Minggu, 04 Oktober 2026
19:19 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Fikologi

cabang botani yang khusus mempelajari ganggang

Bagikan:

Fikologi (Yunani: φύκος, phykos, "ganggang"; dan -λογία, -logia) atau algologi (Latin: alga, "ganggang"), adalah subdisiplin botani yang mempelajari alga atau ganggang. Fikologi juga mempelajari beberapa organisme prokariotik yang dikenal sebagai Cyanobacteria.

Status ilmu

Fikologi merupakan bagian dari ilmu mikrobiologi ditinjau dari pendekatan taksonomi.[1] Kajian utama dalam fikologi adalah alga[2] dan ganggang.[3]

Penemuan penting

Pupuk ganggang biru

Pupuk ganggang biru diciptakan sebagai pengganti pupuk kimia anorganik khususnya pupuk urea. Penciptaan pupuk ganggang biru dilakukan oleh para ahli fikologi di Tiongkok, India, Myanmar dan Vietnam. Tujuannya untuk mengurangi impor pupuk anorganik yang meningkat hingga 85 juta ton pada tahun 1985 di negara-negara berkembang. Pupuk ganggang biru memiliki kemampuan untuk menahan nitrogen. Para ahli fikologi dari India berhasil mengadakan proses pemilihan bibit unggul dari ganggang biru yang memiliki kemampuan menahan nitrogen dan zat hara yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman. Zat hara yang mampu ditahan adalah molibdat, fosfor, kalium dan kalsium. Hasil penemuan ini mampu menciptakan galur yang tahan terhadap pestisida. Karenanya, kandungan nitrogen di areal persawahan dapat meningkat menjadi 60 kg tiap hektar dalam sekali panen. Tanaman yang dipupuk menggunakan pupuk ganggang biru dapat dijadikan sebagai pakan ternak.[4]

Referensi

  1. ↑ Padoli (Desember 2016). Mikrobiologi Parasitologi Keperawatan (PDF). Jakarta Selatan: Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. hlm. 3. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-08-10. Diakses tanggal 2022-12-11.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  2. ↑ Harahap, D. G. S., dkk. (2021). Masruroh, Aas (ed.). Dasar-Dasar Mikrobiologi dan Penerapannya. Bandung: Widina Bhakti Persada Bandung. hlm. 14. ISBN 978-623-6457-29-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-21. Diakses tanggal 2022-12-11.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ Waridah, Ernawati (2017). Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar, Mahasiswa dan Umum. Jakarta Selatan: Penerbit Bmedia. hlm. 81. ISBN 602-74700-4-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-21. Diakses tanggal 2022-12-11.
  4. ↑ Kabinawa, I Nyoman K. (2006). Spirulina: Ganggan Penggempur Aneka Penyakit. Jakarta: PT Agromedia Pustaka. hlm. 2–3. ISBN 979-006-025-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-21. Diakses tanggal 2022-12-11.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan