadi ikon budaya populer,[3] dengan Institut Film Amerika menempatkannya di peringkat legenda layar lebar perempuan terhebat keenam dari Era Keemasan Hollywood.[4]
Kehidupan dan karier
1926–1943: Masa kecil dan pernikahan pertama
Monroe lahir dengan nama Norma Jeane Mortenson[a] pada 1 Juni 1926 di Rumah Sakit Umum Los Angeles di lingkungan Boyle Heights, Los Angeles, California.[7] Ibunya, Gladys Pearl Baker (nama gadis Monroe), lahir di Piedras Negras, Coahuila, Meksiko, dari keluarga miskin Amerika yang aslinya berasal dari Barat Tengah yang bermigrasi ke California pada awal tahun 1900-an.[8] Pada usia empat belas tahun, Gladys telah menikah dengan John Newton Baker, seorang pria kasar yang sembilan tahun lebih tua darinya. Mereka memiliki dua anak bersama, Robert[9] dan Berniece.[10] Gladys berhasil mengajukan perceraian dan hak asuh tunggal atas kedua anak tertuanya pada tahun 1923, tetapi Baker menculik anak-anak tersebut tidak lama kemudian dan pindah bersama mereka ke daerah asalnya di Kentucky.[11] Monroe pertama kali mengetahui tentang kakaknya pada usia dua belas tahun dan bertemu dengannya untuk pertama kali saat berusia remaja akhir.[12]
Setelah perceraian tersebut, Gladys bekerja sebagai pemotong klise film di Consolidated Film Industries.[13] Pada tahun 1924, ia menikah dengan Martin Edward Mortensen, tetapi pernikahan tersebut hanya bertahan beberapa bulan, meskipun mereka baru bercerai secara hukum empat tahun kemudian.[13] Gladys mencantumkan nama Mortensen (salah eja menjadi "Mortenson") sebagai ayah Monroe dalam akta kelahiran, tetapi sebagian besar biografer Monroe sepakat bahwa hal tersebut tidak mungkin karena perpisahan mereka terjadi jauh sebelum Gladys hamil.[14] Biografer Fred Guiles dan Lois Banner menduga ayah Monroe kemungkinan besar adalah Charles Stanley Gifford, atasan Gladys di RKO Studios, yang menjalin hubungan asmara dengannya pada tahun 1925.[15] Hal ini dikonfirmasi oleh perbandingan yang dilakukan pada tahun 2022 antara DNA Monroe dan salah satu keturunan Gifford.[16]

Meskipun Gladys tidak siap secara mental dan finansial untuk memiliki anak, masa kecil Monroe awalnya stabil dan bahagia.[17] Gladys menitipkan Monroe kepada orang tua asuh Kristen evangelis, Albert dan Ida Bolender, di kota pinggiran Hawthorne. Gladys juga tinggal di sana selama enam bulan sampai ia terpaksa pindah kembali ke kota untuk bekerja.[18] Ia kemudian mulai mengunjungi Monroe pada akhir pekan.[17] Pada musim panas tahun 1933, ketika Monroe berusia tujuh tahun, Gladys membeli sebuah rumah kecil di Hollywood dengan pinjaman dari Home Owners' Loan Corporation dan membawa Monroe tinggal bersamanya.[19] Mereka tinggal di rumah tersebut bersama para penyewa kamar, yaitu aktor George dan Maude Atkinson beserta putri mereka, Nellie.[20] Pada Januari 1934, Gladys mengalami gangguan jiwa dan didiagnosis menderita skizofrenia paranoid.[21] Setelah beberapa bulan berada di rumah peristirahatan, ia dirawat di Metropolitan State Hospital.[22] Ia menghabiskan sisa hidupnya keluar masuk rumah sakit dan jarang berhubungan dengan Monroe.[23] Monroe menjadi anak dalam perlindungan negara; teman Gladys, Grace Goddard, mengambil alih tanggung jawab atas urusan Gladys dan Monroe.[24]
Selama enam belas bulan berikutnya, Monroe terus tinggal bersama keluarga Atkinson dan mungkin telah dilecehkan secara seksual selama periode ini.[25][b] Selalu menjadi anak perempuan yang pemalu, ia mulai gagap dan menjadi tertutup.[31] Pada musim panas tahun 1935, ketika Monroe berusia sembilan tahun, ia sempat tinggal sebentar bersama Grace dan suaminya, Erwin "Doc" Goddard, serta dua keluarga lainnya.[32] Pada September 1935, Grace menempatkan Monroe di Los Angeles Orphans Home.[33] Panti asuhan tersebut merupakan "sebuah institusi percontohan" dan dideskripsikan secara positif oleh teman-temannya, tetapi Monroe merasa ditelantarkan.[34] Didorong oleh staf panti asuhan yang berpikir bahwa Monroe akan lebih bahagia tinggal dalam sebuah keluarga, Grace menjadi wali hukumnya pada tahun 1936 tetapi tidak mengeluarkannya dari panti asuhan hingga musim panas tahun 1937, ketika Monroe berusia sebelas tahun.[35] Masa tinggal kedua Monroe bersama keluarga Goddard hanya berlangsung beberapa bulan karena Doc diduga melecehkannya.[36] Ia kemudian tinggal untuk periode singkat bersama kerabatnya serta teman dan kerabat Grace di Los Angeles dan Compton.[37]

Pengalaman masa kecil yang kelam memicu keinginan Monroe untuk menjadi seorang aktris. Ia pernah mengungkapkan bahwa keluarga-keluarga asuhnya sering menyuruhnya pergi ke bioskop agar ia tidak berada di rumah. Di sana, ia bisa duduk sendirian di barisan depan dari siang hingga larut malam menyaksikan layar lebar—sebuah pengalaman pelarian yang sangat ia sukai di tengah kenyataan dunianya yang terasa muram.[38]
Monroe menemukan tempat tinggal yang lebih permanen pada September 1938 (berusia dua belas tahun), ketika ia mulai tinggal bersama bibi Grace, Ana Lower, di Sawtelle.[39] Monroe didaftarkan di Emerson Junior High School dan menghadiri kebaktian mingguan Christian Science bersama Lower.[40] Ia unggul dalam menulis dan berkontribusi pada surat kabar sekolah, tetapi secara umum ia adalah siswa yang biasa-biasa saja.[41] Karena masalah kesehatan Lower yang sudah lanjut usia, Monroe kembali tinggal bersama keluarga Goddard di Van Nuys sekitar awal tahun 1941 ketika ia berusia empat belas tahun.[42] Pada tahun yang sama, ia mulai bersekolah di Van Nuys High School.[43]
Pada tahun 1942, perusahaan tempat Doc bekerja memindahkannya ke Virginia Barat.[44] Undang-undang perlindungan anak California mencegah keluarga Goddard membawa Monroe keluar dari negara bagian tersebut dan ia terancam harus kembali ke panti asuhan.[45] Untuk menghindari hal ini, diputuskan bahwa ia harus keluar dari sekolah menengah atas dan menikah dengan tetangga mereka, seorang pekerja pabrik bernama James Dougherty, yang lima tahun lebih tua darinya. Pernikahan tersebut berlangsung tepat setelah ulang tahunnya yang keenam belas, pada 19 Juni 1942.[46] Monroe merasa dirinya dan Dougherty tidak cocok, dan di kemudian hari mengatakan bahwa ia "mati kebosanan" selama pernikahan tersebut.[47] Pada tahun 1943, Dougherty mendaftar di Merchant Marine dan ditempatkan di Pulau Santa Catalina, tempat Monroe pindah bersamanya.[48]
1944–1948: Pemodelan, perceraian, dan peran film pertama

Pada April 1944, Dougherty dikirim ke Samudra Pasifik, tempat ia bertugas selama sebagian besar dua tahun berikutnya.[48] Setelah Dougherty pergi, Monroe pindah ke rumah orang tua Dougherty dan mulai bekerja di Radioplane Company, sebuah pabrik amunisi di Van Nuys, untuk membantu upaya perang.[48] Pada akhir tahun 1944, ia bertemu dengan fotografer David Conover, yang saat itu bekerja di First Motion Picture Unit milik Angkatan Udara Angkatan Darat AS, yang dikirim ke pabrik tersebut untuk mengambil foto-foto pekerja wanita guna meningkatkan semangat kerja.[49] Meskipun tidak ada fotonya yang digunakan, ia berhenti bekerja di pabrik tersebut pada Januari 1945 dan mulai menjadi model untuk Conover beserta teman-temannya.[50][51] Menentang suaminya yang sedang bertugas dan ibu mertuanya yang tidak merestui, ia pindah sendiri dan menandatangani kontrak dengan Agensi Model Blue Book pada Agustus 1945.[52]
Agensi tersebut menganggap bentuk tubuh Monroe lebih cocok untuk pemodelan pin-up daripada busana tingkat tinggi dan ia kebanyakan tampil dalam iklan serta majalah pria.[53] Ia meluruskan rambut cokelat keriting alaminya dan mengecatnya menjadi pirang platina.[54] Menurut Emmeline Snively, pemilik agensi tersebut, Monroe dengan cepat menjadi salah satu modelnya yang paling ambisius dan pekerja keras; pada awal tahun 1946, ia telah muncul di 33 sampul majalah untuk publikasi seperti Pageant, U.S. Camera, Laff, dan Peek.[55] Sebagai seorang model, Monroe terkadang menggunakan nama samaran Jean Norman.[54]
Melalui Snively, Monroe menandatangani kontrak dengan agensi akting pada Juni 1946.[56] Setelah wawancara yang tidak berhasil di Paramount Pictures, ia diberi uji bakat oleh Ben Lyon, seorang eksekutif 20th Century-Fox. Kepala eksekutif studio tersebut, Darryl F. Zanuck, kurang antusias menanggapinya,[57] tetapi ia memberinya kontrak standar enam bulan untuk mencegahnya direkrut oleh studio saingan, RKO Pictures.[c] Kontrak Monroe dimulai pada Agustus 1946 dan ia bersama Lyon memilih nama panggung "Marilyn Monroe".[59] Nama depan dipilih oleh Lyon, yang teringat pada bintang Broadway Marilyn Miller; sedangkan nama belakangnya merupakan nama gadis dari ibu Monroe.[60] Pada September 1946, ia menceraikan Dougherty, yang menentang kariernya.[61]
Monroe menghabiskan enam bulan pertamanya di Fox dengan belajar akting, menyanyi, dan menari, serta mengamati proses pembuatan film.[62] Kontraknya diperbarui pada Februari 1947 dan ia diberi peran film pertamanya, yaitu peran-peran figuran kecil dalam Dangerous Years (1947) dan Scudda Hoo! Scudda Hay! (1948).[63][d] Studio tersebut juga mendaftarkannya di Actors' Laboratory Theatre, sebuah sekolah akting yang mengajarkan teknik-teknik Group Theatre; ia kemudian menyatakan bahwa pengalaman tersebut memberinya gambaran pertama tentang bagaimana akting sesungguhnya dalam sebuah drama nyata dan ia pun langsung terpikat.[65] Terlepas dari antusiasmenya, para pengajarnya menganggap ia terlalu pemalu dan merasa tidak aman untuk memiliki masa depan di dunia akting, sehingga Fox tidak memperbarui kontraknya pada Agustus 1947.[66] Ia kembali menjadi model sambil sesekali melakukan pekerjaan sambilan di studio film, seperti bekerja sebagai penari pemandu ritme di balik layar untuk menjaga agar para pemeran utama tetap tepat tempo di lokasi syuting musikal.[66]
Monroe bertekad untuk sukses sebagai aktris dan terus belajar di Actors' Lab. Ia mendapat peran kecil dalam pementasan drama Glamour Preferred di Bliss-Hayden Theater, tetapi pementasan tersebut berakhir hanya setelah beberapa kali pertunjukan.[67] Untuk membangun jaringan, ia sering mengunjungi kantor-kantor produser, berteman dengan kolumnis gosip Sidney Skolsky, dan menjamu tamu-tamu pria berpengaruh dalam acara-acara studio, sebuah kebiasaan yang telah ia mulai saat di Fox.[68] Ia juga menjadi teman dan sesekali pasangan seksual dari eksekutif Fox, Joseph M. Schenck, yang membujuk temannya, Harry Cohn, kepala eksekutif Columbia Pictures, untuk merekrut Monroe pada Maret 1948.[69]
Di Columbia, penampilan Monroe dibentuk menyerupai Rita Hayworth dan rambutnya diwarnai menjadi pirang platina.[70] Ia mulai bekerja dengan pelatih drama kepala di studio tersebut, Natasha Lytess, yang terus menjadi mentornya hingga tahun 1955.[71] Satu-satunya filmnya di studio tersebut adalah film musikal beranggaran rendah Ladies of the Chorus (1948), tempat ia mendapatkan peran utama pertamanya sebagai penari latar yang didekati oleh pria kaya.[64] Ia juga melakukan uji bakat untuk peran utama dalam Born Yesterday (1950), tetapi kontraknya tidak diperbarui pada September 1948.[72] Ladies of the Chorus dirilis pada bulan berikutnya dan tidak meraih kesuksesan.[73]
1949–1952: Tahun-tahun terobosan

Ketika kontraknya di Columbia berakhir, Monroe kembali menekuni dunia pemodelan. Ia membintangi iklan bir Pabst dan berpose untuk foto-foto artistik tanpa busana karya Tom Kelley untuk kalender John Baumgarth[74], menggunakan nama 'Mona Monroe'.[75] Monroe sebelumnya pernah berpose bertelanjang dada atau mengenakan bikini untuk seniman lain termasuk Earl Moran dan merasa nyaman dengan pose tanpa busana.[76][e] Tidak lama setelah meninggalkan Columbia, ia juga bertemu dan menjadi anak didik sekaligus wanita simpanan Johnny Hyde, wakil presiden agensi bakat William Morris Agency.[77]
Melalui Hyde, Monroe mendapatkan peran-peran kecil dalam beberapa film,[f] termasuk dua karya yang mendapat pujian kritis. Yang pertama adalah film drama karya Joseph Mankiewicz, All About Eve (1950), yang meraih 14 nominasi Penghargaan Akademi.[78] Bintang film tersebut, Bette Davis, kemudian memuji penampilan Monroe dan menyatakan keyakinannya bahwa Monroe akan meraih kesuksesan. Davis menilai Monroe sebagai sosok yang sangat ambisius, bersungguh-sungguh, tahu persis apa yang diinginkannya, serta memiliki bakat yang nyata.[79] Film kedua adalah film noir karya John Huston, The Asphalt Jungle (1950).[78] Meskipun durasi penampilannya hanya beberapa menit, Monroe mendapat sebutan dalam majalah Photoplay dan menurut biografer Donald Spoto "berhasil bertransformasi secara efektif dari model film menjadi aktris serius".[80]
Pada Desember 1950, Hyde menegosiasikan kontrak tujuh tahun untuk Monroe dengan 20th Century-Fox.[81] Berdasarkan ketentuannya, Fox dapat memilih untuk tidak memperbarui kontrak tersebut setelah setiap tahunnya.[82] Hyde meninggal karena serangan jantung hanya beberapa hari kemudian, yang membuat Monroe sangat terpukul.[83] Pada tahun 1951, Monroe mendapatkan peran pendukung dalam tiga film komedi Fox yang lumayan sukses: As Young as You Feel, Love Nest, dan Let's Make It Legal.[84] Menurut Spoto, ketiga film tersebut pada dasarnya menampilkan dirinya sebagai "hiasan yang seksi", tetapi ia menerima sejumlah pujian dari para kritikus: Bosley Crowther dari The New York Times menggambarkannya sangat luar biasa dalam As Young As You Feel, sementara Ezra Goodman dari Los Angeles Daily News menyebutnya sebagai salah satu aktris pendatang baru paling menjanjikan atas perannya dalam Love Nest.[85]
Popularitasnya di kalangan penonton juga terus meningkat: ia menerima beberapa ribu surat penggemar setiap minggunya, dan dinobatkan sebagai "Miss Cheesecake of 1951" oleh surat kabar militer Stars and Stripes, yang mencerminkan preferensi para prajurit dalam Perang Korea.[86] Pada Februari 1952, Hollywood Foreign Press Association menobatkan Monroe sebagai "kepribadian bintang muda terlaris".[87] Dalam kehidupan pribadinya, Monroe sempat menjalin hubungan singkat dengan sutradara Elia Kazan dan juga pernah berkencan singkat dengan beberapa pria lain, termasuk sutradara Nicholas Ray serta aktor Yul Brynner dan Peter Lawford.[88] Pada awal tahun 1952, ia memulai hubungan asmara yang terpublikasi secara luas dengan pensiunan bintang bisbol New York Yankees, Joe DiMaggio, salah satu tokoh olahraga paling terkenal pada era tersebut.[89]
Monroe menjadi pusat skandal pada Maret 1952 ketika ia mengungkapkan secara terbuka bahwa ia pernah berpose tanpa busana untuk kalender pada tahun 1949.[90] Pihak studio telah mengetahui tentang foto-foto tersebut dan rumor publik yang menyebut dirinya sebagai sang model beberapa minggu sebelumnya. Bersama Monroe, studio memutuskan bahwa untuk mencegah kerusakan pada kariernya, langkah terbaik adalah mengakuinya sambil menekankan bahwa ia sedang tidak memiliki uang saat itu.[91] Strategi ini berhasil meraih simpati publik dan meningkatkan minat terhadap film-filmnya, yang kini menempatkan namanya di urutan teratas perolehan peran. Menyusul skandal tersebut, Monroe tampil di sampul majalah Life sebagai "Bahan Pembicaraan Hollywood", dan kolumnis gosip Hedda Hopper mengagungkannya dari "ratu pamer keindahan tubuh" menjadi "penjebol box office".[92] Tiga film Monroe—Clash by Night, Don't Bother to Knock, dan We're Not Married!—dirilis tidak lama kemudian untuk memanfaatkan antusiasme publik tersebut.[93]
Terlepas dari popularitas barunya sebagai simbol seks, Monroe juga ingin menunjukkan jangkauan kemampuan aktingnya yang lebih luas. Ia telah mulai mengikuti kelas akting bersama Michael Chekhov dan seniman pantomim Lotte Goslar tidak lama setelah memulai kontrak dengan Fox,[94] dan Clash by Night serta Don't Bother to Knock menampilkan dirinya dalam peran-peran yang berbeda.[95] Dalam film pertama, sebuah drama yang dibintangi Barbara Stanwyck dan disutradarai oleh Fritz Lang, ia memerankan seorang pekerja pengalengan ikan; untuk mempersiapkan peran tersebut, ia menghabiskan waktu di pabrik pengalengan ikan di Monterey.[96] Ia menerima ulasan positif atas penampilannya: The Hollywood Reporter menyatakan bahwa ia layak mendapatkan status bintang utama berkat penjiwaannya yang sangat baik, sementara Variety menulis bahwa ia memiliki keluwesan pembawaan yang memudahkannya meraih kepopuleran.[97][98] Film kedua merupakan sebuah film triler yang menampilkan Monroe sebagai pengasuh anak yang mengalami gangguan mental, yang dimanfaatkan Zanuck untuk menguji kemampuannya dalam peran drama yang lebih berat.[99] Film tersebut menerima ulasan beragam dari para kritikus, dengan Crowther menganggapnya terlalu kurang berpengalaman untuk peran yang sulit tersebut,[100] sementara Variety menyalahkan naskah film atas masalah yang ada.[101][102]
Tiga film Monroe lainnya pada tahun 1952 melanjutkan penempatan peran dirinya dalam peran-peran komedi yang menonjolkan daya tarik seksnya. Dalam We're Not Married!, perannya sebagai kontestan kontes kecantikan diciptakan semata-mata untuk "menampilkan Marilyn dalam dua pakaian renang", menurut penulis naskahnya, Nunnally Johnson.[103] Dalam Monkey Business karya Howard Hawks, yang menampilkannya beradu akting dengan Cary Grant, ia memerankan seorang sekretaris yang merupakan "si pirang yang bodoh dan kekanak-kanakan, yang secara polos tidak menyadari kekacauan yang disebabkan oleh keseksiannya di sekitarnya".[104] Dalam O. Henry's Full House, bersama Charles Laughton, ia muncul dalam sketsa singkat sebagai seorang wanita penghibur jalanan abad kesembilan belas.[105] Monroe memperkuat reputasinya sebagai simbol seks baru dengan berbagai aksi publisitas pada tahun tersebut: ia mengenakan gaun terbuka saat bertugas sebagai Grand Marshal di parade Kontes Miss America, dan memberi tahu kolumnis gosip Earl Wilson bahwa ia biasanya tidak mengenakan pakaian dalam.[106] Pada akhir tahun tersebut, kolumnis gosip Florabel Muir menobatkan Monroe sebagai "it girl" tahun 1952.[107][108]
Pada masa ini, Monroe mulai dikenal sulit diajak bekerja sama, sebuah reputasi yang kian membesar seiring berjalannya kariernya. Ia sering terlambat atau tidak muncul sama sekali, tidak menghafal dialognya, dan menuntut beberapa kali pengambilan ulang sebelum ia merasa puas dengan penampilannya.[109] Ketergantungannya pada pelatih aktingnya—Natasha Lytess dan kemudian Paula Strasberg—juga membuat para sutradara jengkel.[110] Masalah-masalah Monroe dikaitkan dengan kombinasi antara sifat perfeksionisme, rasa percaya diri yang rendah, dan demam panggung.[111] Ia tidak menyukai kurangnya kendali atas dirinya di lokasi syuting film dan tidak pernah mengalami masalah serupa saat pemotretan, yang memberinya hak suara lebih besar atas penampilannya dan memungkinkannya bersikap lebih spontan daripada harus mengikuti naskah.[111][112] Untuk meredakan kecemasan dan insomnia kronisnya, ia mulai mengonsumsi barbiturat, amfetamin, dan alkohol, yang juga memperburuk masalahnya, meskipun ia baru mengalami kecanduan parah pada tahun 1956.[113] Menurut Sarah Churchwell, beberapa perilaku Monroe, terutama di kemudian hari dalam kariernya, juga merupakan tanggapan atas sikap merendahkan dan seksisme dari lawan main serta sutradara prianya.[114] Biografer Lois Banner menyatakan bahwa ia dirundung oleh banyak sutradaranya.[115]
1953: Naik daun
Monroe membintangi tiga film yang dirilis pada tahun 1953 dan muncul sebagai simbol seks utama serta salah satu pemeran Hollywood dengan daya tarik komersial tertinggi.[116][117] Film pertama adalah film noir Technicolor Niagara, tempat ia memerankan seorang femme fatale yang merencanakan pembunuhan suaminya, yang diperankan oleh Joseph Cotten.[118] Pada saat itu, Monroe dan penata riasnya Allan "Whitey" Snyder telah mengembangkan gaya tata rias "khasnya": alis melengkung gelap, kulit pucat, bibir merah berkilau, dan sebuah tahi lalat pemanis.[119] Menurut Sarah Churchwell, Niagara adalah salah satu film yang paling terang-terangan menonjolkan unsur seksual dalam karier Monroe.[104] Dalam beberapa adegan, tubuh Monroe hanya tertutup selembar seprai atau handuk, yang dianggap mengejutkan oleh penonton pada masa itu.[120] Adegan paling terkenal dalam Niagara adalah pengambilan gambar jarak jauh berdurasi 30 detik dari belakang Monroe, memperlihatkannya berjalan dengan pinggul bergoyang yang dimanfaatkan secara masif dalam pemasaran film tersebut.[120]
Ketika Niagara dirilis pada Januari 1953, klub-klub wanita memprotesnya karena dianggap tidak bermoral, tetapi film tersebut terbukti populer di kalangan penonton.[121] Meskipun majalah Variety menganggapnya klise dan tidak menyenangkan, The New York Times mengulas bahwa Air Terjun Niagara dan Monroe adalah perpaduan yang sangat layak untuk disaksikan; media tersebut menambahkan bahwa walaupun Monroe belum menjadi aktris yang sempurna saat itu, ia mampu tampil sangat memikat—bahkan hanya saat ia berjalan.[122][123] Monroe terus menarik perhatian dengan mengenakan pakaian terbuka, yang paling terkenal adalah pada acara penganugerahan Photoplay Awards pada Januari 1953, tempat ia memenangkan penghargaan "Fastest Rising Star".[124] Gaun lamé berlipit “sunburst”, ketat di bagian pinggang, dengan garis leher sangat rendah, rancangan William Travilla untuk Gentlemen Prefer Blondes—yang sebenarnya hampir tidak terlihat dalam film tersebut—menjadi sensasi besar.[125] Terpancing oleh penampilan tersebut, bintang veteran Joan Crawford secara terbuka menyebut perilaku Monroe tidak pantas bagi seorang aktris dan wanita terhormat.[124]
Sementara Niagara membuat Monroe menjadi simbol seks dan mengukuhkan "penampilannya", film keduanya pada tahun 1953, komedi musikal satir Gentlemen Prefer Blondes, memperkuat persona layarnya sebagai "si pirang yang bodoh".[126] Berdasarkan novel karya Anita Loos dan versi Broadway-nya, film ini berfokus pada dua gadis panggung "pemburu harta" yang diperankan oleh Monroe dan Jane Russell. Peran Monroe awalnya ditujukan untuk Betty Grable, yang menjadi bintang pirang seksi paling populer di 20th Century-Fox pada tahun 1940-an; Monroe dengan cepat mengunggulinya sebagai bintang yang dapat menarik minat penonton baik pria maupun wanita.[127] Sebagai bagian dari kampanye publisitas film tersebut, ia dan Russell mencetak telapak tangan dan jejak kaki mereka di atas semen basah di luar Grauman's Chinese Theatre pada bulan Juni.[128] Gentlemen Prefer Blondes dirilis tidak lama kemudian dan menjadi salah satu kesuksesan box office terbesar pada tahun tersebut.[129] Crowther dari The New York Times dan William Brogdon dari Variety sama-sama memberikan ulasan positif untuk Monroe, khususnya menyoroti penampilannya membawakan "Diamonds Are a Girl's Best Friend"; menurut Brogdon, Monroe menunjukkan "kemampuan untuk memberikan daya tarik seksual pada sebuah lagu sekaligus memperkuat nilai estetika visual suatu adegan melalui kehadirannya".[130][131]
Pada bulan September, Monroe melakukan debut televisinya dalam acara Jack Benny Show, memerankan wanita impian Jack dalam episode "Honolulu Trip".[132] Ia beradu akting dengan Grable dan Lauren Bacall dalam film ketiganya pada tahun tersebut, How to Marry a Millionaire, yang dirilis pada bulan November. Film ini menampilkan Monroe sebagai model polos yang bekerja sama dengan teman-temannya untuk mencari suami kaya, mengulang formula sukses dari Gentlemen Prefer Blondes. Ini merupakan film kedua yang pernah dirilis dalam format CinemaScope, sebuah format layar lebar yang diharap Fox dapat menarik kembali penonton ke bioskop saat televisi mulai menyebabkan kerugian bagi studio-studio film.[133] Meskipun menerima ulasan beragam, film tersebut menjadi kesuksesan box office terbesar Monroe hingga titik tersebut dalam kariernya.[134]
Monroe masuk dalam daftar tahunan Top Ten Money Making Stars Poll pada tahun 1953 dan 1954,[117] dan menurut sejarawan Fox Aubrey Solomon, ia menjadi "aset terbesar" studio tersebut bersama CinemaScope.[135] Posisi Monroe sebagai simbol seks terkemuka makin terkonfirmasi pada Desember 1953, ketika Hugh Hefner menampilkan dirinya pada sampul dan sebagai centerfold dalam edisi perdana majalah Playboy; Monroe tidak memberikan persetujuan atas publikasi tersebut.[136] Gambar sampul tersebut merupakan foto dirinya yang diambil saat parade Kontes Miss America pada tahun 1952, sedangkan bagian centerfold menampilkan salah satu foto tanpa busananya dari tahun 1949.[136]
1954–1955: Konflik dengan 20th Century-Fox dan pernikahan dengan Joe DiMaggio

Monroe telah menjadi salah satu bintang terbesar 20th Century-Fox, tetapi kontraknya tidak berubah sejak 1950, sehingga ia dibayar jauh lebih rendah dibandingkan bintang-bintang lain yang sekelas dengannya dan tidak dapat memilih proyek-proyeknya.[137] Upayanya untuk tampil dalam film-film yang tidak berfokus pada dirinya sebagai model pin-up ditolak oleh kepala eksekutif studio, Darryl F. Zanuck, yang memiliki ketidaksukaan pribadi yang kuat terhadap Monroe dan tidak yakin bahwa ia dapat menghasilkan pendapatan yang sama besarnya bagi studio jika membintangi jenis peran lainnya.[138] Di bawah tekanan dari pemilik studio, Spyros Skouras, Zanuck juga telah memutuskan bahwa Fox harus berfokus secara eksklusif pada hiburan guna memaksimalkan keuntungan dan membatalkan produksi "film-film serius" apa pun.[139] Pada Januari 1954, ia menskors Monroe ketika Monroe menolak untuk mulai membintangi film komedi musikal lainnya, The Girl in Pink Tights.[140]
Kabar ini menjadi berita di halaman depan, dan Monroe segera mengambil tindakan untuk melawan publisitas negatif tersebut. Ia dan DiMaggio, yang telah berpacaran selama dua tahun, menikah di Balai Kota San Francisco pada 14 Januari 1954.[141] Lima belas hari kemudian, mereka terbang ke Jepang, menggabungkan "bulan madu" dengan perjalanan bisnis DiMaggio.[142] Dari Tokyo, ia bepergian ke Korea Selatan, tempat ia berpartisipasi dalam pertunjukan USO dan bernyanyi di hadapan lebih dari 60.000 Prajurit Marinir AS selama periode empat hari.[143] Setelah kembali ke AS, ia dianugerahi penghargaan "Most Popular Female Star" oleh majalah Photoplay.[144] Monroe mencapai kesepakatan dengan Fox pada bulan Maret, dengan janji kontrak baru, bonus sebesar $100.000 (setara dengan $900.000pada 2024), dan peran utama dalam adaptasi film dari pertunjukan Broadway yang sukses, The Seven Year Itch.[145]
Pada April 1954, film bergenre barat karya Otto Preminger, River of No Return, yang merupakan film terakhir yang diselesaikan Monroe sebelum skorsing, dirilis. Ia menyebutnya sebagai "film koboi kelas Z yang kualitas aktingnya kalah penting dibandingkan pemandangan dan proses CinemaScope", tetapi film ini tetap populer di kalangan penonton.[146] Film pertama yang ia buat setelah skorsing adalah film musikal There's No Business Like Show Business, yang sangat tidak ia sukai tetapi diwajibkan oleh studio sebagai syarat pembatalan perannya dalam The Girl in Pink Tights.[145] Film ini tidak sukses saat dirilis pada akhir tahun 1954, dengan penampilan Monroe yang dianggap vulgar oleh banyak kritikus.[147]

Pada September 1954, Monroe mulai menjalani proses syuting film komedi karya Billy Wilder, The Seven Year Itch, beradu akting dengan Tom Ewell sebagai seorang wanita yang menjadi objek fantasi seksual tetangganya yang sudah menikah. Meskipun film tersebut dibuat di Hollywood, pihak studio memutuskan untuk menciptakan publisitas awal dengan merancang pengambilan gambar adegan saat Monroe berdiri di atas kisi-kisi ventilasi kereta bawah tanah dengan udara yang meniup rok gaun putihnya di Lexington Avenue di Manhattan.[148] Proses syuting tersebut berlangsung selama beberapa jam dan menarik perhatian hampir 2.000 penonton.[148] "Adegan kisi-kisi kereta bawah tanah" menjadi salah satu adegan Monroe yang paling terkenal, dan The Seven Year Itch menjadi salah satu kesuksesan komersial terbesar pada tahun tersebut setelah dirilis pada Juni 1955.[149]
Aksi publisitas tersebut menempatkan Monroe di halaman depan media internasional, sekaligus menandai berakhirnya pernikahannya dengan DiMaggio.[150] Hubungan tersebut telah bermasalah sejak awal akibat rasa cemburu dan sikap DiMaggio yang suka mengontrol; ia juga melakukan kekerasan fisik.[151] Setelah kembali dari Kota New York ke Hollywood pada Oktober 1954, Monroe mengajukan gugatan cerai setelah baru sembilan bulan menikah.[152]
Setelah syuting The Seven Year Itch selesai pada November 1954, Monroe meninggalkan Hollywood menuju Pesisir Timur, tempat ia dan fotografer Milton Greene mendirikan perusahaan produksi mereka sendiri, Marilyn Monroe Productions (MMP)—sebuah tindakan yang di kemudian hari disebut "sangat berperan" dalam keruntuhan sistem studio.[153][g] Monroe menyatakan bahwa ia "bosan dengan peran-peran seksi yang itu-itu saja" dan menegaskan bahwa ia tidak lagi terikat kontrak dengan Fox, karena studio tersebut belum memenuhi kewajibannya, seperti membayarkan bonus yang dijanjikan.[155] Hal ini memicu pertikaian hukum selama setahun antara dirinya dan Fox yang dimulai pada Januari 1955.[156] Pers sebagian besar mencemooh Monroe dan ia diparodikan dalam pementasan drama Broadway Will Success Spoil Rock Hunter? (1955), tempat aktris yang mirip dengannya, Jayne Mansfield, memerankan seorang aktris bodoh yang mendirikan perusahaan produksinya sendiri.[157]

Setelah mendirikan MMP, Monroe pindah ke Manhattan dan menghabiskan tahun 1955 dengan mempelajari seni peran. Ia mengikuti kelas bersama Constance Collier dan menghadiri lokakarya tentang metode akting di Actors Studio, yang dipimpin oleh Lee Strasberg.[158] Ia menjadi dekat dengan Strasberg dan istrinya, Paula, serta menerima pelajaran privat di rumah mereka karena sifat pemalunya, hingga dengan cepat dianggap seperti anggota keluarga sendiri.[159] Ia mengganti pelatih akting lamanya, Natasha Lytess, dengan Paula; keluarga Strasberg terus menjadi pengaruh penting selama sisa kariernya.[160] Monroe juga mulai menjalani psikoanalisis, karena Strasberg percaya bahwa seorang aktor harus menghadapi trauma emosional mereka dan memanfaatkannya dalam penampilan mereka.[161][h]
Monroe melanjutkan hubungannya dengan DiMaggio meskipun proses perceraian masih berlangsung; ia juga sempat berkencan singkat dengan aktor Marlon Brando. Menurut Brando, mereka menjaga hubungan yang putus-nyambung hingga Monroe meninggal dunia.[163] Ia mulai menjalin hubungan asmara yang lebih serius dengan penulis drama Arthur Miller.[164] Hubungan mereka menjadi kian serius setelah Oktober 1955, ketika perceraian Monroe diresmikan dan Miller meninggalkan istrinya, Mary Slattery.[165][166] Pihak studio mendesaknya untuk mengakhiri hubungan tersebut, karena Miller sedang diselidiki oleh Federal Bureau of Investigation (FBI) atas dugaan komunisme dan telah menerima surat panggilan (subpoena) dari House Un-American Activities Committee, tetapi Monroe menolak.[167] Hubungan tersebut menyebabkan FBI membuka berkas penyelidikan mengenai dirinya.[165] Setelah penyelidikan bertahun-tahun, FBI tidak menemukan bukti yang menghubungkan Marilyn Monroe dengan Partai Komunis Amerika Serikat serta menyimpulkan bahwa meskipun Monroe secara tegas memiliki pandangan yang berhaluan kiri, tidak terdapat bukti atau pengetahuan umum di kalangan anggota gerakan di Los Angeles yang menunjukkan bahwa ia dimanfaatkan secara aktif oleh Partai Komunis.[168]
Pada akhir tahun tersebut, Monroe dan Fox menandatangani kontrak baru berdurasi tujuh tahun, karena MMP tidak akan sanggup mendanai film secara mandiri, dan pihak studio sangat berhasrat agar Monroe kembali bekerja untuk mereka.[156] Fox bersedia membayarnya sebesar $400.000 (setara dengan $3.700.000pada 2024) untuk membuat empat film, serta memberinya hak untuk memilih proyek, sutradara, dan sinematografernya sendiri.[169] Ia juga dibebaskan untuk membuat satu film bersama MMP untuk setiap film yang diselesaikannya bagi Fox.[169]
1956–1959: Pujian kritis dan pernikahan dengan Arthur Miller

Monroe mengawali tahun 1956 dengan mengumumkan kemenangannya atas 20th Century-Fox.[170] Pada 23 Februari 1956, secara hukum ia mengubah namanya menjadi Marilyn Monroe.[171] Pers memberikan ulasan positif atas keputusannya untuk melawan pihak studio; majalah Time menyebutnya sebagai seorang "wanita pengusaha yang cerdik"[172] dan majalah Look memprediksi bahwa kemenangan tersebut akan menjadi "contoh perjuangan individu melawan arus utama untuk tahun-tahun mendatang".[170] Sebaliknya, hubungan Monroe dengan Miller memicu beberapa komentar negatif, seperti pernyataan Walter Winchell bahwa "bintang film wanita berambut pirang paling terkenal di Amerika kini menjadi kesayangan kaum intelektual berhaluan kiri."[173]
Pada bulan Maret, Monroe mulai menjalani syuting film drama Bus Stop, film pertamanya di bawah kontrak baru.[174] Ia memerankan seorang penyanyi saloon yang impian ketenarannya menjadi rumit ketika seorang koboi lugu jatuh cinta padanya. Untuk peran tersebut, ia mempelajari aksen Ozark, memilih kostum dan tata rias yang tidak memiliki keanggunan dari film-film sebelumnya, serta menampilkan kemampuan bernyanyi dan menari yang sengaja dibuat biasa-biasa saja.[175] Sutradara Broadway Joshua Logan setuju untuk menyutradarai film tersebut, meskipun awalnya meragukan kemampuan akting Monroe dan mengetahui reputasinya yang sulit diajak bekerja sama.[176] Syuting berlangsung di Idaho dan Arizona, dengan Monroe "secara teknis memegang kendali" sebagai pimpinan MMP, sesekali membuat keputusan tentang sinematografi dan Logan harus menyesuaikan diri dengan keterlambatan kronis serta sifat perfeksionisnya.[177] Pengalaman tersebut mengubah pandangan Logan terhadap Monroe dan ia kemudian membandingkannya dengan Charlie Chaplin dalam kemampuannya memadukan komedi dan tragedi.[178]

Pada 29 Juni 1956, Monroe dan Miller menikah dalam sebuah upacara sipil berdurasi empat menit di Pengadilan Wilayah Westchester di White Plains, New York; dua hari kemudian mereka menggelar upacara keagamaan Yahudi di rumah Kay Brown, agen literatur Miller, di Waccabuc, New York.[179] Melalui pernikahan tersebut, Monroe pindah ke agama Yahudi, yang menyebabkan Mesir melarang seluruh filmnya.[180][i] Karena status Monroe sebagai simbol seks dan citra Miller sebagai seorang intelektual, media memandang pernikahan ini sebagai pasangan yang tidak serasi, sebagaimana terbukti dari judul utama majalah Variety: "Egghead Weds Hourglass" (Si Cendekiawan Menikahi Si Tubuh Gitar Spanyol).[182]
Bus Stop dirilis pada Agustus 1956 dan sukses baik secara kritis maupun komersial.[183] Majalah The Saturday Review of Literature menulis bahwa penampilan Monroe "secara efektif mematahkan gagasan untuk selama-lamanya bahwa ia sekadar sosok yang mengandalkan kemewahan" serta Crowther yang menyatakan bahwa publik harus bersiap untuk sebuah kejutan besar karena Monroe akhirnya berhasil membuktikan kemampuannya sebagai seorang aktris sejati.[184] Ia juga menerima nominasi Golden Globe untuk kategori Aktris Terbaik dalam Peran Utama - Musikal atau Komedi atas penampilannya tersebut.[87]
Pada bulan Agustus, Monroe juga mulai menjalani syuting produksi independen pertama MMP, The Prince and the Showgirl, di Pinewood Studios di Inggris.[185] Diangkat dari sebuah pementasan teater tahun 1953 karya Terence Rattigan, film ini disutradarai, diproduseri bersama, serta dibintangi oleh Laurence Olivier.[172] Proses produksi menjadi rumit akibat konflik antara Olivier dan Monroe.[186] Olivier, yang juga menyutradarai dan membintangi pementasan teater tersebut, membuatnya marah dengan pernyataan yang merendahkan, "Yang perlu kau lakukan hanyalah tampil seksi", serta tuntutannya agar Monroe meniru interpretasi panggung Vivien Leigh atas karakter tersebut.[187] Ia juga tidak menyukai kehadiran konstan Paula Strasberg, pelatih akting Monroe, di lokasi syuting.[188] Sebagai balasan, Monroe menjadi tidak kooperatif dan mulai sengaja datang terlambat, lalu di kemudian hari menyatakan, "jika Anda tidak menghormati seniman Anda, mereka tidak akan bisa bekerja dengan baik."[186] Monroe juga mengalami masalah lain selama produksi. Ketergantungannya pada obat-obatan meningkat dan, menurut Spoto, ia mengalami keguguran.[189] Ia dan Greene juga berselisih mengenai bagaimana MMP seharusnya dijalankan.[189] Meskipun menghadapi berbagai kesulitan, syuting selesai sesuai jadwal pada akhir tahun 1956.[190] The Prince and the Showgirl dirilis dengan ulasan beragam pada Juni 1957 dan kurang populer di kalangan penonton Amerika.[191] Film ini diterima lebih baik di Eropa, tempat ia dianugerahi penghargaan David di Donatello dari Italia dan Penghargaan César dari Prancis, serta dinominasikan untuk penghargaan BAFTA.[192]
Setelah kembali dari Inggris, Monroe mengambil hiatus selama 18 bulan untuk berkonsentrasi pada kehidupan keluarga. Ia dan Miller membagi waktu mereka antara Kota New York, Connecticut, dan Long Island.[193] Ia mengalami kehamilan ektopik pada pertengahan 1957 dan keguguran satu tahun kemudian;[194] masalah-masalah ini paling mungkin berkaitan dengan kondisi endometriosis yang diidapnya.[195][j] Monroe juga sempat dirawat di rumah sakit akibat overdosis barbiturat.[198] Karena ia dan Greene tidak dapat menyelesaikan perselisihan mereka mengenai MMP, Monroe membeli seluruh saham Greene di perusahaan tersebut.[199]

Monroe kembali ke Hollywood pada Juli 1958 untuk beradu akting dengan Jack Lemmon dan Tony Curtis dalam film komedi karya Billy Wilder tentang peran gender, Some Like It Hot.[200] Ia menganggap peran Sugar Kane sebagai tipe "si pirang yang bodoh" lainnya, tetapi menerimanya atas dorongan Miller serta tawaran 10% dari keuntungan film di luar gaji standarnya.[201] Proses produksi film yang rumit sejak saat itu menjadi "legendaris".[202] Monroe menuntut puluhan kali pengambilan ulang, tidak menghafal dialognya, atau tidak berakting sesuai arahan—Curtis secara terkenal mengatakan bahwa menciumnya "seperti mencium Hitler" karena banyaknya jumlah pengambilan ulang.[203] Secara pribadi, Monroe mengibaratkan produksi tersebut seperti kapal tenggelam dan mengomentari lawan main serta sutradaranya dengan menyatakan bahwa ia tidak perlu khawatir karena tidak akan kehilangan simbol falus.[204] Banyak dari masalah tersebut bersumber dari ketidaksepakatan antara dirinya dan Wilder—yang juga memiliki reputasi sulit diajak bekerja sama—mengenai bagaimana ia harus membawakan peran tersebut.[205] Ia membuat Wilder marah dengan meminta mengubah banyak adegannya, yang pada gilirannya memperburuk demam panggungnya, dan diduga bahwa ia sengaja merusak beberapa adegan agar dapat memainkannya sesuai caranya sendiri.[205]
Pada akhirnya, Wilder merasa puas dengan penampilan Monroe dan menyatakan bahwa siapa pun bisa menghafal dialog, tetapi dibutuhkan seorang seniman sejati untuk datang ke lokasi syuting tanpa menghafal dialognya tetapi tetap mampu memberikan penampilan sebagus itu.[206] Some Like It Hot meraih kesuksesan kritis dan komersial ketika dirilis pada Maret 1959.[207] Penampilan Monroe membuatnya memenangkan Golden Globe untuk kategori Aktris Terbaik dalam Peran Utama - Musikal atau Komedi,[208] dan mendorong majalah Variety menyebutnya sebagai seorang komedian wanita dengan kombinasi daya tarik seks dan penentuan waktu yang tak tertandingi.[192][209] Film ini terpilih sebagai salah satu film terbaik yang pernah dibuat dalam jajak pendapat oleh BBC,[210] American Film Institute,[211] dan majalah Sight & Sound.[212]
1960–1962: Kemunduran karier dan kesulitan pribadi
Setelah Some Like It Hot, Monroe mengambil hiatus lagi hingga akhir tahun 1959, ketika ia membintangi komedi musikal Let's Make Love.[213] Ia memilih George Cukor untuk menyutradarai dan Miller menulis ulang beberapa bagian naskah, yang dianggap Monroe lemah. Ia menerima peran tersebut semata-mata karena masih berutang kewajiban kontrak dengan Fox.[214] Produksi film tersebut tertunda akibat dirinya yang sering tidak hadir di lokasi syuting.[213] Selama proses syuting, Monroe menjalin hubungan asmara dengan lawan mainnya, Yves Montand, yang dilaporkan secara luas oleh pers dan dimanfaatkan dalam kampanye publisitas film tersebut.[215] Let's Make Love tidak sukses saat dirilis pada September 1960.[216] Crowther menggambarkan Monroe sebagai sosok yang tampak agak tidak rapi dan tidak lagi memiliki dinamisme yang menjadi ciri khasnya pada masa sebelumnya.[217] Hedda Hopper menyebut film tersebut sebagai "film paling vulgar yang pernah ia buat".[218] Truman Capote melobi agar Monroe memerankan Holly Golightly dalam adaptasi film dari Breakfast at Tiffany's, tetapi peran tersebut jatuh kepada Audrey Hepburn karena para produser khawatir Monroe akan menyulitkan proses produksi.[219]
Film terakhir yang diselesaikan Monroe adalah The Misfits (1961) karya John Huston, yang ditulis oleh Miller untuk memberinya peran dramatis.[220] Ia memerankan Roslyn, yang baru saja mendapatkan perceraian cepat di Reno, Nevada, dan berteman dengan tiga koboi yang kian menua, yang diperankan oleh Clark Gable, Eli Wallach, dan Montgomery Clift. Proses syuting di gurun Nevada antara bulan Juli dan November 1960 berjalan sulit.[221] Pernikahan Monroe dan Miller pada dasarnya telah berakhir dan Miller mulai menjalin hubungan dengan fotografer lokasi syuting, Inge Morath.[220] Monroe kesal karena Miller mendasarkan karakter Roslyn sebagian pada dirinya dan menganggap karakter tersebut inferior dibandingkan peran-peran pria. Ia juga kesulitan menghadapi kebiasaan Miller yang menulis ulang adegan pada malam hari sebelum syuting.[222] Kesehatannya juga kian memburuk: ia menderita sakit akibat batu empedu dan kecanduan obat-obatannya begitu parah sehingga tata riasnya biasanya harus dipasangkan saat ia masih tertidur di bawah pengaruh barbiturat.[223] Pada bulan Agustus, syuting dihentikan sementara agar ia dapat menjalani seminggu detoksifikasi obat di rumah sakit.[223] Meskipun menghadapi berbagai masalah, Huston menyatakan bahwa ketika Monroe berakting, ia "tidak berpura-pura merasakan suatu emosi. Itu adalah hal yang nyata. Ia akan menyelam jauh ke dalam dirinya, menemukannya, dan membawanya ke dalam kesadaran."[224]

Monroe dan Miller berpisah setelah syuting berakhir, dan ia memperoleh perceraian Meksiko pada Januari 1961.[225] The Misfits dirilis pada bulan berikutnya, tetapi gagal di box office.[226] Ulasannya beragam,[226] dengan majalah Variety mengeluhkan pengembangan karakter yang sering kali "terputus-putus",[227] dan Bosley Crowther menyebut Monroe "sepenuhnya hampa dan sulit dipahami" serta menulis bahwa "sayangnya bagi struktur film ini, segalanya bertumpu padanya".[228] Film ini menerima ulasan yang lebih positif pada abad ke-21. Geoff Andrew dari British Film Institute menyebutnya sebagai film klasik,[229] akademisi pakar Huston, Tony Tracy, menyebut penampilan Monroe sebagai "interpretasi paling matang dalam kariernya",[230] dan Geoffrey McNab dari surat kabar The Independent memuji penggambaran "luar biasa" Monroe atas "kekuatan empati" karakter tersebut.[231] Monroe selanjutnya dijadwalkan membintangi adaptasi televisi dari cerita pendek karya W. Somerset Maugham, "Rain", untuk jaringan NBC, tetapi proyek tersebut batal karena pihak jaringan televisi menolak mempekerjakan sutradara pilihannya, Lee Strasberg.[232] Ia tidak membintangi proyek baru apa pun pada tahun 1961, melainkan berfokus pada kesehatannya. Ia menjalani operasi untuk endometriosis dan masalah kantung empedunya, serta menjalani perawatan rumah sakit selama empat minggu untuk mengatasi depresi.[233] Ia pertama kali mendaftarkan dirinya ke Klinik Psikiatri Payne Whitney, tetapi secara keliru ditempatkan di bangsal yang ditujukan untuk orang-orang dengan psikosis, tempat ia dikunci di ruang isolasi berdinding berlapis bantalan dan tidak diizinkan untuk dipindahkan ke bangsal yang lebih sesuai ataupun meninggalkan rumah sakit.[234] Setelah tiga hari, ia berhasil pindah ke Pusat Medis Universitas Columbia yang lebih sesuai dengan bantuan mantan suaminya, Joe DiMaggio, yang dengannya ia menjalin kembali hubungan persahabatan.[235] Pada akhir tahun 1961, ia berpacaran dengan Frank Sinatra selama beberapa bulan, lalu kembali tinggal di California dan membeli sebuah rumah di 12305 Fifth Helena Drive di Brentwood, Los Angeles.[236]

Monroe kembali ke hadapan publik pada musim semi 1962. Ia menerima penghargaan "World Film Favorite" di Penghargaan Golden Globe ke-19 dan mulai menjalani syuting film untuk Fox, Something's Got to Give, sebuah versi pembuatan ulang dari My Favorite Wife (1940).[237] Film ini rencananya diproduseri bersama oleh MMP, disutradarai oleh George Cukor, serta dibintangi bersama Dean Martin dan Cyd Charisse.[238] Beberapa hari sebelum syuting dimulai, Monroe terserang sinusitis. Meskipun ada saran medis untuk menunda produksi, Fox tetap memulainya sesuai rencana pada akhir April.[239] Monroe terlalu sakit untuk bekerja selama sebagian besar dari enam minggu berikutnya, tetapi terlepas dari konfirmasi oleh beberapa dokter, pihak studio menekannya dengan menuduh secara terbuka bahwa ia berpura-pura sakit.[239] Pada 19 Mei, ia mengambil jeda untuk menyanyikan "Happy Birthday, Mr. President" di atas panggung dalam perayaan ulang tahun lebih awal Presiden John F. Kennedy di Madison Square Garden, New York.[240] Ia menarik perhatian dengan kostumnya: sebuah gaun ketat berwarna krem yang dihiasi batu-batu imitasi, membuatnya tampak seolah-olah tanpa busana.[240][k] Perjalanan Monroe ke New York makin memicu kekesalan para eksekutif Fox, yang sebenarnya menginginkannya untuk membatalkan perjalanan tersebut.[242]
Monroe selanjutnya melakukan syuting adegan untuk Something's Got to Give tempat ia berenang tanpa busana di kolam renang.[243] Untuk menciptakan publisitas awal, pers diundang untuk mengambil foto; foto-foto tersebut kemudian diterbitkan di majalah Life. Ini merupakan pertama kalinya seorang bintang besar berpose tanpa busana di puncak kariernya.[244] Ketika ia kembali mengambil cuti sakit selama beberapa hari, Fox memutuskan bahwa studio tidak sanggup jika ada film lain yang terlambat dari jadwal, di saat mereka sedang berjuang menghadapi pembengkakan biaya produksi Cleopatra (1963).[245] Pada 7 Juni, Fox memecat Monroe dan menggugatnya sebesar $750.000 atas ganti rugi (setara dengan $6.000.000pada 2024).[246] Ia digantikan oleh Lee Remick, tetapi setelah Martin menolak untuk melanjutkan film tersebut dengan orang lain selain Monroe, Fox juga menggugat Martin dan menghentikan produksi film tersebut.[247] Pihak studio menyalahkan Monroe atas kegagalan produksi film tersebut dan mulai menyebarkan publisitas negatif tentang dirinya, bahkan menuduh bahwa ia mengalami gangguan mental.[246]
Fox segera menyesali keputusannya dan membuka kembali negosiasi dengan Monroe pada akhir bulan Juni; kesepakatan mengenai kontrak baru, termasuk melanjutkan kembali Something's Got to Give dan peran utama dalam komedi gelap What a Way to Go! (1964), dicapai pada musim panas tahun itu.[248] Ia juga berencana membintangi sebuah film biopik tentang Jean Harlow.[249] Untuk memulihkan citra publiknya, Monroe melakukan beberapa upaya publisitas, termasuk wawancara dengan majalah Life dan Cosmopolitan, serta sesi pemotretan pertamanya untuk majalah Vogue.[250] Untuk Vogue, ia dan fotografer Bert Stern berkolaborasi untuk dua seri foto selama tiga hari, satu berupa editorial busana standar dan yang lainnya berpose tanpa busana, yang kemudian diterbitkan secara anumerta dengan judul The Last Sitting.[251]
Kematian dan pemakaman
Selama bulan-bulan terakhirnya, Monroe tinggal di 12305 Fifth Helena Drive di kawasan Brentwood, Los Angeles. Pengurus rumah tangganya, Eunice Murray, menginap di rumah tersebut pada malam tanggal 4 Agustus 1962.[252] Murray terbangun pada pukul 03.00 dini hari pada tanggal 5 Agustus dan merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia melihat cahaya dari bawah pintu kamar tidur Monroe, tetapi tidak mendapat tanggapan dan mendapati pintu kamar dalam keadaan terkunci. Murray kemudian menghubungi psikiater Monroe, Ralph Greenson, yang tiba di rumah tidak lama kemudian dan mendobrak masuk ke kamar tidur melalui jendela. Ia menemukan Monroe yang tanpa busana telah tewas di atas tempat tidurnya, tertutup selembar seprai, dengan tangannya menggenggam gagang telepon.[252] Dokter pribadi Monroe, Hyman Engelberg, tiba sekitar pukul 03.50 dini hari[252] dan menyatakan kematiannya. Pada pukul 04.25 dini hari, Departemen Kepolisian Los Angeles diberi tahu.[252]
Monroe diperkirakan meninggal antara pukul 20.30 dan 22.30 pada 4 Agustus;[253] laporan toksikologi menunjukkan bahwa penyebab kematiannya adalah keracunan barbiturat akut. Ia memiliki kandungan 8 mg% (miligram per 100 mililiter larutan) kloral hidrat dan 4,5 mg% pentobarbital (Nembutal) dalam darahnya, serta 13 mg% pentobarbital di dalam hatinya.[254] Botol-botol obat kosong ditemukan di samping tempat tidurnya.[255] Kemungkinan bahwa Monroe mengalami overdosis yang tidak disengaja telah disingkirkan karena dosis yang ditemukan di dalam tubuhnya beberapa kali lipat melebihi batas mematikan.[256]

Dalam penyelidikannya, Kantor Pemeriksa Kematian Wilayah Los Angeles dibantu oleh Tim Pencegahan Bunuh Diri Los Angeles, yang memiliki keahlian khusus mengenai masalah bunuh diri.[255] Dokter-dokter Monroe menyatakan bahwa ia "rentan terhadap ketakutan parah dan depresi yang sering terjadi" disertai "perubahan suasana hati yang mendadak dan tak terduga", serta pernah beberapa kali mengalami overdosis di masa lalu, yang kemungkinan dilakukan secara sengaja.[256][257] Dari fakta-fakta tersebut dan ketiadaan indikasi tindak kejahatan, wakil pemeriksa kematian Thomas Noguchi mengklasifikasikan kematiannya sebagai kemungkinan besar bunuh diri.[258]
Kematian mendadak Monroe menjadi berita halaman depan di Amerika Serikat dan Eropa.[259] Menurut sejarawan Lois Banner, tingkat bunuh diri di Los Angeles dikabarkan meningkat dua kali lipat pada bulan setelah kematian Monroe, sementara tingkat sirkulasi sebagian besar surat kabar juga melonjak pada periode tersebut.[259] Surat kabar Chicago Tribune melaporkan bahwa mereka menerima ratusan panggilan telepon dari masyarakat yang meminta informasi tentang kematiannya.[260] Seniman Prancis Jean Cocteau berkomentar bahwa kematiannya "harus menjadi pelajaran mengerikan bagi semua orang yang mata pencaharian utamanya adalah mematai-matai dan menyiksa bintang film", mantan lawan mainnya Laurence Olivier menganggapnya sebagai "korban seutuhnya dari publisitas berlebihan dan sensasi", sedangkan sutradara Bus Stop Joshua Logan menyatakan bahwa ia adalah "salah satu orang yang paling tidak dihargai di dunia".[261]

Pemakaman Monroe, yang diadakan di Taman Pemakaman Westwood Village Memorial Park pada 8 Agustus, berlangsung secara tertutup dan hanya dihadiri oleh kerabat terdekatnya.[262] Upacara pemakaman diatur oleh DiMaggio, Miracle, dan manajer bisnis Monroe, Inez Melson.[262] DiMaggio adalah satu-satunya mantan suaminya yang hadir.[263] Ia melarang sebagian besar kalangan Hollywood untuk hadir karena percaya bahwa mereka ikut bertanggung jawab atas kematiannya.[264] Ratusan penonton memadati jalan-jalan di sekitar pemakaman.[262] Monroe kemudian dimakamkan di Corridor of Memories.[265]
Dalam dekade-dekade berikutnya, beberapa teori konspirasi, termasuk pembunuhan dan overdosis yang tidak disengaja, bermunculan untuk membantah bunuh diri sebagai penyebab kematian Monroe.[266] Spekulasi bahwa Monroe telah dibunuh pertama kali menarik perhatian publik secara luas melalui penerbitan buku karya Norman Mailer, Marilyn: A Biography, pada tahun 1973, dan pada tahun-tahun berikutnya menjadi cukup meluas sehingga Jaksa Distrik County Los Angeles John Van de Kamp melakukan "penyelidikan awal" pada tahun 1982 untuk melihat apakah penyelidikan kriminal perlu dibuka.[267] Tidak ditemukan bukti adanya tindak kejahatan.[268]
Persona layar dan penerimaan
Tahun 1940-an merupakan masa kejayaan bagi aktris-aktris yang dipandang tangguh dan cerdas—seperti Katharine Hepburn dan Barbara Stanwyck—yang memikat mayoritas penonton wanita selama tahun-tahun perang. 20th Century-Fox menginginkan Monroe menjadi bintang dekade baru yang akan menarik kaum pria ke bioskop, dan memandangnya sebagai pengganti Betty Grable yang kian menua, "bom seks berambut pirang" (blonde bombshell) paling populer pada dekade 1940-an.[269]

Sejak awal, Monroe memainkan peran penting dalam pembentukan citra publiknya dan menjelang akhir kariernya ia memegang kendali hampir penuh atas citra tersebut.[270][271] Ia merancang banyak strategi publisitasnya, menjalin persahabatan dengan penulis kolom gosip seperti Sidney Skolsky dan Louella Parsons, serta mengendalikan penggunaan foto-fotonya.[272] Selain Grable, ia sering dibandingkan dengan bintang wanita berambut pirang terkenal lainnya, bintang film tahun 1930-an Jean Harlow.[273] Perbandingan tersebut sebagian didorong oleh Monroe sendiri, yang menyebut Harlow sebagai idola masa kecilnya, ingin memerankannya dalam film biopik, dan bahkan mempekerjakan penata rambut Harlow untuk mewarnai rambutnya.[274]
Persona layar Monroe berfokus pada rambut pirangnya dan stereotipe yang dikaitkan dengannya, terutama kebodohan, kepolosan, ketersediaan secara seksual, dan sifat buatan.[275] Ia sering menggunakan suara keanak-anakan berbisik lembut dalam film-filmnya dan dalam wawancara memberikan kesan bahwa segala sesuatu yang dikatakannya "sepenuhnya polos dan tanpa perhitungan", memarodikan dirinya sendiri dengan makna ganda yang kemudian dikenal sebagai "Monroeisme".[276] Sebagai contoh, ketika ditanya apa yang dikenakannya dalam pemotretan tanpa busana tahun 1949, ia menjawab, "Saya memasang radio" (I had the radio on).[277]
Dalam film-filmnya, Monroe biasanya memerankan "sang gadis", karakter yang semata-mata didefinisikan oleh jenis kelaminnya.[278] Perannya hampir selalu merupakan gadis paduan suara, sekretaris, atau model: pekerjaan-pekerjaan tempat "wanita dipamerkan, hadir demi kesenangan kaum pria."[278] Monroe mengawali kariernya sebagai model pin-up dan dikenal karena bentuk tubuhnya yang seperti jam pasir.[279] Dalam adegan-adegan film, ia sering diposisikan sedemikian rupa agar siluet tubuhnya yang berlekuk terpampang jelas dan kerap berpose layaknya model pin-up dalam foto-foto publisitas.[279] Gaya berjalannya yang khas dengan pinggul bergoyang juga menarik perhatian ke tubuhnya dan membuatnya dijuluki "gadis dengan gaya berjalan horizontal".[104]
Monroe sering mengenakan pakaian putih untuk mempertegas rambut pirangnya dan menarik perhatian dengan memakai busana terbuka yang menonjolkan bentuk tubuhnya.[280] Aksi publisitasnya sering kali berkisar pada pakaiannya yang sangat terbuka atau bahkan mengalami malafungsi,[281] seperti saat tali gaunnya putus di bagian bahu dalam sebuah konferensi pers.[281] Dalam pemberitaan pers, Monroe digambarkan sebagai perwujudan dari Impian Amerika, seorang gadis yang bangkit dari masa kecil yang menderita menuju ketenaran Hollywood.[282] Kisah-kisah tentang masa yang dihabiskannya di keluarga asuh dan panti asuhan dibesar-besarkan, bahkan sebagian di antaranya merupakan rekaan semata.[283] Pakar film Thomas Harris menulis bahwa latar belakang kelas pekerja dan ketiadaan keluarga membuat Monroe tampak lebih mudah dijangkau secara seksual, sebagai "teman bermain yang ideal", berlawanan dengan aktris seangkatan dengannya, Grace Kelly, yang juga dipasarkan sebagai wanita pirang yang menarik, tetapi karena latar belakang kelas atasnya dipandang sebagai aktris yang anggun dan sulit digapai oleh mayoritas penonton pria.[284]
Meskipun persona layar Monroe sebagai wanita pirang yang dungu tetapi menarik secara seksual merupakan akting yang dirancang secara cermat, penonton dan kritikus film mempercayainya sebagai kepribadian aslinya. Hal ini menjadi hambatan ketika ia ingin mengejar jenis peran lain atau dihormati sebagai seorang wanita pengusaha.[285] Akademisi Sarah Churchwell mempelajari narasi-narasi tentang Monroe dan menyimpulkan bahwa anggapan bahwa Monroe sosok yang bodoh, rapuh, serta tidak pandai berakting hanyalah mitos belaka. Menurutnya, Monroe sebenarnya sangat cerdas dan tangguh—dua modal utama yang dibutuhkannya untuk menaklukkan sistem studio Hollywood pada dekade 1950-an—meskipun ia tidak menempuh pendidikan formal dan sensitif mengenai hal tersebut. Churchwell menambahkan bahwa peran wanita pirang bodoh itu hanyalah murni akting, dan Monroe adalah aktris yang sangat ulung hingga publik percaya ia benar-benar sama seperti karakter yang diperankannya di layar.[286]

Biografer Lois Banner menulis bahwa Monroe sering secara halus memarodikan status simbol seksnya dalam film-film dan penampilan publiknya,[287] dan bahwa "karakter 'Marilyn Monroe' yang diciptakannya merupakan arketipe yang cemerlang, yang berdiri di antara Mae West dan Madonna dalam tradisi penipu gender abad kedua puluh."[288] Monroe sendiri menyatakan bahwa ia dipengaruhi oleh West, mempelajari "beberapa trik darinya—kesan menertawakan, atau mengejek, seksualitasnya sendiri".[289] Ia mempelajari komedi dalam kelas-kelas pantomim dan penari Lotte Goslar, yang terkenal dengan pertunjukan panggung komedinya, dan Goslar juga membimbingnya di lokasi syuting.[290] Dalam Gentlemen Prefer Blondes, salah satu film tempat ia memerankan wanita pirang bodoh yang arketipikal, Monroe meminta agar kalimat "I can be smart when it's important, but most men don't like it" (terj. har. 'Aku bisa jadi cerdas kalau memang penting, tapi kebanyakan pria tidak menyukainya') ditambahkan ke dalam dialog karakternya.[291]
Menurut pakar film Richard Dyer, Monroe menjadi nama yang hampir identik dengan seks pada dekade 1950-an dan "citranya harus ditempatkan dalam arus gagasan tentang moralitas dan seksualitas yang mencirikan dekade Lima Puluhan di Amerika", seperti gagasan Freudian tentang seks, Laporan Kinsey (1953), dan buku karya Betty Friedan, The Feminine Mystique (1963).[292] Dengan tampil rentan dan tidak menyadari daya tarik seksualnya, Monroe merupakan simbol seks pertama yang menampilkan seks sebagai sesuatu yang alami dan tanpa bahaya, berlawanan dengan sosok femme fatale pada dekade 1940-an.[293] Biografer Donald Spoto senada menggambarkannya sebagai perwujudan dari "ideal gadis Amerika pascaperang, lembut, secara transparan membutuhkan perlindungan, memuja pria, lugu, menawarkan seks tanpa tuntutan", yang digemakan dalam pernyataan Molly Haskell bahwa "ia adalah rekaan dekade Lima Puluhan, kebohongan bahwa wanita tidak memiliki kebutuhan seksual, bahwa ia ada untuk melayani, atau memenuhi, kebutuhan pria."[294] Penulis zaman Monroe, Norman Mailer, menulis bahwa "Marilyn memberi kesan bahwa seks mungkin sulit dan berbahaya bersama orang lain, tetapi seperti es krim jika bersamanya", sementara Groucho Marx mengarakterisasikannya sebagai "gabungan antara Mae West, Theda Bara, dan Bo Peep menjadi satu".[295] Menurut Haskell, karena statusnya sebagai simbol seks, Monroe kurang populer di kalangan wanita dibandingkan pria, karena kaum wanita "tidak dapat merasa terhubung dengannya dan tidak mendukungnya", meskipun hal ini berubah setelah kematiannya.[296]
Dyer juga berargumen bahwa rambut pirang Monroe menjadi ciri khas utamanya karena membuatnya "tidak ambigu secara rasial" dan sepenuhnya berkulit putih tepat ketika gerakan hak-hak sipil dimulai dan bahwa ia harus dipandang sebagai simbol rasisme dalam budaya populer abad kedua puluh.[297] Banner sepakat bahwa mungkin bukan kebetulan Monroe memelopori tren aktris berambut pirang platina di tengah gerakan hak-hak sipil, tetapi ia juga mengkritik Dyer dengan menunjukkan bahwa dalam kehidupan pribadinya yang sangat dipublikasikan, Monroe bergaul dengan orang-orang yang dipandang sebagai "kelompok etnis kulit putih", seperti Joe DiMaggio (Amerika-Italia) dan Arthur Miller (Yahudi).[298] Menurut Banner, Monroe terkadang menantang norma-norma rasial yang berlaku dalam foto-foto publisitasnya; sebagai contoh, dalam foto yang dimuat di majalah Look pada tahun 1951, ia ditampilkan mengenakan pakaian terbuka saat berlatih dengan pelatih vokal berdarah Afrika-Amerika, Phil Moore.[299] Monroe adalah penggemar penyanyi Afrika-Amerika Ella Fitzgerald dan terkenal pernah membantu karier Fitzgerald ketika ia meyakinkan klub malam Mocambo untuk mengontrak Fitzgerald dengan berjanji akan menghadiri pertunjukannya.[300]

Monroe dipandang secara khusus sebagai bintang Amerika, "sebuah institusi nasional yang sama terkenalnya dengan hot dog, pai apel, atau bisbol" menurut majalah Photoplay.[301] Banner menyebutnya sebagai simbol dari populuxe, seorang bintang yang citra publiknya yang ceria dan anggun "membantu bangsa tersebut mengatasi paranoia pada dekade 1950-an mengenai Perang Dingin, bom atom, dan Uni Soviet yang komunis totalitarian".[302] Sejarawan Fiona Handyside menulis bahwa penonton wanita Prancis mengaitkan kulit putih/rambut pirang dengan modernitas dan kebersihan Amerika, sehingga Monroe menjadi simbol dari wanita modern dan "terbebas" yang kehidupannya berlangsung di ranah publik.[303] Sejarawan film Laura Mulvey menganggap Monroe sebagai perwujudan dari dukungan terhadap budaya konsumen Amerika. Menurut Mulvey, jika Amerika Serikat hendak mengekspor "demokrasi kemewahan" ke Eropa pascaperang yang miskin, dunia perfilman menjadi etalase utamanya dan Monroe—dengan segala atribut khas Amerika serta seksualitasnya yang menonjol—menjadi simbol dari keterkaitan kompleks antara aspek ekonomi, politik, dan erotisme. Mulvey menambahkan bahwa pada pertengahan 1950-an, Monroe mewakili jenis kemewahan tanpa kelas yang dapat dijangkau oleh siapa saja yang menggunakan kosmetik, stoking, dan pemutih rambut buatan Amerika.[304]
Twentieth Century-Fox makin meraup keuntungan dari kepopuleran Monroe dengan mengorbitkan beberapa aktris yang mirip dengannya, seperti Jayne Mansfield dan Sheree North.[305] Studio-studio lain juga berusaha menciptakan sosok "Monroe" mereka sendiri: Universal Pictures dengan Mamie Van Doren,[306] Columbia Pictures dengan Kim Novak,[307] dan The Rank Organisation dengan Diana Dors.[308]
Dalam sebuah profil karya Truman Capote, guru akting Monroe, Constance Collier, menilai bahwa Monroe bukanlah seorang aktris dalam pengertian tradisional. Menurut Collier, keistimewaan Monroe—kehadirannya, daya pikat pancaran dirinya, serta kecerdasannya yang halus—terlalu rapuh untuk ditampilkan di panggung teater dan hanya bisa ditangkap oleh kamera, layaknya keindahan puitis burung kolibri yang sedang terbang yang hanya dapat diabadikan lewat lensa.[309]
Monroe mengagumi beberapa tokoh politik, terutama Abraham Lincoln, yang ia hormati karena hubungannya dengan rakyat biasa dan prinsip-prinsip demokratis, bahkan menggambarkannya sebagai sosok ayah.[310][311] Hak-hak sipil sangat penting baginya; dalam sebuah surat kepada putra Arthur Miller, ia menceritakan saat ia menanyai Robert F. Kennedy dalam sebuah jamuan makan malam mengenai rencana departemennya terkait hak-hak sipil, menekankan bahwa pertanyaan-pertanyaan semacam itulah yang ingin dijawab dan ditangani oleh kaum muda Amerika.[312][313] Monroe terdaftar sebagai anggota Partai Demokrat dan mengagumi para anggota partai tersebut termasuk John F. Kennedy, Robert F. Kennedy, dan William O. Douglas.[314][315] Ia juga menyumbangkan $1.000 (setara dengan $8.000pada 2024) kepada Partai Demokrat dengan membeli tiket untuk acara "Happy Birthday, Mr. President".[316][317]
Warisan

Menurut The Guide to United States Popular Culture, kepopuleran Monroe sebagai ikon budaya populer Amerika Serikat sejajar dengan figur-figur besar seperti Elvis Presley dan Mickey Mouse. Selain itu, tidak ada bintang lain yang mampu memicu spektrum emosi publik seluas dirinya, mulai dari hasrat, rasa iba, iri hati, hingga penyesalan.[318] Sejarawan seni Gail Levin menyatakan bahwa Monroe mungkin merupakan "orang yang paling banyak difoto pada abad ke-20",[112] dan Institut Film Amerika menamakannya sebagai legenda layar lebar perempuan terbesar keenam dalam sejarah perfilman Amerika. Smithsonian Institution memasukkannya ke dalam daftar "100 Tokoh Amerika Paling Signifikan Sepanjang Masa",[319] serta majalah Variety dan VH1 menempatkannya di posisi sepuluh besar dalam peringkat ikon budaya populer terbesar abad kedua puluh.[320][321]
Ratusan buku telah ditulis tentang Monroe. Ia telah menjadi subjek dari berbagai film, drama panggung, opera, dan lagu, serta memengaruhi para seniman dan penghibur seperti Andy Warhol dan Madonna.[322][323] Film dokumenter juga telah dibuat mengenai kehidupannya, seperti The Legend of Marilyn Monroe (1966, dinarasikan oleh John Huston) dan Marilyn (1963, dibawakan oleh Rock Hudson).
Ia juga tetap menjadi merek yang berharga dalam dunia periklanan:[324] citra dan namanya telah dilisensikan untuk ratusan produk dan ia pernah ditampilkan dalam iklan untuk merek-merek seperti Max Factor, Chanel, Mercedes-Benz, dan Absolut Vodka.[325][326]
Kepopuleran Monroe yang bertahan lama berkaitan erat dengan citra publiknya yang bertolak belakang.[327] Di satu sisi, ia tetap menjadi simbol seks, ikon kecantikan, dan salah satu bintang paling terkenal dari perfilman klasik Hollywood.[328][329][330] Di sisi lain, ia juga dikenang karena kehidupan pribadinya yang penuh masalah, masa kecilnya yang tidak stabil, perjuangannya untuk mendapatkan penghormatan profesional, serta kematiannya dan teori-teori konspirasi yang mengelilinginya.[331] Kehidupannya telah ditulis oleh para akademisi dan jurnalis yang tertarik pada isu gender dan feminisme;[332] para penulis ini meliputi Gloria Steinem, Jacqueline Rose,[333] Molly Haskell,[334] Sarah Churchwell,[326] dan Lois Banner.[335] Beberapa orang, seperti Steinem, memandangnya sebagai korban dari sistem studio.[336][332] Sementara yang lain, seperti Haskell,[337] Rose,[333] dan Churchwell,[326] sebaliknya menekankan peran proaktif Monroe dalam kariernya dan dalam pembentukan persona publiknya.

Berkat kontras antara ketenarannya dan kehidupan pribadinya yang penuh masalah, Monroe erat kaitannya dengan diskusi-diskusi yang lebih luas mengenai fenomena modern seperti media massa, ketenaran, dan budaya konsumen.[338] Menurut akademisi Susanne Hamscha, Monroe terus relevan dengan diskusi yang berkembang tentang masyarakat modern, dan ia "tidak pernah sepenuhnya ditempatkan dalam satu waktu atau tempat" melainkan telah menjadi "sebuah permukaan tempat narasi-narasi budaya Amerika dapat di[re]konstruksi".[338] Senada dengan itu, Banner menyebut Monroe sebagai "bunglon abadi" (eternal shapeshifter) yang diciptakan kembali oleh "setiap generasi, bahkan setiap individu... sesuai dengan preferensi mereka sendiri".[339]
Monroe tetap menjadi ikon budaya, tetapi para kritikus terbelah mengenai warisannya sebagai seorang aktris. David Thomson menyebut kumpulan karyanya "tidak berbobot"[340] dan Pauline Kael menulis bahwa ia "menggunakan ketiadaan keterampilan beraktingnya untuk menghibur publik. Ia memiliki kecerdasan atau kekasaran atau keputusasaan untuk mengubah ketelanjangan sensual menjadi seni peran—dan sebaliknya; ia melakukan apa yang orang lain tidak lakukan karena pertimbangan 'selera baik'".[341] Sebaliknya, Peter Bradshaw menulis bahwa Monroe adalah seorang komedian berbakat yang "memahami bagaimana komedi mencapai efeknya",[342] dan Roger Ebert menulis bahwa "keanehan dan neurosis Monroe di lokasi syuting menjadi sangat dikenal buruk, tetapi pihak studio tetap memaklumi dan mempertahankannya jauh setelah aktris lain akan didaftarhitamkan, karena apa yang mereka dapatkan kembali di layar lebar terasa begitu ajaib".[343] Jonathan Rosenbaum menyatakan bahwa "ia secara halus meruntuhkan konten seksis dari materi perannya" dan bahwa "kesulitan beberapa orang dalam mengenali kecerdasan Monroe sebagai seorang aktris sepertinya berakar pada ideologi era represif, ketika wanita yang sangat feminin dianggap tidak boleh cerdas".[344]
Pada tahun 2019, majalah Time membuat 89 sampul baru untuk merayakan tokoh wanita tahun ini (Women of the Year) mulai dari tahun 1920; majalah tersebut memilih Monroe untuk tahun 1954.[345] Pada tahun 2024, Dewan Kota Los Angeles menyetujui penetapan rumah Monroe sebagai Monumen Budaya Bersejarah.[346] Pada bulan Juni 2026, bertepatan dengan ulang tahun Monroe yang ke-100, surat cinta 8 halaman miliknya, sebuah gaun Dior, dan catatan-catatan aktingnya dilelang di Heritage Auctions.[347]
Filmografi pilihan

- Dangerous Years (1947)
- The Asphalt Jungle (1950)
- All About Eve (1950)
- As Young as You Feel (1951)
- Clash by Night (1952)
- Don't Bother to Knock (1952)
- Monkey Business (1952)
- O. Henry's Full House (1952)
- Niagara (1953)
- Gentlemen Prefer Blondes (1953)
- How to Marry a Millionaire (1953)
- River of No Return (1954)
- There's No Business Like Show Business (1954)
- The Seven Year Itch (1955)
- Bus Stop (1956)
- The Prince and the Showgirl (1957)
- Some Like It Hot (1959)
- Let's Make Love (1960)
- The Misfits (1961)
- Something's Got to Give (1962–tidak selesai)
Catatan
- ↑ Monroe mengubah nama panggungnya menjadi nama resminya pada awal tahun 1956.[5][6]
- ↑ Monroe bercerita tentang pelecehan seksual yang dialaminya oleh seorang penyewa kamar ketika berusia delapan tahun kepada para biografernya, Ben Hecht, pada tahun 1953–1954 dan Maurice Zolotow pada tahun 1960, serta dalam wawancara untuk Paris Match dan Cosmopolitan.[26] Meskipun menolak menyebutkan nama pelaku pelecehan tersebut, Banner percaya bahwa pelaku tersebut adalah George Atkinson, karena ia adalah penyewa kamar dan mengasuh Monroe ketika Monroe berusia delapan tahun; Banner juga menyatakan bahwa deskripsi pelaku oleh Monroe cocok dengan deskripsi lain tentang Atkinson.[27] Banner berpendapat bahwa pelecehan tersebut mungkin menjadi faktor penyebab utama masalah kesehatan mental Monroe. Ia juga menulis bahwa karena topik tersebut tabu di Amerika Serikat pertengahan abad ke-20, Monroe merupakan hal yang tidak biasa karena berani membicarakannya secara terbuka.[28] Spoto tidak menyebutkan insiden tersebut tetapi menyatakan bahwa Monroe dilecehkan secara seksual oleh suami Grace pada tahun 1937 dan oleh seorang sepupu saat tinggal bersama seorang kerabat pada tahun 1938.[29] Barbara Leaming mengulang kisah pelecehan versi Monroe, tetapi biografer sebelumnya seperti Fred Guiles, Anthony Summers, dan Carl Rollyson meragukan insiden tersebut karena kurangnya bukti selain dari pernyataan Monroe sendiri.[30]
- ↑ Pemilik RKO, Howard Hughes, telah menunjukkan ketertarikan pada Monroe setelah melihatnya di sampul majalah.[58]
- ↑ Terkadang diklaim bahwa Monroe muncul sebagai figuran dalam film Fox lainnya selama periode ini, termasuk Green Grass of Wyoming, The Shocking Miss Pilgrim, dan You Were Meant For Me, tetapi tidak ada bukti yang mendukung hal ini.[64]
- ↑ Baumgarth awalnya tidak puas dengan foto-foto tersebut, tetapi menerbitkan salah satunya pada tahun 1950; Monroe baru teridentifikasi secara publik sebagai modelnya pada tahun 1952. Meskipun ia kemudian meredam skandal yang terjadi dengan mengeklaim bahwa ia terpaksa berpose tanpa busana karena sangat membutuhkan uang, biografer Spoto dan Banner menyatakan bahwa ia tidak ditekan (meskipun menurut Banner, ia awalnya ragu-ragu karena cita-citanya menjadi bintang film) dan menganggap pemotretan tersebut hanya sebagai tugas pekerjaan biasa.[76]
- ↑ Selain All About Eve dan The Asphalt Jungle, film-film Monroe pada tahun 1950 adalah Love Happy, A Ticket to Tomahawk, Right Cross, dan The Fireball. Monroe juga memiliki peran dalam Home Town Story, yang dirilis pada tahun 1951.
- ↑ Monroe dan Greene pertama kali bertemu serta menjalin hubungan singkat pada tahun 1949, dan bertemu kembali pada tahun 1953 ketika Greene memotretnya untuk majalah Look. Monroe menyampaikan keluh kesahnya tentang pihak studio, dan Greene menyarankan agar mereka mendirikan perusahaan produksi sendiri.[154]
- ↑ Monroe menjalani psikoanalisis secara teratur sejak tahun 1955 hingga kematiannya. Para analisnya adalah psikiater Margaret Hohenberg (1955–57), Anna Freud (1957), Marianne Kris (1957–61), dan Ralph Greenson (1960–62).[162]
- ↑ Monroe merasa terhubung dengan bangsa Yahudi sebagai "kelompok yang terampas haknya" dan ingin berpindah agama agar menjadi bagian dari keluarga Miller.[181] Ia dibimbing oleh Rabi Robert Goldberg dan resmi berpindah agama pada 1 Juli 1956.[180] Ketertarikan Monroe terhadap Yudaisme sebagai sebuah agama terbilang terbatas: ia menyebut dirinya seorang "Ateis Yahudi" dan tidak lagi menjalankan ajaran agama tersebut setelah bercerai dari Miller, selain menyimpan beberapa benda keagamaan.[180] Mesir juga mencabut larangan atas film-filmnya setelah perceraian tersebut diresmikan pada tahun 1961.[180]
- ↑ Endometriosis juga menyebabkannya mengalami nyeri haid parah sepanjang hidupnya, sehingga membutuhkan klausul dalam kontraknya yang mengizinkannya untuk absen dari pekerjaan selama masa menstruasi; endometriosis ini juga mengharuskannya menjalani beberapa kali operasi.[195] Kadang-kadang diduga bahwa Monroe menjalani beberapa kali aborsi dan bahwa aborsi tidak aman yang dilakukan oleh orang-orang tanpa pelatihan medis yang tepat berkontribusi pada ketidakmampuannya untuk mempertahankan kehamilan.[196] Rumor aborsi tersebut berawal dari pernyataan yang dibuat oleh Amy Greene, istri Milton Greene, tetapi belum pernah dikonfirmasi oleh bukti konkret apa pun.[197] Selain itu, laporan autopsi Monroe tidak mencatat adanya bukti aborsi.[197]
- ↑ Monroe dan Kennedy memiliki teman bersama dan saling mengenal satu sama lain. Meskipun mereka terkadang melakukan hubungan seksual, tidak ada bukti bahwa hubungan mereka bersifat serius.[241]
Referensi
- ↑ "Birth of Marilyn Monroe Shown to Be Legitimate" [Kelahiran Marilyn Monroe Terbukti Sah]. The New York Times. Februari 13, 1981. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 6, 2021. Diakses tanggal November 4, 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hertel, Howard; Heff, Don (Agustus 6, 1962). "Marilyn Monroe Dies; Pills Blamed" [Marilyn Monroe Meninggal; Pil Disalahkan]. Los Angeles Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 25, 2015. Diakses tanggal September 23, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Chapman 2001, hlm. 542–543; Hall 2006, hlm. 468.
- ↑ "AFI's 100 Years...100 Stars: The 50 Greatest American Screen Legends" [AFI's 100 Years...100 Stars: 50 Legenda Layar Lebar Amerika Terhebat]. American Film Institute. Juni 16, 1999. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 13, 2013. Diakses tanggal November 5, 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Waxman, Olivia B. (September 5, 2018). "How Did Marilyn Monroe Get Her Name? This Photo Reveals the Story" [Bagaimana Marilyn Monroe Mendapatkan Namanya? Foto Ini Mengungkap Kisahnya]. Time. Diarsipkan dari asli tanggal April 1, 2025. Diakses tanggal Juni 6, 2021.
{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Monroe divorce papers for auction" [Berkas perceraian Monroe dilelang]. April 21, 2005. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 5, 2025. Diakses tanggal Maret 7, 2026 – via BBC News.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Spoto 2001, hlm. 3, 13–14; Banner 2012, hlm. 13.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 9–10; Rollyson 2014, hlm. 26–29.
- ↑ Miracle & Miracle 1994, hlm. lihat silsilah keluarga; Banner 2012, hlm. 19–20; Leaming 1998, hlm. 52–53.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 7–9; Banner 2012, hlm. 19.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 9 untuk tahun pasti ketika perceraian diresmikan; Banner 2012, hlm. 20; Leaming 1998, hlm. 52–53.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 88, untuk pertemuan pertama pada tahun 1944; Banner 2012, hlm. 72, untuk ibu yang memberi tahu Monroe tentang kakaknya pada tahun 1938.
- 1 2 Churchwell 2004, hlm. 150, mengutip Spoto dan Summers; Banner 2012, hlm. 24–25.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 149–152 mengutip Spoto, Summers, dan Guiles; Banner 2012, hlm. 26; Spoto 2001, hlm. 13.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 152; Banner 2012, hlm. 26; Spoto 2001, hlm. 13.
- ↑ Keslassy, Elsa (April 4, 2022). "Marilyn Monroe's Biological Father Revealed in Documentary 'Marilyn, Her Final Secret'" [Ayah Kandung Marilyn Monroe Terungkap dalam Dokumenter 'Marilyn, Her Final Secret']. Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 14, 2022. Diakses tanggal April 4, 2022.
{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Spoto 2001, hlm. 17–26; Banner 2012, hlm. 32–35.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 16–26; Churchwell 2004, hlm. 164; Banner 2012, hlm. 22–35.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 26–28; Banner 2012, hlm. 35–39; Leaming 1998, hlm. 54–55.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 26–28; Banner 2012, hlm. 35–39.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 155–156.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 155–156; Banner 2012, hlm. 39–40.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 100–101, 106–107, 215–216; Banner 2012, hlm. 39–42, 45–47, 62, 72, 91, 205.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 40–49; Churchwell 2004, hlm. 165; Banner 2012, hlm. 40–62.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 33–40; Banner 2012, hlm. 40–54.
- ↑ Banner 2012, hlm. 48–49.
- ↑ Banner 2012, hlm. 40–59.
- ↑ Banner 2012, hlm. 7, 40–59.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 55; Churchwell 2004, hlm. 166–173.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 166–173.
- ↑ Banner 2012, hlm. 27, 54–73.
- ↑ Banner 2012, hlm. 47–48.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 44–45; Churchwell 2004, hlm. 165–166; Banner 2012, hlm. 62–63.
- ↑ Banner 2012, hlm. 60–63.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 49–50; Banner 2012, hlm. 62–63 (lihat pula catatan kaki), 455.
- ↑ Banner 2012, hlm. 62–64.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 49–50; Banner 2012, hlm. 62–64, 455.
- ↑ Meryman, Richard (September 14, 2007). "Great interviews of the 20th century: 'When you're famous you run into human nature in a raw kind of way'" [Wawancara-wawancara hebat abad ke-20: 'Ketika Anda terkenal, Anda bertemu dengan sifat manusia secara murni']. The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 4, 2015. Diakses tanggal Oktober 21, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Spoto 2001, hlm. 51–67; Banner 2012, hlm. 62–86.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 68–69; Banner 2012, hlm. 75–77.
- ↑ Banner 2012, hlm. 73–76.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 67–69; Banner 2012, hlm. 86.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 67–69.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 70–75; Banner 2012, hlm. 86–90.
- ↑ Banner 2012, hlm. 86–90.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 70–75.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 70–78.
- 1 2 3 Spoto 2001, hlm. 83–86; Banner 2012, hlm. 91–98.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 90–91; Churchwell 2004, hlm. 176.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 90–93; Churchwell 2004, hlm. 176–177.
- ↑ "Yank USA 1945" [Yank AS 1945]. Wartime Press. Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 7, 2017. Diakses tanggal Januari 13, 2012.
- ↑ Banner 2012, hlm. 103–104.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 95–107.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 93–95; Banner 2012, hlm. 105–108.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 95, untuk pernyataan & sampul; Banner 2012, hlm. 109, untuk pernyataan Snively.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 110–111.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 110–112; Banner 2012, hlm. 117–119.
- ↑ Banner 2012, hlm. 119.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 112–114.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 114.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 109.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 118–120; Banner 2012, hlm. 130–131.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 120–121.
- 1 2 Churchwell 2004, hlm. 59.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 122–126.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 120–121, 126; Banner 2012, hlm. 133.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 122–129; Banner 2012, hlm. 133.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 130–133; Banner 2012, hlm. 133–144.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 204–216, mengutip Summers, Spoto, dan Guiles untuk Schenck; Banner 2012, hlm. 141–144; Spoto 2001, hlm. 133–134.
- ↑ Banner 2012, hlm. 139; Spoto 2001, hlm. 133–134.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 133–134.
- ↑ Banner 2012, hlm. 148.
- ↑ Summers 1985, hlm. 43.
- ↑ Ortner, Jon. "Sex Goddesses & Pin-Up Queens" [Dewi Seks & Ratu Pin-Up]. issue magazine. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 21, 2022. Diakses tanggal Juli 19, 2022.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 151–153.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 151–153; Banner 2012, hlm. 140–149.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 145–146; Banner 2012, hlm. 149, 157.
- 1 2 Churchwell 2004, hlm. 59–60.
- ↑ Musnicky, Sarah (Oktober 1, 2022). "Bette Davis Had Kind Words About Working With Marilyn Monroe On All About Eve" [Bette Davis Memiliki Kata-Kata Baik tentang Bekerja Bersama Marilyn Monroe di All About Eve]. SlashFilm. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Februari 27, 2024. Diakses tanggal November 14, 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Spoto 2001, hlm. 159–162.
- ↑ Riese & Hitchens 1988, hlm. 228; Spoto 2001, hlm. 182.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 182.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 175–177; Banner 2012, hlm. 157.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 60.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 179–187; Churchwell 2004, hlm. 60.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 192.
- 1 2 Kahana, Yoram (Januari 30, 2014). "Marilyn: The Globes' Golden Girl" [Marilyn: Gadis Emas Globes]. Hollywood Foreign Press Association (HFPA). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 12, 2016. Diakses tanggal September 11, 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Spoto 2001, hlm. 180–181; Banner 2012, hlm. 163–167, 181–182 untuk Kazan dan lainnya.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 201; Banner 2012, hlm. 192.
- ↑ Summers 1985, hlm. 58; Spoto 2001, hlm. 210–213.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 210–213; Churchwell 2004, hlm. 224–226; Banner 2012, hlm. 194–195.
- ↑ Hopper, Hedda (Mei 4, 1952). "They Call Her The Blowtorch Blonde" [Mereka Menyebutnya Si Pirang Blowtorch]. Chicago Tribune. Diarsipkan dari asli tanggal November 21, 2015. Diakses tanggal Oktober 18, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Spoto 2001, hlm. 210–213; Churchwell 2004, hlm. 61–62, 224–226; Banner 2012, hlm. 194–195.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 188–189; Banner 2012, hlm. 170–171, 178 untuk keinginan tidak hanya menjadi simbol seks.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 61 untuk sukses secara komersial; Banner 2012, hlm. 178 untuk keinginan tidak hanya menjadi simbol seks.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 194–195; Churchwell 2004, hlm. 60–61.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 194–195.
- ↑ "Clash By Night" [Clash By Night]. American Film Institute. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 17, 2019. Diakses tanggal Agustus 8, 2015.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 196–197.
- ↑ Crowther, Bosley (Juli 19, 1952). "Don't Bother to Knock" [Don't Bother to Knock]. The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 4, 2015. Diakses tanggal Agustus 8, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Churchwell 2004, hlm. 61; Banner 2012, hlm. 180.
- ↑ "Review: Don't Bother to Knock" [Ulasan: Don't Bother to Knock]. Variety. Desember 31, 1951. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 2, 2015. Diakses tanggal Agustus 8, 2015.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 200.
- 1 2 3 Churchwell 2004, hlm. 62.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 61.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 224–225.
- ↑ Muir, Florabel (Oktober 19, 1952). "Marilyn Monroe Tells: How to Deal With Wolves" [Marilyn Monroe Memberi Tahu: Cara Menghadapi Pria Pengejar]. Chicago Tribune. Diarsipkan dari asli tanggal November 21, 2015. Diakses tanggal Oktober 18, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Marilyn Monroe as told to Florabel Muir (Januari 1953). "Wolves I Have Known" [Pria Pengejar yang Pernah Saya Kenal]. Motion Picture. hlm. 41. Diarsipkan dari asli tanggal Maret 10, 2021. Diakses tanggal Januari 31, 2022.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 238.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 139, 195, 233–234, 241, 244, 372.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 328–329; Churchwell 2004, hlm. 51–56, 238; Banner 2012, hlm. 188–189, 211–214.
- 1 2 "Filmmaker interview – Gail Levin" [Wawancara pembuat film – Gail Levin]. Public Broadcasting Service. Juli 19, 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 10, 2016. Diakses tanggal Juli 11, 2016.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 328–329; Churchwell 2004, hlm. 238; Banner 2012, hlm. 211–214, 311.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 257–264.
- ↑ Banner 2012, hlm. 189–190, 210–211.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 221; Churchwell 2004, hlm. 61–65; Lev 2013, hlm. 168.
- 1 2 "The 2006 Motion Picture Almanac, Top Ten Money Making Stars" [Almanak Film 2006, Sepuluh Bintang Bintang Penghasil Uang Teratas]. Quigley Publishing Company. Diarsipkan dari versi asli pada Desember 21, 2014. Diakses tanggal Agustus 25, 2008.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 233.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 25, 62.
- 1 2 Churchwell 2004, hlm. 62; Banner 2012, hlm. 195–196.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 221; Banner 2012, hlm. 205; Leaming 1998, hlm. 75 tentang angka box office.
- ↑ "Niagara Falls Vies With Marilyn Monroe" [Air Terjun Niagara Bersaing dengan Marilyn Monroe]. The New York Times. Januari 22, 1953. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 5, 2015. Diakses tanggal Oktober 18, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Review: 'Niagara'" [Ulasan: 'Niagara']. Variety. Desember 31, 1952. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 21, 2015. Diakses tanggal Oktober 18, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Spoto 2001, hlm. 236–238; Churchwell 2004, hlm. 234; Banner 2012, hlm. 205–206.
- ↑ Truhler, Kimberly. "Style Essentials--Stardom Strikes Marilyn Monroe as GENTLEMEN PREFER BLONDES" [Esensi Gaya--Ketenaran Menghampiri Marilyn Monroe dalam GENTLEMEN PREFER BLONDES]. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 2, 2024. Diakses tanggal Maret 7, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Spoto 2001, hlm. 231; Churchwell 2004, hlm. 64; Banner 2012, hlm. 200; Leaming 1998, hlm. 75–76.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 219–220; Banner 2012, hlm. 177.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 242; Banner 2012, hlm. 208–209.
- ↑ Solomon 1988, hlm. 89; Churchwell 2004, hlm. 63.
- ↑ Brogdon, William (Juli 1, 1953). "Gentlemen Prefer Blondes". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 21, 2015. Diakses tanggal Oktober 18, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Crowther, Bosley (Juli 16, 1953). "Gentlemen Prefer Blondes". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 26, 2015. Diakses tanggal Oktober 18, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Spoto 2001, hlm. 250.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 238; Churchwell 2004, hlm. 64–65.
- ↑ Solomon 1988, hlm. 89; Churchwell 2004, hlm. 65; Lev 2013, hlm. 209.
- ↑ Solomon 1988, hlm. 89.
- 1 2 Churchwell 2004, hlm. 217.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 68.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 68, 208–209.
- ↑ Banner 2012, hlm. 217.
- ↑ Summers 1985, hlm. 92; Spoto 2001, hlm. 254–259.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 260.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 262–263.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 241.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 267.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 271.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 66–67.
- ↑ Riese & Hitchens 1988, hlm. 338–440; Spoto 2001, hlm. 277; Churchwell 2004, hlm. 66; Banner 2012, hlm. 227.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 283–284.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 331.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 284–285; Banner 2012, hlm. 8–9.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 208, 222–223, 262–267, 292; Churchwell 2004, hlm. 243–245; Banner 2012, hlm. 204, 219–221.
- ↑ Summers 1985, hlm. 103–105; Spoto 2001, hlm. 290–295; Banner 2012, hlm. 224–225.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 295–298; Churchwell 2004, hlm. 246.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 158–159, 252–254.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 302–303.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 301–302.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 338.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 302.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 327.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 350.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 310–313.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 312–313, 375, 384–385, 421, 459 tentang tahun dan nama.
- ↑ Brando, Marlon (1994). Brando: Songs My Mother Taught Me [Brando: Lagu-Lagu yang Diajarkan Ibuku]. Random House. hlm. 184. ISBN 978-0679410133.
- ↑ Spoto 2001; Churchwell 2004, hlm. 253, untuk Miller; Banner 2012, hlm. 285, untuk Brando.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 337; Meyers 2010, hlm. 98.
- ↑ Wood, Gaby (Februari 13, 2005). "'I like the company of women. Life is boring without them' - Arthur Miller" ['Saya menyukai kehadiran wanita. Hidup terasa membosankan tanpa mereka' - Arthur Miller]. The Guardian. ISSN 0029-7712. Diakses tanggal September 8, 2024.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Summers 1985, hlm. 157; Spoto 2001, hlm. 318–320; Churchwell 2004, hlm. 253–254.
- ↑ "Marilyn Monroe". FBI. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 17, 2017. Diakses tanggal Agustus 19, 2025.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 339–340.
- 1 2 Banner 2012, hlm. 296–297.
- ↑ Bodenner, Chris (Februari 24, 2016). "The Day Norma Jean Died" [Hari Saat Norma Jean Meninggal]. The Atlantic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 30, 2024. Diakses tanggal September 8, 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Spoto 2001, hlm. 341.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 343–345.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 345.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 352–357.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 352–354.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 354–358, untuk lokasi dan waktu; Banner 2012, hlm. 297, 310.
- ↑ Banner 2012, hlm. 254.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 364–365.
- 1 2 3 4 Meyers 2010, hlm. 156–157.
- ↑ Banner 2012, hlm. 256.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 253–257; Meyers 2010, hlm. 155.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 358–359; Churchwell 2004, hlm. 69.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 358.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 372.
- 1 2 Churchwell 2004, hlm. 258–261.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 370–379; Churchwell 2004, hlm. 258–261; Banner 2012, hlm. 310–311.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 370–379.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 368–376; Banner 2012, hlm. 310–314.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 69; Banner 2012, hlm. 314, untuk ketepatan waktu.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 69.
- 1 2 Banner 2012, hlm. 346.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 381–382.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 392–393, 406–407.
- 1 2 Churchwell 2004, hlm. 274–277.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 271–274; Banner 2012, hlm. 222, 226, 329–30, 335, 362.
- 1 2 Churchwell 2004, hlm. 271–274.
- ↑ Banner 2012, hlm. 321.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 389–391.
- ↑ Banner 2012, hlm. 325 tentang komedi peran gender.
- ↑ Banner 2012, hlm. 325.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 626.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 399–407; Churchwell 2004, hlm. 262.
- ↑ Banner 2012, hlm. 327 tentang "kapal tenggelam" dan "simbol falus"; Rose 2014, hlm. 100 untuk kutipan lengkap.
- 1 2 Churchwell 2004, hlm. 262–266; Banner 2012, hlm. 325–327.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 406.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 406; Banner 2012, hlm. 346.
- ↑ "Marilyn Monroe". Golden Globes. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 30, 2025. Diakses tanggal Agustus 16, 2024.
- ↑ "Review: 'Some Like It Hot'" [Ulasan: 'Some Like It Hot']. Variety. Februari 24, 1959. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 31, 2015. Diakses tanggal Oktober 21, 2015.
- ↑ "The 100 greatest comedies of all time" [100 Komedi Terbaik Sepanjang Masa]. BBC. Agustus 22, 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 11, 2018. Diakses tanggal Januari 21, 2018.
- ↑ "Some Like It Hot" [Some Like It Hot]. American Film Institute. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 17, 2019. Diakses tanggal September 5, 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Christie, Ian (September 2012). "The top 50 Greatest Films of All Time" [50 Film Terbaik Sepanjang Masa]. British Film Institute. Diarsipkan dari asli tanggal September 5, 2015. Diakses tanggal September 5, 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Churchwell 2004, hlm. 71.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 410–415.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 72.
- ↑ Riese & Hitchens 1988, hlm. 270; Churchwell 2004, hlm. 266; Solomon 1988, hlm. 139.
- ↑ Crowther, Bosley (September 9, 1960). "Movie Review: Let's Make Love (1960)" [Ulasan Film: Let's Make Love (1960)]. The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 11, 2015. Diakses tanggal Oktober 18, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hopper, Hedda (Agustus 25, 1960). "Hedda Finds Marilyn's Film 'Most Vulgar'" [Hedda Menganggap Film Marilyn 'Paling Vulgar']. Chicago Tribune. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 22, 2016. Diakses tanggal Oktober 18, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Banner 2012, hlm. 335.
- 1 2 Churchwell 2004, hlm. 266.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 429–430; Churchwell 2004, hlm. 266.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 431–435; Churchwell 2004, hlm. 266–267; Banner 2012, hlm. 352.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 435–445; Banner 2012, hlm. 353–356.
- ↑ Tracy 2010, hlm. 109.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 450–455.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 456; Banner 2012, hlm. 361.
- ↑ "The Misfits" [The Misfits]. Variety. Desember 31, 1960. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 18, 2016. Diakses tanggal November 16, 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Crowther, Bosley (Februari 2, 1961). "Movie Review: The Misfits (1961)" [Ulasan Film: The Misfits (1961)]. The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 1, 2015. Diakses tanggal Oktober 18, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Andrew, Geoff (Juni 17, 2015). "A Film That Fate Helped Make a Classic: The Misfits" [Film yang Dibantu Takdir Menjadi Klasik: The Misfits]. British Film Institute. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 10, 2015. Diakses tanggal September 10, 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Tracy 2010, hlm. 96.
- ↑ McNab, Geoffrey (Juni 12, 2015). "The Misfits, film review: Marilyn Monroe gives an extraordinary performance" [The Misfits, ulasan film: Marilyn Monroe memberikan penampilan yang luar biasa]. The Independent. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 17, 2016. Diakses tanggal November 16, 2016.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Spoto 2001, hlm. 453–454.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 453, untuk peran baru, 466–467 untuk operasi, 456–464 untuk perawatan di rumah sakit jiwa.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 456–459.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 456-459, 464–470, 483–485, 594–596; Churchwell 2004, hlm. 291.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 464–470, 483–485, 594–596; Churchwell 2004, hlm. 291.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 495–496; Churchwell 2004, hlm. 74–75.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 258, untuk keterlibatan MMP.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 524–525; Banner 2012, hlm. 391–392; Rollyson 2014, hlm. 264–272.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 520–521; Churchwell 2004, hlm. 284–285.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 291–294; Rollyson 2014, hlm. 17; Spoto 2001, hlm. 488–493; Reeves 1991, hlm. 315-316.
- ↑ Banner 2012, hlm. 398.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 523.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 74.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 535.
- 1 2 Churchwell 2004, hlm. 75.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 535–536.
- ↑ Rollyson 2014, hlm. 273–274, 279; Spoto 2001, hlm. 537, 545–549; Banner 2012, hlm. 402.
- ↑ Summers 1985, hlm. 301; Spoto 2001, hlm. , 537, 545–549; Banner 2012, hlm. 401–402.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 538–543; Churchwell 2004, hlm. 285.
- ↑ Banner 2012, hlm. 401.
- 1 2 3 4 Spoto 2001, hlm. 574–577; Banner 2012, hlm. 410–411.
- ↑ Banner 2012, hlm. 411.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 580–583; Churchwell 2004, hlm. 302; Banner 2012, hlm. 411–412.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 580–583; Banner 2012, hlm. 411–412.
- 1 2 Kormam, Seymour (Agustus 18, 1962). "Marilyn Monroe Ruled 'Probable Suicide' Victim" [Marilyn Monroe Dinyatakan Korban 'Kemungkinan Bunuh Diri']. Chicago Tribune. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 10, 2016. Diakses tanggal Oktober 21, 2015.
- ↑ Banner 2012, hlm. 411–413.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 580–583; Banner 2012, hlm. 411–413.
- 1 2 Banner 2012, hlm. 427.
- ↑ Hopper, Hedda (Agustus 6, 1962). "Pill Death Secret Goes With Marilyn" [Rahasia Kematian Akibat Pil Terbawa Bersama Marilyn]. Chicago Tribune. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 7, 2016. Diakses tanggal September 23, 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Brilliant Stardom and Personal Tragedy Punctuated the Life of Marilyn Monroe" [Ketenaran Gemilang dan Tragedi Pribadi Mewarnai Kehidupan Marilyn Monroe]. The New York Times. Agustus 6, 1962. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 10, 2016. Diakses tanggal September 23, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 Spoto 2001, hlm. 594–597; Banner 2012, hlm. 427–428.
- ↑ Alexandra, Rae (Januari 10, 2024). "How Marilyn Monroe and Joe DiMaggio's Tumultuous Marriage Began in San Francisco" [Bagaimana Pernikahan Marilyn Monroe dan Joe DiMaggio yang Penuh Gejolak Dimulai di San Francisco]. kqed.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 7, 2024. Diakses tanggal Juni 11, 2024.
- ↑ Gaffney, Dennis. "Joe Directs Marilyn's Funeral" [Joe Mengatur Pemakaman Marilyn]. PBS. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 14, 2024. Diakses tanggal Agustus 8, 2024.
- ↑ "Top 10 Celebrity Grave Sites: Marilyn Monroe" [10 Lokasi Makam Selebriti Teratas: Marilyn Monroe]. Time. September 3, 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 19, 2015. Diakses tanggal Oktober 15, 2015.
{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Churchwell 2004, hlm. 297–318, untuk berbagai teori yang diajukan oleh Spoto, Summers, Brown & Barham, dan Donald Wolfe.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 605–606; Churchwell 2004, hlm. 88, 300.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 606.
- ↑ Banner 2012, hlm. 124, 177.
- ↑ Banner 2012, hlm. 172–174; Hall 2006, hlm. 489.
- ↑ Stacey, Michelle (Mei 2008). "Model Arrangement" [Pengaturan Model]. Smithsonian Institution. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 25, 2015. Diakses tanggal September 11, 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Spoto 2001, hlm. 172–174, 210–215, 566; Churchwell 2004, hlm. 9; Banner 2012, hlm. 172–174.
- ↑ Banner 2012, hlm. 238.
- ↑ Banner 2012, hlm. 38, 175, 343.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 21–26, 181–185.
- ↑ Dyer 1986, hlm. 33–34; Churchwell 2004, hlm. 25, 57–58; Banner 2012, hlm. 185; Hall 2006, hlm. 489.
- ↑ Banner 2012, hlm. 194.
- 1 2 Dyer 1986, hlm. 19, 20.
- 1 2 Dyer 1986, hlm. 19–20.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 25; Banner 2012, hlm. 246–250.
- 1 2 Spoto 2001, hlm. 224–225, 342–343; Churchwell 2004, hlm. 234.
- ↑ Dyer 1986, hlm. 45; Harris 1991, hlm. 40–44; Banner 2012, hlm. 44–45, 184–185.
- ↑ Banner 2012, hlm. 44–45.
- ↑ Harris 1991, hlm. 40–44.
- ↑ Banner 2012, hlm. 273–276.
- ↑ Dotinga, Randy (Agustus 3, 2012). "Marilyn Monroe: Anything but a dumb blonde" [Marilyn Monroe: Sama Sekali Bukan Wanita Pirang Bodoh]. The Christian Science Monitor. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juni 30, 2016. Diakses tanggal Juni 16, 2016.
- ↑ Banner 2012, hlm. 244.
- ↑ Banner, Lois. "The Meaning of Marilyn" [Makna Marilyn]. Wellesley Centers for Women. Women's Review of Books. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 1, 2018. Diakses tanggal April 30, 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Churchwell 2004, hlm. 63 untuk West; Banner 2012, hlm. 325.
- ↑ Banner 2012, hlm. 170–171.
- ↑ Banner 2012, hlm. 201.
- ↑ Dyer 1986, hlm. 21; Dyer 1991, hlm. 58.
- ↑ Dyer 1986, hlm. 29–39.
- ↑ Haskell 1991, hlm. 256; Spoto 2001, hlm. 249.
- ↑ Dyer 1986, hlm. 39; Churchwell 2004, hlm. 82.
- ↑ Dyer 1986, hlm. 57, mengutip Haskell.
- ↑ Dyer 1986, hlm. 40.
- ↑ Banner 2012, hlm. 254–256.
- ↑ Banner 2012, hlm. 184.
- ↑ Evon, Dan (November 2, 2019). "Did Marilyn Monroe Help Ella Fitzgerald Book Mocambo Gig" [Apakah Marilyn Monroe Membantu Ella Fitzgerald Mendapatkan Pertunjukan di Mocambo]. Snopes. Diakses tanggal Mei 27, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Banner 2012, hlm. 8.
- ↑ Banner 2012, hlm. 239–240.
- ↑ Handyside 2010, hlm. 1–16.
- ↑ Handyside 2010, hlm. 2, mengutip Mulvey.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 396; Belton 2005, hlm. 103.
- ↑ Spoto 2001, hlm. 396.
- ↑ Solomon 2010, hlm. 110.
- ↑ "From the archives: Sex Symbol Diana Dors Dies at 52" [Dari arsip: Simbol Seks Diana Dors Meninggal pada Usia 52 Tahun]. The Guardian. Mei 5, 1984. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 25, 2015. Diakses tanggal September 11, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Capote 1980, hlm. 224–226.
- ↑ Banner, Lois. Marilyn: The Passion and the Paradox. 2012, hlm. 96-98.
- ↑ Jordan, Larry. The Real Marilyn Monroe: Debunking the Myths and Revealing Intimate New Details Of Her Life and Death. 2023, hlm. 285-288.
- ↑ "Marilyn Monroe letter to Bobby Miller mentioning Robert Kennedy" [Surat Marilyn Monroe kepada Bobby Miller yang menyebutkan Robert Kennedy]. Julien's Auctions. November 18, 2016. Diakses tanggal November 5, 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Spoto, Donald. Marilyn Monroe: The Biography. 1993, hlm. 489-491.
- ↑ Monroe, Marilyn; Buchthal, Stanley; Comment, Bernard. Fragments: Poems, Intimate Notes, Letters. 2010, hlm. 197-204.
- ↑ "Marilyn Monroe Correspondence with Lester Markel". Julien's Auctions. Maret 1960. Diakses tanggal 15 Juli 2025.
- ↑ Summers, Anthony. Goddess: The Secret Lives of Marilyn Monroe. 1985, hlm. 316-318.
- ↑ Jordan, Larry. The Real Marilyn Monroe: Debunking the Myths and Revealing Intimate New Details of Her Life and Death. 2023, hlm. 756-757.
- ↑ Chapman 2001, hlm. 542–543.
- ↑ Frail, T.A. (November 17, 2014). "Meet the 100 Most Significant Americans of All Time" [Mengenal 100 Tokoh Amerika Paling Signifikan Sepanjang Masa]. Smithsonian Institution. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 21, 2019. Diakses tanggal September 10, 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Beatles Named 'Icons of Century'" [Beatles Dinobatkan 'Ikon Abad Ini']. BBC. Oktober 16, 2005. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 6, 2016. Diakses tanggal September 10, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "The 200 Greatest Pop Culture Icons Complete Ranked List" [Daftar Peringkat Lengkap 200 Ikon Budaya Pop Terbesar] (Rilis pers). VH1. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 11, 2016. Diakses tanggal September 10, 2015 – via PR Newswire.
{{cite press release}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Churchwell 2004, hlm. 12–15; Hamscha 2013, hlm. 119–129.
- ↑ Schneider, Michel (November 16, 2011). "Michel Schneider's Top 10 Books About Marilyn Monroe" [10 Buku Teratas Tentang Marilyn Monroe Menurut Michel Schneider]. The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 28, 2015. Diakses tanggal Agustus 30, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Rudnick, Paul (Juni 14, 1999). "The Blond Marilyn Monroe" [Marilyn Monroe si Wanita Pirang]. Time. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 6, 2016. Diakses tanggal Agustus 30, 2015.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 33, 40.
- 1 2 3 Churchwell, Sarah (Januari 9, 2015). "Max Factor Can't Claim Credit for Marilyn Monroe" [Max Factor Tidak Bisa Mengklaim Kredit atas Marilyn Monroe]. The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 25, 2015. Diakses tanggal Agustus 30, 2015.
- ↑ Fuller & Lloyd 1983, hlm. 309; Marcus 2004, hlm. 17–19, 309; Churchwell 2004, hlm. 21–42.
- ↑ Churchwell 2004, hlm. 8.
- ↑ Stromberg, Joseph (Agustus 5, 2011). "Remembering Marilyn Monroe" [Mengenang Marilyn Monroe]. Smithsonian Institution. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 28, 2015. Diakses tanggal September 10, 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Wild, Mary (Mei 29, 2015). "Marilyn: The Icon" [Marilyn: Sang Ikon]. British Film Institute. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 6, 2015. Diakses tanggal September 10, 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Fuller & Lloyd 1983, hlm. 309; Steinem & Barris 1987, hlm. 13–15; Churchwell 2004, hlm. 8.
- 1 2 "Happy Birthday, Marilyn" [Selamat Ulang Tahun, Marilyn]. The Guardian. Mei 29, 2001. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juni 11, 2015. Diakses tanggal Agustus 30, 2015.
- 1 2 Rose 2014, hlm. 100–137.
- ↑ Haskell 1991, hlm. 254–265.
- ↑ Banner, Lois (Juli 21, 2012). "Marilyn Monroe: Proto-feminist?" [Marilyn Monroe: Proto-feminis?]. The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 21, 2015. Diakses tanggal November 7, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Steinem & Barris 1987, hlm. 15–23; Churchwell 2004, hlm. 27–28.
- ↑ Haskell, Molly (November 22, 1998). "Engineering an Icon" [Merancang Sebuah Ikon]. The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 7, 2016. Diakses tanggal Agustus 30, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Hamscha 2013, hlm. 119–129.
- ↑ Banner, Lois (Agustus 5, 2012). "Marilyn Monroe, the Eternal Shape Shifter" [Marilyn Monroe, Sang Bunglon Abadi]. Los Angeles Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 17, 2019. Diakses tanggal Agustus 30, 2015.
- ↑ Thomson, David (Agustus 6, 2012). "The Inscrutable Life and Death of Marilyn Monroe" [Kehidupan dan Kematian Marilyn Monroe yang Misterius]. New Republic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 10, 2015. Diakses tanggal Agustus 30, 2015.
- ↑ Kael, Pauline (Juli 22, 1973). "Marilyn: A Rip-Off With Genius" [Marilyn: Sebuah Jiplakan yang Jenius]. The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 25, 2016. Diakses tanggal Agustus 30, 2015.
- ↑ Bradshaw, Peter (Mei 9, 2012). "Cannes and the Magic of Marilyn Monroe" [Cannes dan Keajaiban Marilyn Monroe]. The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 23, 2015. Diakses tanggal Agustus 30, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Ebert, Roger (Januari 9, 2000). "Some Like It Hot" [Some Like It Hot]. Roger Ebert.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juli 25, 2016. Diakses tanggal Juli 11, 2016.
- ↑ Rosenbaum, Jonathan (Desember 1, 2005). "Marilyn Monroe's Brains" [Otak Marilyn Monroe]. Chicago Reader. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 5, 2015. Diakses tanggal Agustus 30, 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "100 Women of the Year" [100 Tokoh Wanita Tahun Ini]. Time. Maret 5, 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 23, 2022. Diakses tanggal Maret 21, 2021.
- ↑ Saperstein, Pat (Juni 26, 2024). "Marilyn Monroe's Brentwood House Declared a Landmark, Saving It From Demolition" [Rumah Marilyn Monroe di Brentwood Ditetapkan sebagai Cagar Budaya, Menyelamatkannya dari Pembongkaran]. Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juli 6, 2024. Diakses tanggal Maret 7, 2026.
- ↑ "On Marilyn Monroe's 100th Birthday, a New Auction Offers an 8-Page Love Letter, a Dior Dress, and Acting Notes" [Pada Ulang Tahun Marilyn Monroe yang ke-100, Lelang Baru Menawarkan Surat Cinta 8 Halaman, Gaun Dior, dan Catatan Akting]. Vanity Fair (dalam bahasa American English). Juni 1, 2026. Diakses tanggal Juli 8, 2026.
Daftar pustaka
- Banner, Lois (2012). Marilyn: The Passion and the Paradox. Bloomsbury. ISBN 978-1-4088-3133-5.
- Belton, John (2005). American Cinema, American Culture. McGraw Hill. ISBN 978-0-07-288627-6.
- Chapman, Gary (2001). "Marilyn Monroe". Dalam Browne, Ray B.; Browne, Pat (ed.). The Guide to United States Popular Culture. University of Wisconsin Press. ISBN 978-0-87972-821-2.
- Churchwell, Sarah (2004). The Many Lives of Marilyn Monroe. Granta Books. ISBN 978-0-312-42565-4.
- Dyer, Richard (1991) [1979]. "Charisma". Dalam Gledhill, Christine (ed.). Stardom: Industry of Desire. Routledge. ISBN 978-0-415-05217-7.
- ⸻ (1986). Heavenly Bodies: Film Stars and Society. Routledge. ISBN 978-0-415-31026-0.
- Fuller, Graham; Lloyd, Ann, ed. (1983). Illustrated Who's Who of the Cinema. Macmillan. ISBN 978-0-02-923450-1.
- Hall, Susan G. (2006). American Icons: An Encyclopedia of the People, Places, and Things that Have Shaped Our Culture. Greenwood Publishing Group. ISBN 978-0-275-98429-8.
- Hamscha, Susanne (2013). "Thirty Are Better Than One: Marilyn Monroe and the Performance of Americanness". Dalam Rieser, Klaus; Fuchs, Michael; Phillips, Michael (ed.). ConFiguring America: Iconic Figures, Visuality, and the American Identity. Intellect. ISBN 978-1-84150-635-7.
- Handyside, Fiona (Agustus 2010). "Let's Make Love: Whiteness, Cleanliness and Sexuality in the French Reception of Marilyn Monroe" (PDF). European Journal of Cultural Studies. 3 (13): 291–306. doi:10.1177/1367549410363198. hdl:10871/9547.
- Harris, Thomas (1991) [1957]. "The Building of Popular Images: Grace Kelly and Marilyn Monroe". Dalam Gledhill, Christine (ed.). Stardom: Industry of Desire. Routledge. ISBN 978-0-415-05217-7.
- Haskell, Molly (1991). "From Reverence to Rape: The Treatment of Women in the Movies". Dalam Butler, Jeremy G. (ed.). Star Texts: Image and Performance in Film and Television. Wayne State University Press. ISBN 978-0-8143-2312-0.
- Leaming, Barbara (1998). Marilyn Monroe. Three Rivers Press. ISBN 978-0-609-80553-4.
- Lev, Peter (2013). Twentieth-Century Fox: The Zanuck–Skouras Years, 1935–1965. University of Texas Press. ISBN 978-0-292-74447-9.
- Marcus, Daniel (2004). Happy Days and Wonder Years: The Fifties and Sixties in Contemporary Popular Culture. Rutgers University Press. ISBN 978-0-8135-3391-9.
- Meyers, Jeffrey (2010). The Genius and the Goddess: Arthur Miller and Marilyn Monroe. University of Illinois Press. ISBN 978-0-252-03544-9.
- Miracle, Berniece Baker; Miracle, Mona Rae (1994). My Sister Marilyn. Algonquin Books. ISBN 978-0-595-27671-4.
- Monroe, Marilyn (2010). Comment, Bernard (ed.). Fragments: Poems, Intimate Notes, Letters. Farrar, Straus and Giroux.
- Riese, Randall; Hitchens, Neal (1988). The Unabridged Marilyn. Corgi Books. ISBN 978-0-552-99308-1.
- Rollyson, Carl (2014). Marilyn Monroe Day by Day: A Timeline of People, Places and Events. Rowman and Littlefield. ISBN 978-1-4422-3079-8.
- Rose, Jacqueline (2014). Women in Dark Times. Bloomsbury. ISBN 978-1-4088-4540-0.
- Solomon, Aubrey (1988). Twentieth Century-Fox: A Corporate and Financial History. Scarecrow Press. ISBN 978-0-8108-4244-1.
- Solomon, Matthew (2010). "Reflexivity and Metaperformance: Marilyn Monroe, Jayne Mansfield, and Kim Novak". Dalam Palmer, R. Barton (ed.). Larger Than Life: Movie Stars of the 1950s. Rutgers University Press. ISBN 978-0-8135-4766-4.
- Spoto, Donald (2001). Marilyn Monroe: The Biography. Cooper Square Press. ISBN 978-0-8154-1183-3.
- Steinem, Gloria; Barris, George (1987). Marilyn. Victor Gollancz Ltd. ISBN 978-0-575-03945-2.
- Summers, Anthony (1985). Goddess: The Secret Lives of Marilyn Monroe. Victor Gollancz Ltd. ISBN 978-0-575-03641-3.
- Tracy, Tony (2010). John Huston: Essays on a Restless Director. McFarland. ISBN 978-0-7864-5853-0.
Pranala luar
| Cari tahu mengenai Marilyn Monroe pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: | |
| Gambar dan media dari Commons | |
| Kutipan dari Wikiquote | |
| Entri basisdata #Q4616 di Wikidata | |
- Situs web resmi

- Marilyn Monroe di Encyclopædia Britannica
- Marilyn Monroe di Curlie (dari DMOZ)
- Marilyn Monroe di IMDb (dalam bahasa Inggris)
- Marilyn Monroe di TCM Movie Database
- Diskografi Marilyn Monroe di Discogs

- Marilyn Monroe di British Film Institute
- Monroe's file di situs web Biro Investigasi Federal
- "Marilyn Monroe: Still Life" Sebuah situs web yang berisi klip dan esai yang berkaitan dengan dokumenter American Masters PBS tentang Monroe
- Gambar seorang wanita meletakkan bunga di makam Marilyn Monroe pada peringatan kedua kematian Monroe, Westwood, California, 1964. Arsip Fotografi Los Angeles Times (Koleksi 1429). UCLA Library Special Collections, Charles E. Young Research Library, Universitas California, Los Angeles.
| Lagu | |
|---|---|
| Busana | |
| Hal terkait | |
| Drama |
|
|---|---|
| Novel | |
| Skenario |
|
| Terkait |
|
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Akademik | |
| Seniman | |
| Orang | |
| Lain-lain | |