Jumat, 02 Oktober 2026
23:35 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri

Neontologi

Bagikan:

Neontologi adalah bagian dari biologi yang, berlawanan dengan paleontologi, mempelajari dan menangani organisme yang masih hidup (atau, secara lebih umum, organisme masa kini). Bidang ini mengkaji tentang taksa ekstan: taksa (seperti spesies, genera, dan famili) yang anggotanya masih hidup, alih-alih yang telah punah. Sebagai contoh:

  • Gajah india (Elephas maximus) adalah spesies yang masih hidup (ekstan), dan mamut berbulu (Mammuthus primigenius) adalah spesies yang telah punah.
  • Rusa besar (Alces alces) adalah spesies yang masih hidup, dan rusa irlandia (Megaloceros giganteus) adalah spesies yang telah punah.
  • Dalam kelompok moluska yang dikenal sebagai sefalopoda, hingga1987[update] terdapat sekitar 600 spesies yang masih hidup dan 7.500 spesies yang telah punah.[1]

Sebuah takson dapat diklasifikasikan punah jika disepakati secara luas atau dipastikan bahwa tidak ada anggota kelompok tersebut yang masih hidup. Sebaliknya, takson yang telah punah dapat diklasifikasikan ulang sebagai ekstan (masih hidup) jika terdapat penemuan baru spesies yang masih hidup ("spesies Lazarus"), atau jika spesies yang sebelumnya diketahui masih hidup diklasifikasikan ulang sebagai anggota takson tersebut.

Sebagian besar ahli biologi, ahli zoologi, dan ahli botani pada praktiknya adalah neontolog, dan istilah neontolog sebagian besar digunakan oleh para paleontolog untuk merujuk pada non-paleontolog. Stephen Jay Gould berkata mengenai neontologi:

Semua profesi mempertahankan sifat parokial mereka, dan saya percaya bahwa pembaca non-paleontolog akan memaafkan manifestasi utama kami akan hal itu. Kami adalah paleontolog, jadi kami membutuhkan nama untuk membedakan diri kami dengan Anda semua yang mempelajari organisme modern dalam waktu manusia atau ekologis. Karena itu Anda menjadi neontolog. Kami menyadari sifat yang tidak seimbang dan parokial dari pembagian dikotomis ini.[2]

Biologi evolusioner neontologis memiliki perspektif waktu antara 100 hingga 1000 tahun. Dasar fundamental neontologi bergantung pada model seleksi alam serta spesiasi. Metode neontologi, jika dibandingkan dengan paleontologi evolusioner, memiliki penekanan yang lebih besar pada eksperimen. Terdapat diskontinuitas yang lebih sering muncul dalam paleontologi dibandingkan dalam neontologi, karena paleontologi melibatkan taksa yang telah punah. Neontologi memiliki organisme yang benar-benar hadir dan tersedia untuk diambil sampelnya dan diteliti.[1] Metode penelitian neontologi menggunakan kladistika untuk memeriksa morfologi dan genetika. Data neontologi lebih menekankan pada data genetik dan struktur populasi dibandingkan dengan paleontologi.[2]

Referensi

  1. 1 2 Ayala, Francisco J.; Avise, John C. (2014-03-15). Essential readings in evolutionary biology. Ayala, Francisco José, 1934-, Avise, John C. Baltimore. ISBN 978-1-4214-1305-1. OCLC 854285705.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  2. 1 2 Shennan, Stephan (2009). Pattern and Process in Cultural Evolution. University of California Press. hlm. 115. ISBN 978-0-520-25599-9.
Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan