Minggu, 04 Oktober 2026
05:31 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Geobiologi

Bagikan:

Secara luas dapat didefinisikan bahwa Geobiologi adalah sebuah bidang antardisiplin dalam riset ilmiah yang menyelidiki interaksi antara biosfer dan litosfer dan/atau Atmosfer.[1]

Peristiwa geobiologi utama

Peristiwa geobiologi utama yang telah ditemukan adalah terjadinya pengenalan oksigen ke atmosfer akibat bakteri Fotosintesis. Oksigenasi atmosfer primoidial bumi ini (disebut juga katastropisme oksigen) menghasilkan presipitasi formasi batuan besi-berpita.

Sebuah perubahan besar berikutnya adalah pembentukan kehidupan tumbuhan terestrial, yang memengaruhi erosi benua dan mengubah tipe-tipe sungai, menyebabkan terbentuknya channel-channel sungai di sungai-sunga yang sebelumnya berbentuk braided.

Peristiwa geobiologi yang lebih kecil termasuk peran rayap di dalam menjungkirbalikkan sedimen, peran terumbu karang dalam pengendapan kalsium karbonat dan memecah gelombang, peran spons dalam menyerap silika laut terlarut, peran dinosaurus dalam memecah tanggul sungai dan menyebabkan terjadinya banjir, dan peran kotoran mamalia besar dalam mendistribusikan nutrisi[2].[3]

Subdisiplin

Astrobiologi

Disiplin ilmu lain yang berkaitan dengan geobiologi adalah Astrobiologi, sebuah bidang ilmu multidisiplin yang menggunakan kombinasi data geobiologi dan Ilmu keplanetan untuk melakukan pencarian kehidupan di planet lain.

Geomikrobiologi

Salah satu subdisiplin geobiologi yang utama adalah geomikrobiologi, disiplin ilmu yang fokus dalam investigasi interaksi antara mikrob dan mineral.

Bioremediasi

Salah satu contoh riset geobiologi dalam konteks modern adalah studi mengenai bakteri yang 'dihidupi' oleh logam seperti mangan dan uranium. Organisme-organisme ini menggunakan logan sebagai akseptor elektron sama halnya dengan hewan yang menggunakan oksigen. Proses-proses ini menjanjikan untuk digunakan sebagai alat dalam bioremediasi lingkungan.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Dilek, Yildirim; Harald Furnes; Karlis Muehlenbachs (2008). Links Between Geological Processes, Microbial Activities & Evolution of Life. Springer. hlm. v. ISBN 1-4020-8305-X.
  2. ↑ Butterfield, N. J. (2011). "Animals and the invention of the Phanerozoic Earth system". Trends in Ecology & Evolution. 26 (2): 81–87. doi:10.1016/j.tree.2010.11.012.
  3. ↑ Doughty, C. E.; Wolf, A.; Malhi, Y. (2013). "The legacy of the Pleistocene megafauna extinctions on nutrient availability in Amazonia". Nature Geoscience. 6 (9): 761. doi:10.1038/ngeo1895.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan