Senin, 21 September 2026
02:50 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Biksu

Biksu

Sebutan untuk pria yang telah ditahbiskan menjadi anggota monastik Buddhis

Artikel ini bukan mengenai Samanera, Biksuni, atau Siput biku.
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Biksu"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Januari 2023)
250px-Borobudur_monks_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para biku sedang melantunkan paritta di Candi Borobudur.
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Biksu atau biku (Sanskerta: भिक्षु, bhikṣu; Pali: bhikkhu) adalah seorang pria yang telah ditahbiskan dalam lingkungan biara Buddhis. Kata ini sering kali dirujukkan sebagai biarawan Buddhisme.

Dalam bahasa sehari-hari, umat Buddha di Indonesia membedakan antara bhikṣu dengan bhikkhu karena perbedaan aliran yang dianut. Biksu, yang diserap dari bahasa Sanskerta bhikṣu, umum digunakan untuk biarawan beraliran Mahayana; sedangkan bhikkhu (bahasa Pali; KBBI: biku) umum digunakan untuk biarawan beraliran Theravāda. Sapaan yang digunakan sebagai bentuk penghormatan adalah Bhante untuk biarawan Theravāda; dan Suhu atau Shifu (Hanzi sederhana: 师傅 atau 师父; Hanzi tradisional: 師傅 atau 師父), yang berarti guru atau master, untuk biarawan Mahayana. Ada pendapat bahwa istilah biksu dan bhikkhu boleh digunakan tanpa memandang aliran karena dua istilah itu netral, tetapi pendapat ini tidak begitu populer.[butuh rujukan]

Para biksu tergabung sebagai anggota Saṅgha. Kehidupan semua monastik Buddhis diatur oleh seperangkat aturan yang disebut pratimokṣa (Sanskerta) atau pāṭimokkha (Pāli).[1] Gaya hidup mereka dibentuk untuk mendukung latihan spiritual mereka: melaksanakan sila vinaya, menjalani kehidupan yang sederhana dan meditatif serta mencapai Nirwana.[2]

Definisi

250px-Biksu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para biku memakan makanan hasil pemberian pindapata di sekitar Vihāra Bodhigiri, Balerejo, Wlingi, Blitar, Jawa Timur, Indonesia.

Arti harfiah biksu adalah "peminta-minta" atau "orang yang hidup dari derma".[3] Sesudah meninggalkan kedudukan dan kesejahteraannya, Pangeran Siddhattha menjadi seorang peminta-minta derma sebagai bagian dari gaya hidup sramana yang dijalaninya. Gaya hidup ini juga diadopsi murid-muridnya yang meninggalkan kehidupan berumah tangga demi dapat senantiasa mendampingi dan berguru kepadanya. Murid-murid semacam inilah yang menjadi cikal bakal Saṅgha, persamuan rahib-rahib tertahbis yang berkelana sepanjang tahun dari kota ke kota, hidup dari derma, dan hanya berhenti di satu tempat selama vassa, yakni bulan-bulan penghujan atau musim hujan.

Menurut kitab komentar Dhammapada yang disusun Buddhaghosa, biksu adalah "orang yang awas akan bahaya [di dalam saṁsara atau tumimbal-lahir]." Itulah sebabnya ia minta ditahbiskan, agar kondusif dalam usahanya mencapai Nibbāna.[4] Dhammapada menegaskan sebagai berikut:[5]

[266-267] Dia bukan seorang biksu semata-mata lantaran hidup dari derma orang lain. Bukan dengan mengubah tampilan jasmaniah seseorang menjadi biksu sejati. Barang siapa di sini (yang dikecualikan) hidup suci, melampaui jasa dan papa, dan melangkah dengan pengertian di dunia ini — dialah yang sesungguhnya disebut seorang biksu.

Sang Buddha membenarkan perempuan menjadi biksuni sesudah Mahāpajāpatī Gotamīdengan beberapa kaum perempuan lainnya datang menemui-Nya di Vesāli dengan tujuan meminta untuk ditahbiskan. Sang Buddha meminta kesediaan ibu tiri-Nya itu untuk menaati Delapan Garudhamma. Mahāpajāpatī Gotamī pun menyatakan kesediaannya dan mendapatkan status sebagai biksuni yang pertama di dunia. Setelah Mahāpajāpatī Gotamī, perempuan yang ingin menjadi biksuni harus menjalani upacara penahbisan lengkap.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. "The Buddhist World: Lay Buddhist's Guide to the Monk's Rules". www-buddhanet-net.translate.goog. Diakses tanggal 2023-05-26.
  2. "The condition of the monk (bhikkhu) in Theravāda Buddhism". en-dhammadana-org.translate.goog. Diakses tanggal 2023-05-26.
  3. Buddhist Dictionary, Manual of Buddhist Terms and Doctrines oleh Nyanatiloka Mahathera.
  4. "Resources: Monastic Vows". Diarsipkan dari asli tanggal 14 Oktober 2014. Diakses tanggal 2010-11-08.
  5. Buddharakkhita, Acharya. "Dhammapada XIX — Dhammatthavagga: The Just". Access To Insight. Diakses tanggal 18 Desember 2012.
  6. "Life of Buddha: Maha Pajapati Gotami - Order of Nuns (Bagian 2)". www.buddhanet.net.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan