Rabu, 14 Oktober 2026
02:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Teori sel

Teori sel

materi

Bagikan:
250px-HeLa_cells_stained_with_Hoechst_33258.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sel kanker manusia dengan inti sel (DNA secara spesifik) diwarnai biru. Sel di tengah dan paling kanan berada dalam interfase, sehingga keseluruhan nukleus terlabeli. Sel di kiri sedang mengalami mitosis dan DNA-nya terkondensasi.
Bagian dari seri tentang
Biologi
250px-DNA_simple_horizontal.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cabang

Dalam biologi, teori sel adalah teori ilmiah yang pertama kali dirumuskan pada pertengahan abad kesembilan belas, bahwa organisme hidup terdiri dari sel, bahwa sel adalah unit struktural/organisasi dasar dari semua organisme, dan bahwa semua sel berasal dari sel yang sudah ada sebelumnya.[1] Sel adalah unit dasar struktur dalam semua organisme dan juga unit dasar reproduksi.

Tiga prinsip teori sel adalah seperti yang dijelaskan di bawah ini:

  1. Semua organisme hidup terdiri dari satu atau lebih sel.
  2. Sel adalah unit dasar struktur dan organisasi dalam organisme.
  3. Sel muncul dari sel yang sudah ada sebelumnya.

Teori ini pernah diterima secara universal, tetapi sekarang beberapa ahli biologi menganggap entitas non-seluler seperti virus sebagai organisme hidup,[2] dan dengan demikian tidak setuju dengan prinsip pertama. Pada tahun 2021: "pendapat ahli tetap terbagi kira-kira sepertiga masing-masing antara ya, tidak, dan tidak tahu".[3] Karena tidak ada definisi kehidupan yang diterima secara universal, diskusi akan terus berlanjut.

Sejarah

Dengan perbaikan terus-menerus yang dilakukan pada mikroskop dari waktu ke waktu, teknologi pembesaran menjadi cukup maju untuk menemukan sel. Penemuan ini sebagian besar dikaitkan dengan Robert Hooke, dan mengawali studi ilmiah tentang sel, yang dikenal sebagai biologi sel. Saat mengamati sepotong gabus di bawah teropong, dia bisa melihat pori-pori. Ini mengejutkan pada saat itu karena diyakini tidak ada orang lain yang melihat ini. Untuk lebih mendukung teorinya, Matthias Schleiden dan Theodor Schwann kedua-duanya mempelajari sel hewan dan tumbuhan. Yang mereka temukan adalah ada perbedaan yang signifikan antara kedua jenis sel tersebut. Ini mengemukakan gagasan bahwa sel tidak hanya mendasar bagi tumbuhan, tetapi juga hewan.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Villarreal, Luis P. (August 8, 2008) Are Viruses Alive? Diarsipkan 2018-07-06 di Wayback Machine Scientific American
  3. ↑ Farnsworth, Keith D. (2021). "An organisational systems-biology view of viruses explains why they are not alive". Biosystems. 200: 104324. doi:10.1016/j.biosystems.2020.104324. ISSN 0303-2647. PMID 33307144. S2CID 228169048.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  4. ↑ National Geographic Society. (2019, May 22). "History of the Cell: Discovering the Cell Diarsipkan 2022-02-09 di Wayback Machine". Retrieved November 05, 2020.

Bibliografi

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Subdisiplin
250px-Tree_of_life_by_Haeckel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hierarki kehidupan
Fondasi
Prinsip
Evolusi
Ekologi
Biologi
molekuler
Biokimia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan