Sabtu, 26 September 2026
21:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Psikosis

kondisi pikiran yang tidak normal yang melibatkan hilangnya kontak dengan kenyataan

60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Psikosis
SpesialisasiPsikiatri, psikologi klinis Sunting ini di Wikidata

Psikosis adalah kondisi psikologis seseorang yang menyebabkan kesulitan membedakan antara yang nyata dan tidak nyata.[1] Gejala psikosis diantaranya delusi dan halusinasi.[1] Gejala lainnya yaitu ketidakteraturan dalam berbicara dan perilaku yang tidak sesuai dengan situasi.[1] Psikosis juga dapat ditunjukkan dengan gangguan tidur, penghindaran sosial, kurangnya motivasi, dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.[1] Psikosis dapat menyebabkan dampak yang serius; penderita dapat menyakiti orang lain dan dirinya sendiri, termasuk bunuh diri.[1]

Psikosis dapat disebabkan oleh berbagai hal.[2] Diantaranya gangguan jiwa seperti schizophrenia atau gangguan schizoaffective, gangguan bipolar, deprivasi sensorik,[3] sindrom Wernicke–Korsakoff atau beri-beri serebral[4] dan dalam kasus yang langka, depresi mayor atau yang disebut juga dengan depresi psikotik. Penyebab lainnya meliputi trauma psikologis, kurang tidur, berbagai kondisi medis, konsumsi obat-obatan, narkoba, alkohol, ganja, halusinogen, dan stimulan.[5] Satu jenis psikosis, yaitu psikosis postpartum, dapat muncul pada perempuan setelah melahirkan bayi.[6] Neurotransmitter dopamine diyakini berperan penting dalam penyakit ini.[7][8] Psikosis akut dinyatakan primer jika berasal dari kondisi psikiatrik, dan sekunder jika berasal dari kondisi medis lainnya.[5] Diagnosis psikosis kesehatan mental seseorang memerlukan eksklusi penyebab potensial gangguan jiwa lainnya.[9] Pengujian dapat dilakukan dengan memeriksa keberadaan penyakit sistem saraf pusat, toksin, atau masalah kesehatan lainnya yang dapat menjadi penyebab psikosis.[10]

Penanganan dapat berupa antipsikotik atipikal, psikoterapi, dan dukungan sosial.[11][12] Penanganan gejala lebih awal dapat meningkatkan hasil.[11] Sedangkan obat-obatan diyakini hanya memberi dampak yang moderat.[13][14] Hasil dari penanganan psikosis tergantung pada penyebabnya.[12] Di Amerika Serikat, sekitar 3% orang mengalami psikosis pada suatu waktu di dalam kehidupan mereka..[11] Psikosis telah dijelaskan sejak abad ke-4 sebelum masehi oleh Hippocrates, dan mungkin lebih awal lagi, yaitu abad ke-16 sebelum masehi di dalam papirus Ebers kebudayaan Mesir Kuno.[15][16]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Arciniegas DB (Juni 2015). "Psychosis". Continuum. 21 (3 Behavioral Neurology and Neuropsychiatry): 715–736. doi:10.1212/01.CON.0000466662.89908.e7. PMC 4455840. PMID 26039850.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Radua J, Ramella-Cravaro V, Ioannidis JP, Reichenberg A, Phiphopthatsanee N, Amir T, et al. (Februari 2018). "What causes psychosis? An umbrella review of risk and protective factors". World Psychiatry. 17 (1): 49–66. doi:10.1002/wps.20490. PMC 5775150. PMID 29352556.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Gelder, Michael G.; Gath, Dennis; Mayou, Richard (1983). Oxford Textbook of Psychiatry (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. ISBN 978-0-19-261294-6.
  4. ↑ "Korsakoff Psychosis – Special Subjects". MSD Manual Professional Edition (dalam bahasa Indian English). Diakses tanggal 2024-04-10.
  5. 1 2 Griswold KS, Del Regno PA, Berger RC (Juni 2015). "Recognition and Differential Diagnosis of Psychosis in Primary Care". American Family Physician. 91 (12): 856–863. PMID 26131945. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-02-22. Diakses tanggal 2021-12-06.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Davies W (Juni 2017). "Understanding the pathophysiology of postpartum psychosis: Challenges and new approaches". World Journal of Psychiatry. 7 (2): 77–88. doi:10.5498/wjp.v7.i2.77. PMC 5491479. PMID 28713685.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Stahl SM (Juni 2018). "Beyond the dopamine hypothesis of schizophrenia to three neural networks of psychosis: dopamine, serotonin, and glutamate". CNS Spectrums. 23 (3): 187–191. doi:10.1017/S1092852918001013. PMID 29954475. S2CID 49599226.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Grace AA (Agustus 2016). "Dysregulation of the dopamine system in the pathophysiology of schizophrenia and depression". Nature Reviews. Neuroscience. 17 (8): 524–532. doi:10.1038/nrn.2016.57. PMC 5166560. PMID 27256556.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Cardinal RN, Bullmore ET (2011). The Diagnosis of Psychosis (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 279. ISBN 978-1-139-49790-9. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-08-06. Diakses tanggal 2020-06-25.
  10. ↑ Foster NL (2011). The American Psychiatric Publishing Textbook of Geriatric Neuropsychiatry (dalam bahasa Inggris). American Psychiatric Pub. hlm. 523. ISBN 978-1-58562-952-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-08-19. Diakses tanggal 2020-06-25.
  11. 1 2 3 "RAISE Questions and Answers". NIMH (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Oktober 2019. Diakses tanggal 23 Januari 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. 1 2 "Psychosis". NHS. 23 Desember 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Oktober 2018. Diakses tanggal 24 Januari 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Haddad PM, Correll CU (November 2018). "The acute efficacy of antipsychotics in schizophrenia: a review of recent meta-analyses". Therapeutic Advances in Psychopharmacology. 8 (11): 303–318. doi:10.1177/2045125318781475. PMC 6180374. PMID 30344997.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Leucht S, Leucht C, Huhn M, Chaimani A, Mavridis D, Helfer B, et al. (Oktober 2017). "Sixty Years of Placebo-Controlled Antipsychotic Drug Trials in Acute Schizophrenia: Systematic Review, Bayesian Meta-Analysis, and Meta-Regression of Efficacy Predictors". The American Journal of Psychiatry. 174 (10): 927–942. doi:10.1176/appi.ajp.2017.16121358. PMID 28541090. S2CID 27256686.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ Gibbs RS (2008). Danforth's Obstetrics and Gynecology. Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 508. ISBN 978-0-7817-6937-2.
  16. ↑ Giddens JF (2015). Concepts for Nursing Practice – E-Book. Elsevier Health Sciences. hlm. 348. ISBN 978-0-323-38946-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-08-19. Diakses tanggal 2020-06-25.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan