Sabtu, 24 Oktober 2026
09:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Sutra Avatamsaka

Sutra Avatamsaka

Sutra Buddha Mahāyāna

Bagikan:
250px-Korean_sutra_covers_-_Avatamsaka_sutra_%28c.1400%29_-_BL_Or._7377.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sampul sebuah bab sutra pigmen emas Korea. Kertas celup indigo, dengan deretan bunga rampai emas, dan sebuah cartouche judul, sekitar tahun 1400.
Berdasarkan Tripitaka Taishō
Tripitaka Tionghoa
250px-Section_of_Tripitaka_%28Issai-kyo%29%2C_13th_century%2C_Dayton_Art_Institute.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terjemahan teks India
Karya Tionghoa dan Jepang
  • 1693–1803 Sūtravibhāṣā
  • 1804–1815 Vinayavibhāṣā
  • 1816–1850 Śāstravibhāṣā
  • 1851–2025 Sarvasamaya
  • 2026–2120 Sejarah
  • 2121–2136 Ensiklopedia
  • 2137–2144 Teks Nonbuddhis
  • 2145–2184 Katalog
Suplemen
  • 2185–2700 Klarifikasi Sūtra Tambahan
  • 2701–2731 Siddhaṃ
  • 2732–2864 Kuno
  • 2865–2920 Diragukan
  • Vol. 86–97 Ilustrasi
  • Vol. 98–100 Harta Karun Keyakinan Shōwa
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Mahāyāna
Seroja, salah satu dari delapan simbol keberuntungan dalam Mahāyāna
Buddhisme
icon PortalBuddhisme

Sūtra Avataṃsaka (IAST, Sanskerta: आवतंसक षूत्र); atau Sūtra Mahāvaipulya Buddhāvataṃsaka (Sanskerta: महावैपुल्य बुद्धावतंसक षूत्र)[note 1], dalam bahasa Inggris:The Great and Vast Buddha Garland Sutra, adalah naskah Buddhis Mahāyāna yang sangat panjang dan lengkap, dianggap sebagai sabda Buddha yang paling agung.[2] Sūtra Avataṃsaka, juga disebut Sūtra Untaian Bunga atau Sutra Karangan Bunga,[note 2] merupakan salah satu sutra Buddhis yang paling berpengaruh di Asia Timur. Sutra ini terdiri dari beberapa naskah yang berbeda, salah satunya berpusat pada ajaran Buddha Vairocana.[4] Dalam bahasa Indonesia, nama lengkap sutra ini diterjemahkan menjadi Sutra Untaian Bunga Yang Agung dan Universal dari Buddha.[5]

Sutra Avatamsaka merupakan salah satu pilar Buddhisme Asia Timur. Sutra ini merupakan sumber dari beberapa literatur Buddhis paling awal yang diperkenalkan ke Tiongkok, yang di sana akhirnya berkembang menjadi sebuah aliran filsafat utama berdasarkan pada ajarannya.[6] Sutra Avatamsaka, yang dalam bahasa Tionghoa dikenal dengan nama Huayanjing, merupakan kitab utama yang menjadi dasar dari aliran Huayan.[7]

Sutra Avatamsaka menyingkap bagaimana makhluk yang tercerahkan memandang realitas. Sutra ini terkenal karena deskripsi sangat indah dari antar keberadaan seluruh fenomena. Avatamsaka juga menjelaskan tahapan perkembangan seorang bodhisattva. Beberapa komentar awal menyebutnya sebagai Bodhisattva Piṭaka.[8]

Uraian judul pada nama sutra

Sūtra Mahāvaipulya Buddhāvataṃsaka merupakan contoh judul sutra dalam kategori tipe judul lengkap, yakni judul sutra yang berhubungan dengan orang, dharma, dan analogi. Sutra adalah istilah yang lazim digunakan untuk seluruh ajaran Buddha, Mahāvaipulya yang berarti "Agung dan Universal", Buddhāvataṃsaka berarti "Untaian Bunga dari Buddha", sehingga secara keseluruhan diterjemahkan menjadi "Sutra Untaian Bunga Yang Agung dan Universal dari Buddha". "Agung dan Universal" adalah Dharma, "Buddha" adalah orang, dan "Untaian Bunga" adalah sebuah analogi, yakni aneka perilaku yang menuju pencerahan diumpamakan sebagai bunga-bunga yang menghiasi pencapaian pencerahan luhur yang tiada tara.[9]

Istilah "vaipulya" (Pali: vedalla) adalah sebuah gelar yang diberikan kepada sebuah sutra yang dikatakan mencakup doktrin-doktrin yang mendalam, yang dimasukkan sebagai suatu kategori dalam divisi sembilan kali lipat dan dua belas kali lipat dari kitab suci Buddha. Menurut beberapa naskah Mahāyāna, sutra-sutra Mahāyāna harus diidentifikasi dalam kategori vaipulya divisi sembilan kali lipat atau dua belas kali lipat dari ajaran Buddha. Unsur sentral dalam judul sutra ini adalah "Buddhāvataṃsaka." Istilah "avataṃsaka" berarti "untaian bunga" atau "kalung bunga", menunjukkan bahwa segala kebajikan yang telah dihimpun Buddha pada saat dia mencapai pencerahan adalah seperti kalung bunga yang indah yang menghiasi dirinya,[10] atau kejayaannya yang menginspirasi.[note 3]

Variasi judul sutra

Beberapa variasi utama judul sutra ini dalam berbagai bahasa di antaranya adalah:

  • Sanskerta, dikenal dengan nama lengkapnya Mahāvaipulya Buddhāvataṃsaka Sūtra, "Sutra Untaian Bunga Buddha Yang Agung dan Tak Terhingga",[2] atau Buddhāvataṃsaka mahāvaipulyasūtra.[10]
  • Tionghoa, dikenal dengan nama Dàfāngguǎng Fóhuāyán Jīng (Hanzi sederhana:大方广佛华严经; Hanzi tradisional:大方廣佛華嚴經),[13] umumnya dikenal dengan nama Huáyánjīng (Hanzi sederhana:华严经; Hanzi tradisional:華嚴經).[14]
  • Jepang, dikenal dengan nama Daihōkō-butsu-kegon-gyō (大方広仏華厳経),[15] biasanya dikenal dengan nama Kegon-gyō (華厳経).[16]
  • Korea, dikenal dengan nama Daebanggwang Bulhwaeom Gyeong (대방광불화엄경) atau Hwaeom Gyeong (화엄경).[17]
  • Vietnam, diterjemahkan dengan nama Kinh Đại Phương Quảng Phật Hoa Nghiêm atau disingkat menjadi Kinh Hoa Nghiêm.[18]
  • Inggris, diterjemahkan dengan berbagai nama antara lain The Great and Vast Buddha Garland Sutra,[2] The Great Vaipulya Sutra of the Buddha's Flower Garland,[19] The Flower Ornament Scripture, Flower Garland Sutra, Flower Ornament Sutra, atau Flower Adornment Sutra.[8]

Sejarah dan asal-usul

500px-Huayan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salinan Avataṃsakasūtra versi Tiongkok yang berasal dari Dinasti Xia Barat.

Sutra Avatamsaka, seperti sutra-sutra Buddhis lainnya, disusun secara bertahap, dimulai dari setidaknya 500 tahun setelah wafat atau parnirvana Buddha. Sutra ini telah menjadi kitab utama aliran Huayan dari Buddhisme di Tiongkok.[20]

Terdapat legenda yang menghubungkan Sutra Avatamsaka dengan Buddha historis. Namun, seperti kebanyakan sutra-sutra Mahāyāna lainnya, asal-usulnya tidak diketahui. Penyusunannya mungkin telah dimulai pada abad ke-1 SM dan mungkin selesai pada abad ke-4 Masehi. Hanya fragmen dari bahasa Sanskerta asli yang masih bertahan.[8]

Versi lengkap pertama dan tertua yang dimiliki saat ini adalah terjemahan dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Tionghoa oleh Buddhabhadra, yang selesai pada tahun 420 M, terdiri dari 60 gulungan. Terjemahan bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Tionghoa lainnya diselesaikan oleh Siksananda pada tahun 699 Masehi, terdiri dari 80 gulungan, atas perintah Maharani Wu.[8][20] Terdapat juga terjemahan dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Tibet, yang diselesaikan oleh Jinametra pada abad ke-8.[8]

Selain itu, sekitar tahun 798 M, Sutra Avatamsaka dalam versi 40 gulungan disusun oleh Prajñā atas perintah Kaisar Dezong dari Tang, yang diterjemahkan dan disusun dari sutra aslinya berbahasa Sanskerta yang berjudul Sutra Gandavyuha, terutama yang mengulas kisah terkenal ziarah Sudhana, yang diceritakan dalam bagian terakhir kitab ke-39—"Memasuki Alam Realitas"—dari 80 gulungan Sutra Avatamsaka yang terdiri dari total 39 kitab.[20]

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Berdasarkan naskah Sūtra Mahāvaipulya Buddhāvataṃsaka (महावैपुल्यबुद्धावतंसकषूत्र) atau "Sutra Vaipulya Agung" dari Untaian Bunga Buddha[1]
  2. ↑ Sutra Karangan Bunga (Avatamsaka Sutra atau Huáyán Jīng) menjelaskan empat puluh satu tingkatan Bodhisattwa, yang kesemuanya merupakan tingkatan pencerahan.[3]
  3. ↑ Divyavadana juga menyebut sebuah mukjizat Śrāvastī Buddhāvataṃsaka, yakni dia menciptakan emanasi dirinya yang tak terhitung jumlahnya duduk di atas bunga lotus.[11][12]

Referensi

  1. ↑ J. Babb (2018). A World History of Political Thought. Edward Elgar Publishing Limited. ISBN 978-1-78643-553-8. Diakses tanggal 16 April 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 "Avatamsaka-sutra". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 14 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Ven. Master Chin Kung (Juni 2011). Willy Yandi Wijaya (ed.). "Memahami Buddhisme" Tradisi Mahayana (To Understand Buddhism) (PDF). Diterjemahkan oleh Fredrick Neo. Kamadhis UGM (Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Gadjah Mada). Diakses tanggal 16 April 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Ronald S. Green; Chanju Mun (2018). Gyōnen's Transmission of the Buddha Dharma in Three Countries. Brill Publishers. hlm. 178. ISBN 978-90-04-37038-8. Diakses tanggal 14 April 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Sutra Suranggama: Jilid I. Diterjemahkan oleh Upasaka Arya Phala. Yayasan Triyanavardhana Indonesia, Ekayana Buddhist Centre. 1997. hlm. 2.
  6. ↑ Thomas Cleary (1993). The Flower Ornament Scripture: A Translation of the Avatamsaka Sutra (PDF). Shambhala Publications. hlm. 1-2. ISBN 978-0-87773-940-1. Diakses tanggal 15 April 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Wm. Theodore De Bary, ed. (2008). Sources of East Asian Tradition: Premodern Asia, Volume 1. Columbia University Press. hlm. 257. ISBN 978-0-231-14304-2. Diakses tanggal 18 April 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 3 4 5 Barbara O'Brien (8 Maret 2017). "The Avatamsaka Sutra: The Flower Garland Scripture". Learn Religions. Diakses tanggal 17 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Sutra Suranggama: Jilid I. Diterjemahkan oleh Upasaka Arya Phala. Yayasan Triyanavardhana Indonesia, Ekayana Buddhist Centre. 1997. hlm. 1-2.
  10. 1 2 Akira Hirakawa (1990). "The Contents of Early Mahāyāna Scriptures". Dalam Paul Groner (ed.). A History of Indian Buddhism: from Śākyamuni to Early Mahāyāna (PDF). Diterjemahkan oleh Paul Groner. University of Hawaii Press. hlm. 279. ISBN 978-0-8248-1203-4. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-09-11. Diakses tanggal 16 April 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Akira Sadakata (15 April 1997). Buddhist Cosmology: Philosophy and Origins. Kōsei Pub. Co. hlm. 144. ISBN 978-4-333-01682-2. ...hiasan, atau manifestasi agung, dari Buddha [...] Ini berarti bahwa tak terhitung jumlahnya Buddha yang memanifestasikan diri mereka di alam ini, dengan demikian menghiasinya.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Ōtake Susumu (2007), "On the Origin and Early Development of the Buddhāvataṃsaka-Sūtra", dalam Hamar, Imre (ed.), Reflecting Mirrors: Perspectives on Huayan Buddhism, Otto Harrassowitz Verlag, hlm. 89–93, ISBN 978-3-447-05509-3, diakses tanggal 16 April 2020 2011 {{citation}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  13. ↑ "The Avatamsaka Sutra" (PDF). Berkeley Buddhist Monastery. Diakses tanggal 16 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "華嚴經". Digital Dictionary of Buddhism. Diakses tanggal 17 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ "Appendix C: The Documents Referred to in the Dicionary and Their Japanese Titles". Soka Gakkai: Nichiren Buddhism Library. Diakses tanggal 17 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Elisabetta Porcu (2008). Pure Land Buddhism in Modern Japanese Culture. Brill Publishers. hlm. 165. ISBN 978-90-04-16471-0. Diakses tanggal 17 April 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ "Comparative study of the Compassion sutra (Mahayana Maha karuna Dharani sutra) with Early Buddhism". Buddhism & Australia: International Conference on Buddhism. Diakses tanggal 17 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ "Sūtras". Wisdom Compassion: Trí Tuệ Từ Bi: ཤེས་རབ་དང་སྙིང་རྗེ. Diakses tanggal 17 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ Tetsuzen Jason M. Wirth; Shūdō Brian Schroeder; Kanpū Bret W. Davis, ed. (2016). Engaging Dogen's Zen: The Philosophy of Practice as Awakening. Wisdom Publications. hlm. 232. ISBN 978-1-61429-254-8. Diakses tanggal 17 April 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. 1 2 3 Huang Wen-chung; Lo Jih-wang (Januari 2015). "A Study of the Interrelations between the Structure of the Avatamsaka Sutraand Eco-humanistic Literacy" (PDF) (Edisi 第28期). 德霖學報. Diakses tanggal 17 April 2020.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisource Tionghoa memiliki teks asli yang berkaitan dengan artikel ini:
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan