Senin, 12 Oktober 2026
13:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Sanento Yuliman

Bagikan:

Sanento Yuliman adalah seorang seniman kelahiran 14 Juli 1941 Banyumas, Jawa Tengah.

Sanento dikenal juga sebagai seorang penulis serta kritikus seni. Sejak SD Sanento sudah mempunyai bakat seni dan sastra yang langsung dikembangkan komtdibawah bimbingan ayahandanya yang seorang Patih di Majenang. Sejak SMP Sanento memulai karier menulisnya yang dimuat di majalah Kawanku dan harian Kedaulatan Rakyat di kota kelahirannya. Setelah menamatkan kuliah S1 nya di Institut Teknologi Bandung, ITB, pada tahun 1968 dia melanjutkan studinya pada tahun 1981 ke Paris untuk program doktoral pada Sekolah Tinggi Ilmu Sosial. Sanento memulai kariernya di bangku kuliah sebagai pemimpin redaksi mingguan Mahasiswa Indonesia, kemudian ketika lulus kuliah ia menjadi Pemimpin Redaksi dan Karikaturis Harian Indonesia, dan setelah menamatkan kuliah doktoralnya di Paris ia menjadi Dosen Tetap di Jurusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung hingga sekarang.[1]

Dalam buku Seni Lukis Indonesia Baru, Sebuah Pengantar Sanento Yuliman mencatat deskripsi seni rupa dari Ahmad Sadali.[2][3]

Referensi

  1. ↑ APA & SIAPA sejumlah orang Indonesia 1985-1986. Tempo (Jakarta, Indonésie) (Edisi Cet. 1). Jakarta: Grafiti Pers. 1986. ISBN 979-444-006-X. OCLC 37095471.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  2. ↑ Seni Lukis Indonesia: Baru Sebuah Pengantar. Sanento, Yuliaman, Dewan Kesenian Jakarta, 1976, hlm 34
  3. ↑ Sadali: Karya - Pemikiran - Penafsiran. Monograf untuk Pameran 25.Juni - 14.Juli 2014. Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, 2014. Bahasa Indonesia, 68 karya, 114 halaman
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan