Kamis, 29 Oktober 2026
00:20 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Anupubbikathā

tahapan ajaran sesuai kesiapan pendengarnya dalam Buddhisme

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Latihan Bertahap atau Tiga Latihan.
Metode pengajaran yang digunakan oleh BuddhaTemplat:SHORTDESC:Metode pengajaran yang digunakan oleh Buddha
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
icon PortalBuddhisme

Dalam Buddhisme Theravāda, anupubbikathā,[a] diterjemahkan secara beragam sebagai "ajaran bertahap",[b] "khotbah bertahap",[c] "instruksi progresif",[d] dan "ceramah langkah demi langkah",[e] adalah metode yang digunakan oleh Sang Buddha Gotama untuk mengajarkan Dhamma kepada upasaka-upasika yang disesuaikan dengan daya tanggap atau kesiapannya masing-masing. Dalam pendekatan ini, Empat Kebenaran Mulia merupakan ajaran puncak. Rumusan umumnya adalah:

  1. Kedermawanan (dāna)
  2. Moralitas (sīla)
  3. Surga (sagga)
  4. Bahaya kenikmatan indrawi (kāmānaṃ ādīnava)[f]
  5. Pelepasan (nekkhamma)
  6. Empat Kebenaran Mulia (cattāri ariya-saccāni)[1]

Dalam Tripitaka Pali

Dalam Tripitaka Pali, judul dari istilah ini, pemaknaan umumnya, dan garis besarnya diberikan dalam rumusan naratif berikut (dalam bahasa Indonesia dan Pali) yang ditemukan dalam berbagai khotbah:[2][g][h]

"Kemudian Sang Bhagavā memberikan kepada perumah tangga itu ... ajaran bertahap, yaitu: ceramah tentang dana, ceramah tentang moralitas, ceramah tentang surga; Beliau menjelaskan bahaya, kehinaan, dan kekotoran dalam kenikmatan indrawi serta manfaat pelepasan. Ketika Beliau mengetahui bahwa pikiran perumah tangga itu siap, mudah diterima, bebas dari rintangan, gembira, dan percaya diri, Beliau menguraikan kepadanya ajaran khusus para Buddha: penderitaan, asal-mulanya, lenyapnya, dan jalan."[6][i] Atha kho bhagavā ... gahapatissa ānupubbīkathaṃ kathesi. Seyyathīdaṃ: dānakathaṃ, sīlakathaṃ, saggakathaṃ, kāmānaṃ ādīnavaṃ, okāraṃ saṅkilesaṃ, nekkhamme ānisaṃsaṃ pakāsesi. Yadā bhagavā aññāsi ... gahapatiṃ kallacittaṃ muducittaṃ vinīvaraṇacittaṃ udaggacittaṃ pasannacittaṃ, atha yā buddhānaṃ sāmukkaṃsikā dhammadesanā, taṃ pakāsesi: dukkhaṃ samudayaṃ nirodhaṃ maggaṃ.[4]

Rincian untuk ajaran ini diberikan dalam DN 2[7] dan, pada tingkat lebih rendah, dalam MN 27 dan MN 51.[8]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Ejaan ini juga dapat ditemukan sebagai ānupubbikathā dan ānupubbīkatha. Untuk beberapa variasi ejaan dari kata Pali ini, lihat Rhys Davids & Stede 1921–25, hlm. 39, entri untuk "Anupubbikathā". Perhatikan juga bahwa dalam edisi daring La Trobe University (n.d.) dari Kanon, huruf "i" tengah dari anupubbikathā atau ānupubbikathā memiliki tanda makron (ī).
  2. ↑ Terjemahan "gradual instruction" digunakan, misalnya, oleh Nyanatiloka 1980, entri untuk "ānupubbī-kathā".
  3. ↑ Terjemahan "gradual discourse" digunakan, misalnya, dalam Walshe 1995, hlm. 215.
  4. ↑ Terjemahan "progressive instruction" digunakan, misalnya, dalam Ñāṇamoli & Bodhi 2001, hlm. 485.
  5. ↑ Terjemahan "step-by-step talk" digunakan dalam Thanissaro 1998 harvnb error: tanpa target: CITEREFThanissaro1998 (bantuan).
  6. ↑ Mengenai penerjemahan ādīnava, Bullitt menggunakan kata "kekurangan" (drawbacks), sementara Ñāṇamoli & Bodhi 2001, hlm. 485 menggunakan "bahaya" (danger), dan Rhys Davids & Stede 1921–25, hlm. 99 menyarankan "kerugian, bahaya" (disadvantage, danger), entri untuk "Ādīnava".
  7. ↑ Istilah majemuk ānupubbīkathaṃ dapat ditemukan sepuluh kali di Vinaya Piṭaka dan delapan kali di Sutta Piṭaka, termasuk: DN 3, DN 5, MN 56, MN 91, AN 8.12, AN 8.20, AN 8.21, dan Ud 5.3 dari KN.[3] Selain itu, dua contoh rumusan ini ditemukan dalam DN 14.[4]
  8. ↑ Dalam DN 14, pernyataan rumusan yang diidentifikasi tidak dinyatakan oleh Buddha Gotama (yang menurut Tripitaka Pali adalah Buddha ke-28), tetapi oleh Buddha Vipassī (Buddha ke-22), sehingga menegaskan bahwa Empat Kebenaran Mulia adalah "ajaran khas para Buddha," yakni termasuk para Buddha selain Buddha yang mencapai penerangan sempurna di zaman ini.[5]
  9. ↑ Ajaran empat bagian terakhir ini merujuk pada Empat Kebenaran Mulia

Referensi

  1. ↑ Bullitt 2005.
  2. ↑ Nyanatiloka 1980, entri untuk "ānupubbī-kathā".
  3. ↑ Thanissaro 1998. sfn error: tanpa target: CITEREFThanissaro1998 (bantuan)
  4. 1 2 La Trobe University n.d.
  5. ↑ Walshe 1995, hlm. 215–16.
  6. ↑ Ñāṇamoli & Bodhi 2001, hlm. 485.
  7. ↑ Thanissaro 1997. sfn error: tanpa target: CITEREFThanissaro1997 (bantuan)
  8. ↑ Bodhi 2005, hlm. 226.

Daftar pustaka

40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan