Kamis, 01 Oktober 2026
22:58 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Bodhisatwa

Bodhisatwa

dalam Buddhisme, makhluk yang telah mengembangkan keinginan spontan dan pikiran welas asih untuk mencapai Kebuddhaan demi manfaat semua makhluk

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Bodhisatwa" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Bodhisatta
330px-Plaosan_Bodhisattva_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Relief Bodhisattva Awalokiteswara abad ke-9 di candi Plaosan, Jawa Tengah
Sanskertaबोधिसत्त्व (Bodhisattva)
Pāliबोधिसत्त (Bodhisatta)
Birmaဗောဓိသတ် (bɔ́dḭθaʔ)
Tionghoa菩提薩埵(菩薩), 菩提萨埵(菩萨), (pútísàduǒ (púsà) ), (Wade–Giles: p'u2-sa4), (Jyutping: pou4 tai4 saat3 do3)
Jepang菩薩 (romaji: bosatsu)
Korea보살, 菩薩 (RR: bosal)
Thaiโพธิสัตว์ (phothisat)
Tibetབྱང་ཆུབ་སེམས་དཔའ་ (chang chub sems dpa)
VietnamBồ Tát
菩薩
Sinhalaබෝධි සත්ත්ව
Informasi
Dimuliakan olehTheravada, Mahāyāna, Vajrayāna
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Bodhisatwa (KBBI; Sanskerta: बोधिसत्त्व, Bodhisattva; Pali: Bodhisatta) adalah makhluk calon Buddha yang bertekad untuk mencapai pencerahan dan sedang menyempurnakan pāramī (Pāli) atau pāramitā (Sanskerta) sebelum menjadi Buddha yang tercerahkan sepenuhnya.[1][2] Istilah bodhisatwa terdiri dari dua kata, yaitu bodhi yang berarti pencerahan atau penerangan, dan satwa yang berarti makhluk. Bodhisatwa juga merujuk kepada Buddha di masa kehidupan sebelum-Nya selagi memupuk kesempurnaan.

Terdapat perbedaan pemaknaan istilah ini antara aliran Theravāda dan Mahāyāna. Menurut aliran Theravāda yang bersumber dari Kanon Pāli, menggunakan istilah bodhisatta, istilah ini hanya merujuk kepada makhluk yang merupakan calon sammā-sambuddha tetapi tidak mencakup para calon paccekabuddha dan sāvakabuddha atau arahat.

Sedangkan menurut aliran Mahāyāna, bodhisatwa merujuk kepada semua makhluk yang bertekad menjalankan Tekad Bodhisatwa yang didorong oleh welas asih yang luar biasa (mahākaruṇā). Makhluk-makhluk ini dicirikan dengan kualitas spiritual seperti “empat kediaman ilahi” (brahmavihāra) yaitu cinta kasih (maitrī), welas asih (karuṇā), sukacita berempati (muditā), dan ketenangan batin (upekṣā), serta berbagai “kesempurnaan” bodhisattva (pāramitā) yang meliputi prajñāpāramitā (“kesempurnaan kebijaksanaan”) dan keterampilan dalam sarana (upāya).[3][4][5]

Theravāda

Dalam interpretasi Buddhisme aliran Theravada, terdapat tiga jenis Buddha berdasarkan cara kecerahan-Nya:

  1. Sammā-sambuddha, yaitu Buddha yang tercerahkan sempurna oleh usaha-Nya sendiri, menemukan Dhamma, dan mengajarkan Dhamma.
  2. Pacceka-buddha ("Buddha Diam"), yaitu Buddha yang tercerahkan sempurna oleh usaha-Nya sendiri, menemukan Dhamma, tetapi tidak mengajarkan Dhamma.
  3. Sāvaka-buddha/Arahant ("Buddha Murid"), yaitu Buddha yang tercerahkan sempurna oleh usaha-Nya sendiri dengan mempelajari Dhamma yang telah ditemukan oleh Sammāsambuddha.

Terminologi bodhisatta dalam aliran Theravāda hanya merujuk kepada makhluk yang bertekad menjadi sammāsambuddha; tetapi tidak mencakup paccekabuddha dan sāvakabuddha. Kata bodhisatta digunakan oleh Buddha di Kanon Pāli untuk menunjuk diri-Nya di kelahiran-kelahiran pada kehidupan sebelumnya dan di kelahirannya yang terakhir sebelum menjadi Buddha. Selain itu, bodhisatta juga digunakan untuk menceritakan bodhisatta saat ini yang nantinya menjadi Buddha Metteya yang saat ini masih menyempurnakan pāramī di Surga Tusita. Kehidupan Siddhattha Gotama sebagai seorang Bodhisatta dicatat dalam Kitab Jataka. Ketika Siddhattha Gotama menceritakan dirinya dahulu, ia menggunakan istilah “ketika saya masih seorang Bodhisatta”. Siddhattha Gotama menggambarkan diri-Nya sebagai berikut:[6]

Para bhikkhu, sebelum mencapai penerangan sempurna, sementara saya masih seorang Bodhisatta yang belum mencapai penerangan sempurna, Saya juga, diriku sendiri mengalami kelahiran, usia tua, sakit, kematian, kesedihan dan kekotoran, mencari apa yang mengalami kelahiran, usia tua, sakit, kematian, kesedihan dan kekotoran.

— Ariyapariyesana Sutta (26)

Mahāyāna

Bagian dari seri tentang
Buddhisme Mahāyāna
Seroja, salah satu dari delapan simbol keberuntungan dalam Mahāyāna
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Dalam ajaran Mahayana, Bodhisatwa mengambil janji untuk tidak memasuki nirwana sebelum semua makhluk mencapai ke-Buddha-an. Artinya ia menunda memasuki nirwana dan memilih turun ke bumi mengorbankan dirinya untuk membantu makhluk lain mencapai pencerahan. Karena itulah Bodhisatwa dikenal memiliki sifat welas asih dan sifat tidak mementingkan diri sendiri dan rela berkorban. Ini tidak sama dengan di tradisi Theravada pada umumnya, makhluk yang mencapai pencerahan adalah Arahat, bukan Buddha. Dalam pandangan Mahayana, seorang Bodhisatwa memiliki tekad penuh kasih guna membantu seluruh mahluk untuk menuju pencerahan. Motivasi yang demikian dikenal dengan sebutan bodhicitta.

250px-Chenrezigthangka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bodhisatwa Avalokiteshvara, salah satu Bodhisatwa yang terkenal di kalangan umat Buddha Mahāyāna.

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Skilling, Peter (2021). Questioning the Buddha: A Selection of Twenty-Five Sutras, Introduction, Simon and Schuster.
  2. ↑ Silk, Jonathan A. (2025). Bodhisattva: Buddhist Ideal. Britannica.
  3. ↑ Flanagan, Owen (2011-08-12). The Bodhisattva's Brain: Buddhism Naturalized (dalam bahasa Inggris). MIT Press. hlm. 107. ISBN 978-0-262-29723-3.
  4. ↑ Pye, Michael (1978). Skillful Means – A concept in Mahayana Buddhism. London: Gerald Duckworth & Co. Ltd. ISBN0-7156-1266-2.
  5. ↑ Williams 2008, hlm. 50–51. sfn error: tanpa target: CITEREFWilliams2008 (bantuan)
  6. ↑ Kumpulan Sutta Majjhima Nikaya I, Oleh: Team Penterjemah Kitab Suci Agama Buddha, Penerbit: Proyek Sarana Keagamaan Buddha Departemen Agama RI, 1993
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan