| Terjemahan dari tisikkhā | |
|---|---|
| Inggris | threefold training, three trainings, three disciplines |
| Pali | tisikkhā |
| Sanskerta | त्रिशिक्षा (triśikṣā) |
| Tionghoa | 三学 (Pinyin: sān xué) |
| Jepang | 三學 (rōmaji: sangaku) |
| Korea | 삼학 (RR: samhak) |
| Tibet | ལྷག་པའི་བསླབ་པ་གསུམ། (Wylie: lhag-pa’i bslab-pa gsum) |
| Thai | ไตรสิกขา (RTGS: traisikkha) |
| Vietnam | tam học |
| Khmer | ត្រ័យសិក្ខា (UNGEGN: traisĕkkha) |
| Daftar Istilah Buddhis | |
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme Theravāda |
|---|
| Buddhisme |
|
|
|
|
|
Ordo (Nikāya atau Gaṇa) |
|
|
|
Sang Buddha mengajarkan tentang tiga latihan atau tiga praktik (Pali: tisikkhā atau sikkhā; Sanskerta: triśikṣā atau śikṣā)[1] sebagai latihan dalam:
- sila yang lebih tinggi (Pali: adhi-sīla-sikkhā; Sanskerta: adhiśīlaśikṣa)
- pikiran yang lebih tinggi (P.: adhi-citta-sikkhā; S.: adhicittaśikṣa) atau konsentrasi (P.: samādhi-sikkhā; S.: samādhiśikṣa)
- kebijaksanaan yang lebih tinggi (P.: adhi-paññā-sikkhā; S.: adhiprajñāśikṣa)
Dalam Tripitaka Pali
Menurut teks kanonik Theravāda, menjalankan tiga latihan ini membawa pada pelepasan dari nafsu, kebencian, dan delusi.[2] Seseorang yang sepenuhnya berhasil dalam latihan ini mencapai Nirwana.[3]
Dalam kitab Aṅguttaranikāya (AN 3.85; AN 3.89; AN 3.90), latihan dalam "sila tingkat tinggi" (adhi-sīla) mencakup mengikuti Pātimokkha, latihan dalam "batin tingkat tinggi" (adhi-citta) (kadang hanya disebut sebagai "konsentrasi", samādhi) mencakup memasuki dan berdiam dalam empat jhāna, dan latihan dalam "kebijaksanaan tingkat tinggi" (adhi-paññā) mencakup penglihatan langsung atas Empat Kebenaran Mulia atau pengetahuan tentang penghancuran noda batin.[4]
Dalam sejumlah khotbah kanonik, diberikan pula bentuk pengajaran yang lebih "bertahap" (anupubbikathā) kepada umat awam yang siap menerima (lihat juga Latihan bertahap). Pengajaran bertahap ini berpuncak pada ajaran tentang Empat Kebenaran Mulia yang pada akhirnya ditutup dengan Jalan Mulia Berunsur Delapan, yang unsur-unsurnya dapat dipetakan ke dalam tiga latihan ini (lihat di bawah).
Pembagian rangkap-tiga Jalan Mulia Berunsur Delapan
Tiga latihan yang diajarkan Buddha memiliki kemiripan dengan pengelompokan tiga bagian dari Jalan Mulia Berunsur Delapan yang dijelaskan oleh Bhikkhunī Dhammadinnā dalam Cūḷavedalla Sutta ("Khotbah Tanya-Jawab Singkat," MN 44): gugusan sila/moralitas (sīlakkhandha), gugusan konsentrasi (samādhikkhandha), gugusan kebijaksanaan (paññākkhandha).[5] Skema tiga bagian ini menyederhanakan dan mengorganisasi Jalan Mulia Berunsur Delapan sebagai berikut:
| Tiga Latihan | Jalan Berunsur Delapan | Metode Praktik |
|---|---|---|
| Moralitas Luhur adhi-sīla |
Perkataan Benar sammā-vācā |
Pancasila Buddhis |
| Perbuatan Benar sammā-kammanta | ||
| Penghidupan Benar sammā-ājīva | ||
| Pikiran Luhur adhi-citta Konsentrasi samādhi |
Pengupayaan Benar sammā-vāyāma |
Berdiam dalam empat jhāna (penyerapan meditatif) |
| Penyadaran Benar sammā-sati | ||
| Konsentrasi Benar sammā-samādhi | ||
| Kebijaksanaan Luhur adhi-paññā |
Pandangan Benar sammā-diṭṭhi |
Mengetahui Empat Kebenaran Mulia |
| Kehendak/Pikiran Benar sammā-saṅkappa |
Mahāyāna
Tiga latihan juga merupakan bagian dari Jalan Bodhisatwa dalam tradisi Mahāyāna. Nagarjuna merujuk pada hal ini dalam karyanya Letter to a Friend (Suhrllekha), bait ke-53:
"Seorang praktisi seharusnya senantiasa berlatih (śikṣā) dalam disiplin luhur (adhiśīla), kebijaksanaan luhur (adhiprajñā), dan batin luhur (adhicitta)."[6]
Lihat pula
- Latihan Bertahap (Anupubbasikkhā)
- Ajaran Bertahap (Anupubbikathā)
- Pariyatti, paṭipatti, paṭivedha
Referensi
- ↑ Lihat Aṅguttaranikāya, Kitab Tiga (Tikanipata), Bab "Para Bhikkhu" (Samanavagga). Bab ini berisi sutta yang secara bergantian diidentifikasi sebagai AN 3.82 hingga 3.92. Dari sutta-sutta tersebut, dua yang paling banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris adalah AN 3.88 dan 3.89, masing-masing disebut "Sikkha (1)" dan "Sikkha (2)" oleh Thanissaro Bhikkhu, serta "Dutiyasikkhasuttaṁ" dan "Tatiyasikkhasuttaṁ" dalam edisi Sinhala. Terjemahan bahasa Inggris dari kedua sutta ini dapat ditemukan dalam: Nyanaponika & Bodhi (1999), hlm. 69–71; Thanissaro (1998a); dan Thanissaro (1998b). Lihat juga, misalnya, DN 16.4.3 (PTS D ii.123) (huruf tebal ditambahkan untuk penekanan):
Diterjemahkan oleh Vajira & Story (1998) (huruf tebal ditambahkan untuk penekanan) sebagai:"Sīlaṃ samādhi paññā ca,
vimutti ca anuttarā;
Anubuddhā ime dhammā,
gotamena yasassinā. Iti buddho abhiññāya,
dhammamakkhāsi bhikkhunaṃ;
Dukkhassantakaro satthā,
cakkhumā parinibbuto"ti."Virtue, concentration, wisdom, and emancipation unsurpassed —
These are the principles realized by Gotama the renowned;
And, knowing them, he, the Buddha, to his monks has taught the Dhamma.
He, the destroyer of suffering, the Master, the Seer, is at peace."
("Sila, konsentrasi, kebijaksanaan, dan pembebasan yang tiada tara —
Inilah prinsip-prinsip yang direalisasikan oleh Gotama yang termasyhur;
Dan, setelah mengetahuinya, ia, Sang Buddha, mengajarkan Dhamma kepada para bhikkhu.
Dialah penghancur penderitaan, Sang Guru, Sang Penilik, yang telah mencapai kedamaian.") - ↑ Lihat AN 3.88 (Thanissaro, 1998a).
- ↑ Lihat AN 3.89 (Thanissaro, 1998b).
- ↑ AN 3.85, AN 3.89, AN 3.90
- ↑ Thanissaro (1998c).
- ↑ Letter to a Friend karya Nagarjuna, Padmakara Translation Group, 2005, hlm. 47
Daftar pustaka
- Nyanaponika Thera and Bhikkhu Bodhi (trans. and ed.) (1999). Numerical Discourses of the Buddha: An Anthology of Suttas from the Anguttara Nikaya. Walnut Creek, CA: Altamira Press. ISBN0-7425-0405-0.
- Thanissaro Bhikkhu (trans.) (1998a). AN 3.88: Sikkha Sutta - Trainings (1). Tersedia secara daring di http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/an/an03/an03.088.than.html.
- Thanissaro Bhikkhu (trans.) (1998b). AN 3.89: Sikkha Sutta - Trainings (2). Tersedia secara daring di http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/an/an03/an03.089.than.html.
- Thanissaro Bhikkhu (trans.) (1998c). MN 44: Culavedalla Sutta: The Shorter Set of Questions-and-Answers. Tersedia secara daring di http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/mn/mn.044.than.html.