Minggu, 27 September 2026
06:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Lirisisme

Lirisisme (bahasa Inggris:lyricism) adalah karakteristik yang mengekspresikan perasaan atau emosi yang mendalam dalam karya seni.[1] Menurut Sanento Yuliman, Lirisisme “merupakan ungkapan emosi dan perasaan pelukis dalam mengalami dunia. Sebuah lukisan menjadi bidang ekspresi, tempat seorang pelukis seakan-akan ‘memproyeksikan’ emosi dan getaran perasaannya, merekam kehidupan jiwanya". Bidang lukisan demikian itu dipandang sebagai dunia imajinasi yang memiliki kodrat sendiri, dunia imajiner atau tak nyata.[2]

Lirisisme mengandung kata "Liris" yang berarti emosional (tentang sajak, lagu, dan sebagainya) dan penuh perasaan.[3]

Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman budaya, suku, ras, etnis, agama, dan bahasa yang berbeda. Keragaman tersebut memberikan dampak pada lirisisme yang mampu bertahan hal ini dikarenakan pada setiap keragaman di Indonesia memiliki karya seni yang menjadi parameter eksistensi lirisisme[4]

Karya Sastra

Karya sastra di Indonesia mampu mempertahankan estetika dan eksistensi dari lirisisme, di Indonesia bahasa diajarkan lewat kesenian dan sastra, Estetika lirisime melekat pada karya sastra, hal ini ditandai dengan adanya puisi-puisi yang menggambarkan emosional seperti puisi Chairil Anwar yang kemudian berhasil mengubah sifat mendasar dari estetika lirisisme ini dengan munculnya ”aku-individu” yang penuh luka, sudah jadi binatang. Chairil Anwar tiba-tiba menjadi sebuah perayaan baru dalam sastra Indonesia.[5]

Catatan kaki

  1. ↑ "lyricism". Merriam Webster. Diakses tanggal 2015-08-31.
  2. ↑ "Agenda : Pameran Maestro Seni Rupa Indonesia : Ahmad Sadali - Galeri Nasional Indonesia - Website resmi Galeri Nasional Indonesia (GALNAS)". galeri-nasional.or.id. Diakses tanggal 2017-09-21.
  3. ↑ "Hasil Pencarian - KBBI Daring". kbbi.kemendikdasmen.go.id. Diakses tanggal 2017-09-21.
  4. ↑ Welianto, Ari (ed.). "Keberagaman Suku Bangsa di Indonesia". Kompas.com. Diakses tanggal 2020-09-18.
  5. ↑ "Lirisisme dan Tubuh yang "Mata Bahasa"–Sastra-Indonesia.com" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-09-18.


Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan