Senin, 28 September 2026
09:02 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Epigenetika

Epigenetika

studi tentang perubahan ekspresi gen oleh mekanisme selain perubahan sekuens DNA

500px-Cloned_mice_with_different_DNA_methylation.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Contoh perubahan ekspresi genetika yang disebabkan mekanisme epigenetika. Kedua tikus hasil kloning ini memiliki gen yang sama dengan status metilasi DNA yang berbeda[1]

Epigenetika (bahasa Inggris:epigenetics), di dalam biologi, adalah studi tentang perubahan fenotipe atau ekspresi genetika yang disebabkan oleh mekanisme selain perubahan sekuens DNA dasar. Epigenetika berasal dari bahasa Yunani, epi- yang berarti "di atas" atau "menutupi", dan -genetika. Tidak ada perubahan pada sekuens DNA dasar, melainkan faktor non genetika yang menyebabkan ekspresi gen organisme berubah.[2]

Contoh terbaik perubahan epigenetika pada eukariotik adalah proses diferensiasi sel. Selama morfogenesis, sel induk totipoten berubah menjadi bermacam-macam sel pluripoten pada embrio yang kemudian akan berubah menjadi sel yang berdiferensiasi secara penuh. Dengan kata lain, zigot, sebuah sel telur yang telah dibuahi, berubah menjadi berbagai jenis sel, seperti neuron (sel saraf), sel otot, epitel, pembuluh darah, dan sebagainya, yang kemudian akan terus membelah.[3] Hal ini terjadi di mana pengaktifan beberapa gen dapat mengakibatkan peredaman gen lainnya. Contoh lainnya adalah seperti yang terlihat pada gambar, dua tikus hasil kloning dengan gen yang sama dan status metilasi DNA yang berbeda menghasilkan ekspresi genetika yang berbeda.[1]

Sejarah

Sejarah epigenetika berhubungan dengan studi evolusi dan perkembangan, tetapi kemudian istilah epigenetika telah mengalami perubahan seiring dengan meningkat pesatnya pengertian tentang mekanisme molekuler yang mendasari pengaturan ekspresi gen pada eukariota.[3] Hingga 1950-an, istilah epigenetika digunakan secara berbeda yaitu untuk mengelompokkan semua kejadian perkembangan dimulai dari zigot hingga organisme dewasa, dalam hal ini semua proses regulasi, dimulai dari materi genetika yang kemudian membentuk hasil akhir.[3]

Organisme yang digunakan dalam penelitian epigenetika antara lain Saccharomyces cerevisiae, Schizosaccharomyces pombe, Neurospora crassa, yang merupakan organisme sel tunggal dan eukariotik tingkat rendah dengan siklus hidup pendek, Arabidopsis thaliana di mana pada organisme ini terdapat peredaman transkripsi gen oleh kompleks RNAi, Tetrahymena dan Paramecium yang memiliki inti sel dimorfisme yang unik, Caenorhabditis elegans dan Drosophila melanogaster, invertebrata yang merupakan organisme multiselular, hingga organisme vertebrata (mamalia).[3]

Mekanisme epigenetika

500px-Epigenetic_mechanisms.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mekanisme Epigenetika: metilasi DNA dan modifikasi histon

Mekanisme epigenetika antara lain adalah metilasi DNA, modifikasi histon, dan perubahan bentuk kromatin.[4]

Metilasi DNA

Artikel utama: Metilasi DNA

Metilasi DNA terjadi pada posisi 5 dari cincin pirimidin sitosina, dalam konteks dinukleotida CpG.[4] Metilasi sendiri merupakan peristiwa di mana terjadi penambahan gugus metil pada sitosina. Mekanisme ini mendasari berbagai macam fenomena transkripsi, termasuk imprinting, inaktivasi kromosom X, serta transgenerational epigenetic inheritance.[5] Enzim yang berperan dalam proses metilasi di antaranya adalah DNA metiltransferase (DNMT).[5]

Kebalikan dari metilasi adalah demetilasi. Proses demetilasi DNA pada tumbuhan diketahui melibatkan 5-metilsitosina glikosilase melalui jalur koreksi DNA dengan pemotongan basa, sedangkan pada mamalia proses demetilasi ini belum diketahui secara pasti mekanismenya.[6] Penelitian pada awal tahun 2010 menyatakan proses demetilasi kemungkinan diperantarai suatu reaksi yang membutuhkan radikal S-adenosine metionin (SAM) utuh.[7]

Modifikasi histon

Artikel utama: Modifikasi histon

Modifikasi histon memengaruhi perubahan bentuk kromatin.[4] Ada berbagai macam modifikasi yang dapat terjadi pada histon, di antaranya adalah metilasi, fosforilasi, dan asetilasi.

Perubahan bentuk kromatin

Artikel utama: Kromatin

Pada berbagai sel eukariota tingkat tinggi, ada dua tipe kromatin pada tahap interfase yaitu:[8]

  • Eukromatin, merupakan bentuk yang kurang padat, atau yang bentuk terbuka.[4][8] Eukromatin berbentuk padat selama pembelahan sel, tetapi mengendur menjadi bentuk yang terbuka selama interfase.[9]
  • Heterokromatin, merupakan bentuk yang lebih padat, atau bentuk tertutup.[4][8] Heterokromatin sangat padat pada pembelahan sel, demikian pula pada saat interfase.[9]

Saat suatu gen yang secara normal terekspresi pada bentuk eukromatin berpindah pada daerah heterokromatin, dapat menghentikan ekspresi gen tersebut, dan terjadilah peredaman gen.[8]

Lihat pula

Catatan kaki

  1. 1 2 (Inggris) Jane Bradbury (22 Desember 2003). "Human Epigenome Project-Up and Running". PLos Biol. 1 (3): 316-319. doi:doi10.1371/journal.pbio.0000082. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2010-08-09. Diakses tanggal 2010-04-10.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ (Inggris) Alberts, Bruce (2008). Molecular Biology of the cell. Garland Science. hlm. 219. ISBN 978-0-8153-4106-2.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  3. 1 2 3 4 (Inggris) Allis, C.David (2007). Epigenetics. New York: Cold Spring Harbor Laboratory Press. hlm. 26–27. ISBN 978-0-87969-724-2.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  4. 1 2 3 4 5 (Inggris) Tost, Jorg (2009). DNA Methylation Methods and Protocols. New York: Humana Press. ISBN 978-1-934115-61-9.
  5. 1 2 (Inggris) Dengke K. Ma, Junjie U. Guo, Guo-li Ming, Hongjun Song (2009-5-15). "DNA excision repair proteins and Gadd45 as molecular players for active DNA demethylation". Cell cycle. 37: 1526-1531. doi:Cell Cycle 8:10, 1526-1531; 15 May 2009.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=; Periksa nilai tanggal dalam: |date=; line feed karakter dalam |title= pada posisi 66Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  6. ↑ (Inggris) Steen K.T. Ooi, Timothy. H. Bestor (2008-7-27). "The Colourfull History of Active DNA Demethylation". Cell. 133: 1145-1148. doi:DOI 10.1016/j.cell.2008.06.009.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=; Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  7. ↑ (Inggris) Yuki Okada, Kazuo Yamagata, Kwonho Hong, Teruhiko Wakayama, Yi Zhang (2010-1-28). "A Role for the Elongator Complex in zygotic paternal Genome Demethylation". Nature. 463: 554-559. doi:10.1038/nature08732.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  8. 1 2 3 4 (Inggris) Alberts, Bruce (2008). Molecular Biology of the cell. Garland Science. hlm. 220. ISBN 978-0-8153-4106-2.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  9. 1 2 (Inggris) Pritchard, Dorian J. (2008). Medical Genetics at a Glance. Oxford, England: Blackwell Publishing. ISBN 978-1-4051-4846-7.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
Subdisiplin
250px-Tree_of_life_by_Haeckel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hierarki kehidupan
Fondasi
Prinsip
Evolusi
Ekologi
Biologi
molekuler
Biokimia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan