Kamis, 01 Oktober 2026
17:02 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Barbiturat

Barbiturat

Bagikan:
Artikel ini membahas mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Informasi mengenai zat dan obat-obatan terlarang hanya dimuat demi kepentingan ilmu pengetahuan. Kepemilikan dan pengedaran narkoba adalah tindakan melanggar hukum di berbagai negara. Baca: penyangkalan umum lihat pula: nasihat untuk orang tua.
250px-Barbituric-acid-structural.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asam barbiturat, struktur induk dari semua barbiturat

Barbiturat adalah salah satu kelompok obat yang biasa digunakan untuk mengobati kejang, gangguan kecemasan, insomnia berat atau bisa juga digunakan sebagai obat memulai proses pembiusan atau anestesi. Barbiturat harus digunakan sesuai dengan resep dokter karena sangat berbahaya. Secara sederhana, kinerja barbiturat akan menekan kerja sistem saraf pusat melalui peningkatan gamma-aminobutyric acid (GABA) yang merupakan zat kimia penghambat hantaran sinyal yang berada di otak. Cara kerja seperti ini akan memberikan dampak ketenangan, mengantuk, relaksasi otot, menurunkan tekanan darah dan denyut jantung.[1]

Obat ini memiliki awitan cepat (dalam 10–20 detik pemberian, kesadaran pasien sudah hilang). Barbiturat adalah obat penenang (sedatif), obat hipnosis, dan amnesia. Karena obat ini tidak bisa menghilangkan rasa nyeri, perlu diberikan dengan obat yang lain. Bergantung pada dosis dan kecepatan pemberiannya, barbiturat bisa menyebabkan depresi kardiovaskular dan pernapasan.[2] Dalam bidang kebidanan, barbiturat sudah digunakan sejak tahun 1924. Senyawa ini dipakai terutama karena sifat hipnotiknya dan sampai suatu taraf yang lebih rendah menimbulkan keadaan amnesia. Sementara itu, barbiturat dengan takaran besar dibutuhkan untuk menimbulkan analgesia akibat depresi pernapasan baik pada ibu maupun anak. Pentobarbital dan sekobarbital merupakan turunan barbiturat yang populer saat ini.[3]

Efek samping

Barbiturat dalam penggunaannya dapat menimbulkan efek samping yang beragam tergantung pada kondisi yang dialami pengguna masing-masing. Pertama, dapat menimbulkan rasa mengantuk setelah mengonsumsi obat ini. Kedua, sakit kepala yang cukup hebat. Ketiga, kesulitan untuk bernapas atau terasa sesak di dada. Keempat, rasa nyeri pada dada. Kelima, ruam pada kulit yang sensitif. Keenam, mengalami demam atau meriang. Ketujuh, nyeri dan pegal pada persendian. Kedelapan, wajah, tenggorokan, bibir bengkak. Kesembilan, mengalami luka yang tidak biasa.[4]

Penyalahgunaan

Barbiturat sebagai kategori obat untuk menyembuhkan penyakit dan gangguan pada tubuh juga sering disalahgunakan. Gejala yang paling umum dialami akibat dari penyalahgunakan barbiturat adalah tidak dapat berpikir jernih, tidak dapat berpikir panjang, napas terasa pendek dan sangat pelan, bicara sudah sangat pelan, merasakan lemas yang luar biasa, sangat mengantuk atau bahkan bisa terjadi koma, koordinasi anggota tubuh menjadi buruk, tidak bisa berjalan lurus atau tegak (limbung).[5]

Klasifikasi

Barbiturat diklasifikasikan berdasarkan durasi kerjanya. Contoh masing-masing golongan meliputi:[6]

  • Bereaksi sangat singkat (30 menit): tiopenton (natrium tiopental), metoheksiton (metoheksital)
  • Bereaksi singkat (2 jam): heksobarbiton (heksobarbital), siklobarbiton (siklobarbital), pentobarbiton (pentobarbital), sekobarbiton
  • Bereaksi sedang (3–6 jam): amobarbiton (amobarbital), butabarbiton
  • Bereaksi lama (6 jam): fenobarbiton

Contoh

Barbiturat
Nama singkat R1 R2 Nama IUPAC Lama kerja
alobarbitalCH2CHCH2CH2CHCH25,5-dialilbarbiturat Cepat
amobarbital[7]CH2CH3(CH2)2CH(CH3)25-etil-5-isopentil-barbiturat Intermediat
aprobarbitalCH2CHCH2CH(CH3)25-alil-5-isopropil-barbiturat Intermediat
alfenalCH2CHCH2C6H55-alil-5-fenil-barbiturat Intermediat
barbitalCH2CH3CH2CH35,5-dietilbarbiturat Lama
bralobarbitalCH2CHCH2CH2CBrCH25-alil-5-(2-bromo-alil)-barbiturat Cepat
pentobarbital[7]CH2CH3CH CH3(CH2)2CH35-etil-5-(1-metilbutil)-barbiturat Cepat
fenobarbital[7]CH2CH3C6H55-etil-5-fenilbarbiturat Lama
primidon CH2CH3 C6H5 5-etil-5-fenil-1,3-diazinana-4,6-diona

(kekurangan oksigen pada posisi #2 struktur barbiturat generik)

Lama
sekobarbital[7]CH2CHCH2CHCH3(CH2)2CH35-[(2R)-pentan-2-il]-5-prop-2-enil-barbiturat; 5-alil-5-[(2R)-pentan-2-il]-barbiturat Cepat
tiopental CH2CH3 CHCH3(CH2)2CH3 5-etil-5-(1-metilbutil)-2-tiobarbiturat

(oksigen pada posisi #2 digantikan oleh sulfur)

Sangat cepat

Referensi

  1. ↑ Redaksi, (Ditinjau dr. Meva Nareza) (2019-08-12). "Barbiturat". Alodokter. Diakses tanggal 2022-02-27.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  2. ↑ Baradero, Mary; Dayrit, Mery Wilfrid; Yakobus, Siswandi (2009). Prinsip dan Praktik Keperawatan Perioperatif. Jakarta: EGC. hlm. 66. ISBN 978-979-448-954-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Oxorn, Hary; Forte, William R. (2010). Ilmu Kebidanan: Patologi dan Fisiologi Persalinan. Yogyakarta: Penerbit Andi. hlm. 386. ISBN 978-979-29-0995-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Trifiana, Azelia (2020-10-18). "Bahhaya Barbiturat, Obat dengan Efek Sedatif". SehatQ. Diakses tanggal 2022-02-27.
  5. ↑ Anindyaputri, Irene (2017-12-07). "Penyalahgunaan Barbiturat: Gejala, Obat, dll". Hello Sehat. Diakses tanggal 2022-02-27.
  6. ↑ "JaypeeDigital | Drugs Acting on Central Nervous System Sedative-Hypnotics, Alcohols, Antiepileptics and Antiparkinsonian Drugs". www.jaypeedigital.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 Desember 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 3 4 Smith, Roger; Bogusz, Maciej J (22 September 2011). "phenobarbital"+"secobarbital"+"amobarbital"+"r1"+"r2" Forensic Science (Edisi 2). Elsevier. hlm. 245. ISBN 9780080554259. Diakses tanggal 21 Desember 2013.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik farmasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik kimia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan