Selasa, 03 November 2026
10:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Buddhisme di Taiwan

Buddhisme di Taiwan

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
250px-Taiwanese_Buddhist_Monk_Bamboo_Hat_Close.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Biarawan Buddhis Republik Tiongkok dengan jubah tradisional dan topi bambu.
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Mahāyāna
Seroja, salah satu dari delapan simbol keberuntungan dalam Mahāyāna
Buddhisme
icon PortalBuddhisme

Agama Buddha merupakan salah satu agama utama di Republik Tiongkok. Orang Republik Tiongkok sebagian besar mempraktikkan prinsip-prinsip Buddhisme Mahayana, Konghucu, praktik-praktik lokal, dan tradisi Taoisme.[1] Peran dari para ahli keagamaan dari tradisi Buddhis dan Tao hadir pada acara-acara khusus seperti untuk persalinan dan pemakaman. Dari hal-hal ini, jumlah yang lebih kecil secara lebih spesifik mengidentifikasikan dengan ajaran dan institusi Buddhis Tionghoa, tanpa harus menghindari praktik dari tradisi-tradisi Asia lainnya. Sekitar 35% penduduk Republik Tiongkok percaya pada Buddhisme.[2]

Statistik pemerintah Republik Tiongkok membedakan Buddhisme dari Taoisme, memberikan angka yang hampir sama untuk keduanya. Pada tahun 2005, sensus mencatat 8 juta umat Buddha dan 7,6 juta umat Taoisme, dari total populasi 23 juta.[3] Banyak orang Republik Tiongkok yang menyatakan diri sebagai "Taois" sebenarnya menjalankan praktik-praktik yang lebih sinkretis yang terkait dengan agama tradisional Tionghoa yang berdasarkan Buddhisme. Orang Republik Tiongkok yang mengaku sendiri sebagai Buddhis mungkin juga penganut kepercayaan-kepercayaan yang lebih terlokalisasi seperti Yiguandao, yang juga memusatkan perhatian pada figur Buddhis seperti Guanyin atau Maitreya dan mendukung vegetarianisme.

Ciri khas Buddhisme Republik Tiongkok adalah penekanan pada praktik vegetarianisme, pengaruh Buddhisme Humanistik, dan menonjolnya organisasi-organisasi Buddhis terpusat yang besar. Empat guru Buddhis yang mendirikan institusi yang sangat penting, populer disebut sebagai "Empat Maharaja Langit Buddhisme Republik Tiongkok",[4] satu untuk setiap arah utama, dengan institusi-institusi yang berhubungan dengan mereka disebut sebagai "Empat Gunung Besar". Mereka adalah:

Beberapa tokoh ini telah dipengaruhi oleh Buddhisme Humanistik (人間佛教) dari Master Yin Shun (印順), suatu pendekatan teologis yang timbul untuk membedakan Buddhisme Republik Tiongkok. Bahkan, Yin Shun merupakan guru pembimbing langsung dari Master Cheng Yen,[5] dan juga berpengaruh signifikan terhadap para master lainnya. Para master terkemuka ini memiliki organisasi berpengaruh dengan cabang-cabang di seluruh dunia. Dalam kebalikan hubungan historis yang lebih tua, para tokoh Buddhis Republik Tiongkok ini telah memainkan peran penting dalam kebangkitan agama Buddha di Tiongkok daratan.

Gagasan mengenai "Buddhisme Humanistik" mendorong hubungan yang lebih langsung antara komunitas-komunitas Buddhis dengan masyarakat luas. Juga dikenal sebagai "Buddhisme yang Terlibat secara Sosial", fokusnya pada kemajuan masyarakat melalui partisipasi dalam aspek-aspek seperti pelestarian lingkungan. Seperti disebutkan sebelumnya, sebagian besar institusi Buddhis arus utama menekankan pendekatan ini.[6][7]

Lihat juga

Sumber

Catatan

  1. ↑ "Major Religions Ranked by Size". adherents.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-06-22. Diakses tanggal 2017-11-15.
  2. ↑ Benoit, Vermander S.J. (Musim dingin 1998). "Religions in Taiwan: Between Mercantilism and Millenarianism" (PDF). Inter-Religio. Taipei Ricci Institute: 63–75. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-04-03. Diakses tanggal 2017-11-15.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Sakya, Madhusudan (2011-01-01). Current Perspectives in Buddhism: Buddhism today : issues & global dimensions (dalam bahasa Inggris). Cyber Tech Publications. hlm. 95.
  4. ↑ 2600 Years of Sambuddhatva: Global Journey of Awakening (dalam bahasa Inggris). 2011-01-01. hlm. 282. ISBN 9789559349334.
  5. ↑ 潘, 煊 (2005). 法影一世紀. Taiwan: 天下文化出版社. ISBN 986-417-475-4.
  6. ↑ "解嚴後台灣新興佛教現象及其特質". ddbc.edu.tw. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-05-18. Diakses tanggal 2017-11-15.
  7. ↑ "解嚴後台灣佛教新興教派之研究". url.tw.

Pranala luar

40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan