Selasa, 20 Oktober 2026
05:38 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Mamut berbulu wol

Mamut berbulu wol

Bagikan:

Mamut berbulu wol
Rentang waktu: Pleistosen Tengah – Holosen Akhir 0.40–0.0037 jtyl
330px-Siegsdorfer_Mammut.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spesies Eropa terbesar, seekor jantan di Südostbayerisches Naturkunde- und Mammut-Museum, Siegsdorf
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Proboscidea
Famili: Elephantidae
Genus: †Mammuthus
Spesies:
†M. primigenius
Nama binomial
†Mammuthus primigenius
(Blumenbach, 1799)
330px-Woolly_Mammoth_Late_Pleistocene_Dymaxion_Biogeographic_Distribution.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Dymaxion menunjukkan sebaran Pleistosen Akhir M. primigenius dalam warna biru (biru muda mewakili daratan yang sekarang sudah tenggelam), disiratkan dari temuan-temuan fosil
Sinonim
List:
  • Elephas primigenius Blumenbach, 1799
  • Elephas mammonteus Cuvier, 1799
  • Mammuthus boreus Brookes, 1828
  • Mammonteus primigenius Osborn, 1924
  • Elephas boreus Hay, 1924

Mammuthus primigenius atau mamut berbulu wol adalah spesies mamut. Nama tersebut diberikan padanya karena tampilan fisiknya yang ditutupi rambut tebal, paling tebal di antara spesies mammoth lainnya. Namun ukurannya hampir sama dengan gajah afrika yang hidup hingga kini.

Perkiraan ukuran berdasarkan catatan fosil-fosil lama dari mamut jenis ini menunjukkan selisih tipis dengan ukuran gajah afrika. Jika gajah afrika bisa mencapai tinggi 4 meter maka Mammuthus primigenius hanya berukuran 2,8–3,5 meter.

Dikenali dari fosilnya yang membeku di Irlandia hingga daerah pesisir Amerika Utara. Namun "fosil" yang paling awet justru ditemukan di Siberia. Bahkan beberapa sumber menyebutnya bahwa temuan mammoth di Siberia yang paling utuh lengkap dengan tulang, daging, rambut, dan dagingnya. Saking awetnya sehingga lebih tepat disebut sebagai "jasad" ketimbang "fosil".

spesies mamut ini pada mulanya dicatat sekitar 150.000 tahun yang muncul di zaman es di Eurasia (lempeng benua Eropa dan Asia masih menyatu). Ketika sebagian besar Mammuthus primigenius punah di akhir kala Pleistosen (12.000 tahun silam), sejumlah kelompok kecil berhasil selamat di Pulau Wrangel yang terletak di Samudra Arktik hingga sekitar 1700 SM. Kemungkinan disebabkan terbatasnya pasokan makanan yang tersedia, hewan-hewan ini mengalami adaptasi sehingga ukuran tubuhnya makin mengecil dari jenis Mammuthus primigenius yang asli di kala Pleistosen.

Beberapa Mammuthus primigenius ditemukan di daerah es yang masih tersisa. Pada 1977, kerangka yang masih utuh yang ditemukan adalah mamut bayi yang berusia 7 atau 8 bulan yang diberi nama "Dima". Kerangka ini ditemukan di anak sungai Kolyma di timur laut Siberia. Bayi Mammuthus primigenius beratnya sekitar 100 kg dalam keadaan mati dan tingginya 104 cm serta panjangnya 115 cm.

Penanggalan radiokarbon menentukan bahwa Dima ini mati sekitar 40.000 tahun silam. Sejumlah organ internalnya mirip dengan gajah-gajah masa kini, tetapi telinganya hanya 1/10 ukuran gajah Afrika pada usia yang sama.

Berdasarkan teori bentukan baru, seandainya mamut masih hidup hinggga kini, mereka akan bisa berkembang dengan gajah-gajah india. Ini menurut gagasan bahwa mungkin makhluk yang menyerupai mamut bisa diciptakan kembali dengan mengambil genetik dari mamut yang beku dan menggabungkannya dengan gajah india modern.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan