
Trauma psikologis adalah jenis disfungsi jiwa yang terjadi sebagai akibat dari peristiwa traumatik. Ketika trauma yang mengarah pada gangguan stres pascatrauma, disfungsi mungkin melibatkan perubahan fisik dan kimia di dalam otak, yang mengubah respons seseorang terhadap stres masa depan. Beberapa hal yang dapat menyebabkan trauma di antaranya:
- Kekerasan antar individu
- Bencana alam
- Kecelakaan transportasi
- Kekerasan domestik
- Penyiksaan
- Pekerjaan [1]
Bacaan lebih lanjut
- Brown, Asa Don (2009). Posttraumatic stress disorder in childhood. New York: American Academy of Experts in Traumatic Stress.
{{cite book}}: Parameter tidak dikenal|unused_data=diabaikan - Herman, Judith Lewis (1992). Trauma and recovery. New York: BasicBooks. ISBN 0-465-08766-3.
- Hunt, Nigel C. (2010). Memory, War and Trauma. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 978-0521716253.
- Bessel A. van der Kolk; Alexander C. McFarlane; Lars Weisaeth (1996). Traumatic Stress: The Effects of Overwhelming Experience on Mind, Body, and Society. New York: Guilford Press. ISBN 1-57230-088-4.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) - Scaer, Robert C. (2005). The Trauma Spectrum: Hidden Wounds and Human Resiliency. New York: Norton. ISBN 0-393-70466-1.
| Nasional | |
|---|---|
| Lain-lain | |
Referensi
- ↑ Prof. Irwanto, Ph.D.,, Hani Kumala, M.Psi., (2022). MEMAHAMI TRAUMA: Dengan Perhatian Khusus pada Masa Kanak-Kanak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 31, 32. ISBN 9786020658957.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
Artikel bertopik psikologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |