Minggu, 25 Oktober 2026
18:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Toksikologi

cabang biologi, kimia, dan kedokteran

Bagikan:

Toksikologi adalah bidang ilmu yang mempelajari efek bahaya yang dapat ditimbulkan oleh bahan kimia atau zat pada manusia, hewan, dan lingkungan. Toksikologi merupakan bidang multidisiplin yang menggabungkan pengetahuan dari berbagai ilmu, termasuk biologi, kimia, farmakologi, dan kedokteran, untuk memahami dampak buruk zat kimia pada organisme hidup.

Ilmu ini melibatkan studi tentang hubungan dosis-respons, faktor-faktor yang memengaruhi toksisitas bahan kimia, metode untuk mendeteksi dan menganalisis racun dan toksik, serta pengembangan strategi untuk mencegah atau menangani paparan zat-zat ini.[1][2]

Tujuan toksikologi adalah untuk mengidentifikasi zat beracun, menentukan dosis toksis dan ambang batas paparan, memahami mekanisme toksisitas, mengembangkan antidot dan strategi pengobatan, mengevaluasi resiko dan mengembangkan regulasi, serta melindungi kesehatan manusia dan lingkungan.[3]

Penggolongan zat toksik

Zat toksis dapat digolongkan berdasarkan organ tubuh sasaran, kegunaannya, efeknya, sifat fisik, jenis kimia dan tingkat toksisitasnya. Agen toksik bisa juga digolongkan berdasarkan:

Penggolongan zat toksik dapat juga berdasar mekanisme kerja biokimianya, misal inhibitor sulfhidril dan penghasil met Hb. Dengan demikian, tidak ada sistem penggolongan tunggal yang dapat diterapkan untuk keseluruhan agen toksik yang beraneka ragam.

Metode pengujian

250px-Lab_animal_care.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Eksperimen toksisitas dapat dilakukan melalui berbagai metode, seperti in vivo, in vitro, atau in silico. Eksperimen in vivo menggunakan seluruh hewan untuk menguji toksisitas, sedangkan eksperimen in vitro menguji sel atau jaringan yang terisolasi. Di sisi lain, percobaan in silico melibatkan simulasi komputer untuk memprediksi toksisitas.[4]

Pengujian in vitro melibatkan penggunaan sel, jaringan, atau organ yang diisolasi untuk mengevaluasi toksisitas suatu zat. Metode ini menyediakan lingkungan yang terkendali dan memungkinkan pemeriksaan mekanisme dan jalur spesifik yang terlibat dalam toksisitas tanpa kerumitan seluruh organisme.[5]

Contoh pengujian in vitro meliputi uji Ames, yang menilai potensi mutagenik suatu zat, dan uji MTT, yang mengukur kelangsungan hidup sel. Pengujian in vitro sering kali digunakan dalam kombinasi dengan metode lain, seperti pengujian in vivo dan simulasi komputer, untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang efek toksikologi suatu zat.[5]

Referensi

Subdisiplin
250px-Tree_of_life_by_Haeckel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hierarki kehidupan
Fondasi
Prinsip
Evolusi
Ekologi
Biologi
molekuler
Biokimia
  1. ↑ Mückter, Harald (2003-03). "What is toxicology and how does toxicity occur?". Best Practice & Research Clinical Anaesthesiology (dalam bahasa Inggris). 17 (1): 5–27. doi:10.1053/bean.2003.0270. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-12-19. Diakses tanggal 2023-05-07.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ Langman, Loralie J.; Kapur, Bhushan M. (2006-05). "Toxicology: Then and now". Clinical Biochemistry (dalam bahasa Inggris). 39 (5): 498–510. doi:10.1016/j.clinbiochem.2006.03.004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-06-20. Diakses tanggal 2023-05-07.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ Arsyad, G., Ratih, G. A. M., Darmawati., Habibah, N., Pandean, M. M., Simorangkir, D. M., Mamay., Harahap, I., Bongakaraeng., Erris., Kurniawan, M. R., Rahmi, S., Sulhan, M. H., Uthia, R., dan Amsal (2024). BUNGA RAMPAI TOKSIKOLOGI. Cilacap: PT. Media Pustaka Indo. hlm. 6–7. ISBN 978-623-8669-80-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Bruinen de Bruin, Yuri; Eskes, Chantra; Langezaal, Ingrid; Coecke, Sandra; Kinsner-Ovaskainen, Agnieszka; J. Hakkinen, Pertti (2009). Testing Methods and Toxicity Assessment (Including Alternatives) (dalam bahasa Inggris). Elsevier. hlm. 497–513. doi:10.1016/b978-0-12-373593-5.00060-4. ISBN 978-0-12-373593-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-02-26. Diakses tanggal 2023-05-07.
  5. 1 2 Roggen, Erwin L. (2011). "In vitro Toxicity Testing in the Twenty-First Century". Frontiers in Pharmacology. 2: 3. doi:10.3389/fphar.2011.00003. ISSN 1663-9812. PMC 3112250. PMID 21713102. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-11. Diakses tanggal 2023-05-07.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan