Minggu, 20 September 2026
15:25 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Sentimentalisme (sastra)

Sentimentalisme adalah praktik yang menjadi sentimental, atau tendensi pada aksi atau reaksi dasar dari perasaan yang berlawanan dengan alasam.[1] Sebagai mode sastra, sentimentalism telah menjadi aspek sastra dunia, dan merupakan pengaruh pada tradisi India, China, dan Vietnam. Sentimentalisme merujuk kepada varietas aspek dalam sastra, seperti puisi sentimental, novel sentimental, atau gerakan musik sentimentalis Jerman, Empfindsamkeit.

Sentimentalisme Eropa berkembang pada Abad Pencerahan, sebagi nan sebagai tanggapan terhadap sentimentalisme dalam filsafat. Di Inggris pada abad kedelapan belas, novel sentimental merupakan genre sastra utama.

Catatan

  1. "sentimentalism, n.", Oxford English Dictionary
  • Sterne, Laurence. A Sentimental Journey. New York:Oxford University Press, 2003.

Bacaan tambahan

  • Renate Krüger: Das Zeitalter der Empfindsamkeit. Koehler & Amelang, Leipzig 1972
  • Nikolaus Wegmann: Diskurse der Empfindsamkeit. Zur Geschichte eines Gefühls in der Literatur des 18. Jahrhunderts. *Metzler, Stuttgart 1988, ISBN 3-476-00637-9
  • Brissenden, R.F. Virtue in Distress: Studies in the Novel of Sentiment from Richardson to Sade. London: Macmillan, 1974.
  • McGann, Jerome. The Poetics of Sensibility: a Revolution in Literary Style. Oxford: Clarendon Press, 1996.
  • Mullan, John. Sentiment and Sociability: The Language of Feeling in the Eighteenth Century. Oxford: Clarendon Press, 1988.
  • Nagle, Christopher. Sexuality and the Culture of Sensibility in the British Romantic Era. New York: Palgrave Macmillan, 2007.
  • Todd, Janet. Sensibility: an Introduction. London: Methuen, 1986.
  • Tompkins, Jane. Sensational Designs: The Cultural Work of American Fiction, 1790-1860. New York: Oxford UP, 1986.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan