Rabu, 23 September 2026
18:37 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Donchee

Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Seorang donchee atau dunchee (Khmer: ដូនជី) adalah seorang perempuan awam anagārikā yang memegang Delapan atau Sepuluh Sila dan tinggal di sebuah wihara dalam Buddhisme di Kamboja karena garis keturunan penahbisan bikuni yang sebelumnya telah punah tidak lagi diakui secara resmi.

Sejarah

Tradisi para petapa perempuan

Para petapa perempuan telah hadir sejak asal mula agama Buddha. Di Sri Lanka dan Myanmar, mereka telah mendirikan wihara-wihara untuk para anagārikā. Ordo serupa juga terdapat di Thailand.

Di Thailand, oleh karena perempuan dilarang menerima penahbisan sebagai bikuni, mereka disebut maechi (yang kemudian tradisi turunannya di Indonesia disebut sebagai aṭṭhasīlanī). Di Myanmar, seorang perempuan monastik delapan sila disebut thilashin atau sayalay, sedangkan perempuan yang telah ditahbiskan penuh disebut rahan-ma ("biku wanita"). Di Kamboja, ordo serupa disebut donchee. Menurut Guthrie, dunchee adalah "pewaris bentuk asketisme perempuan kuno yang pernah diberi status tinggi di Kamboja".[1]

Pembaharuan para janda Khmer Merah

Selama tirani rezim Khmer Merah, praktik agama Buddha di tempat umum dilarang, para biku dicopot dari jabatannya, dan wihara-wihara dihancurkan atau digunakan sebagai lumbung, penjara, atau tempat eksekusi. Setelah rezim digulingkan, para perempuan yang kehilangan suami dan putra mereka memulai kebangkitan agama Buddha dengan membersihkan wihara-wihara. Setelah sejumlah besar janda ditelantarkan akibat pembantaian penduduk Khmer antara tahun 1975 dan 1979, komunitas-komunitas donchee baru dibentuk sebagai tempat penampungan.[2]

Perempuan monastik kontemporer

Setelah jatuhnya rezim komunis pada tahun 1991, dunchee memainkan peran penting dalam rekonsiliasi Kamboja karena voat menjadi tempat para dunchee dapat membantu menyembuhkan luka dan trauma generasi muda.[3] Pada tahun 1997, sebuah konferensi diselenggarakan di Phnom Penh untuk membahas peran donchee yang muncul ini.[4]

Akan tetapi, peran dan status donchee dan perempuan monastik secara umum dalam Buddhisme Kamboja dipertanyakan. Kenyataan bahwa kesempatan monastik yang tersedia bagi laki-laki muda sebagian besar tidak tersedia bagi perempuan muda merupakan salah satu konsekuensi dari kenyataan bahwa penahbisan penuh perempuan tidak lagi tersedia dalam Buddhisme Theravāda klasik (yang dianggap memegang teguh aturan Disiplin sesuai kitab suci). Sebagian lain memandang ketidaksetaraan antara bhikkhu dan dunchee ini sebagai bentuk komplementaritas tempat seseorang dapat menemukan perlindungan.[5]

Karakteristik

Donchee, yang secara harfiah berarti "nenek" dalam bahasa Khmer, biasanya adalah para janda tua yang mencari perlindungan di pertapaan di sekitar wihara Khmer dalam bentuk béguinage. Mereka mencukur rambut dan mengenakan jubah putih atau kuning. Sebagian besar wihara memiliki tempat tinggal khusus untuk perempuan monastik, meskipun banyak yang memilih untuk tinggal di rumah, dibiayai oleh anak-anak mereka.[6]

Secara total, terdapat sekitar sepuluh ribu dunchee di seluruh Kamboja pada tahun 2000.[7]

Status

Para dunchee memiliki "posisi ambigu dalam Buddhisme Kamboja".[8] Status dunchee berada di antara seorang upāsikā (umat awam perempuan) biasa dan seorang bhikkhuni yang telah ditahbiskan penuh. Mereka biasanya diharapkan untuk bekerja di vihara, pada dasarnya mengamalkan pelayanan bagi para bhikkhu yang telah ditahbiskan, alih-alih sepenuhnya menerima pelatihan dan kesempatan untuk berlatih.

Salah satu pusat terbesar tempat para dunchee menerima pelatihan adalah Vipassana Dhura Meditation Center. Pusat ini, yang terletak di kaki Gunung Oudong, lima puluh kilometer di utara Phnom Penh, menampung sekitar 200 perempuan monastik. Namun, bahkan di sana, kesenjangan gender dalam peran yang dimainkan oleh para biku dan dunchee dalam Buddhisme Kamboja telah dikritik.[9]

Bibliografi

  • Goonalitake, Hema, "The Role of Ancient Cambodian Women in the Promotion of Buddhism", Paper for the International Conference on Khmer Studies, UNDP, Phnom Penh, 1993.
  • First Conference on the Role of Khmer Buddhist Don Chee and Lay Women in the Reconciliation of Cambodia, Heinrich Boll Foundation, Cambodia, 1995.

Lihat juga

Referensi

  1. Guthrie, Elizabeth (2005). "Khmer Buddhism, female asceticism, and salvation". History, Buddhism, and New Religious Movement in Cambodia. Honolulu: University of Hawaii Press: 133–49.
  2. Luig, Ute (2011). "Transforming personal suffering into models of self-help and social engagement: nuns in rural Cambodia" (PDF). University of Berlin FU: 14.
  3. Agger, Inger (Agustus 2015). "Calming the mind: Healing after mass atrocity in Cambodia". Transcultural Psychiatry. 52 (4): 543–560. doi:10.1177/1363461514568336. ISSN 1363-4615. PMC 4532676. PMID 25653141.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. First Conference on the Role of Khmer Buddhist Don Chee and Lay Women in the Reconciliation of Cambodia (dalam bahasa Khmer). s.l. 1997.
  5. Kent, Alexandra (2011). "Sheltered by dhamma: Reflecting on gender, security and religion in Cambodia". Journal of Southeast Asian Studies. 42 (2): 193–209. doi:10.1017/S0022463411000014. ISSN 0022-4634. JSTOR 23020273.
  6. Berkley Center for Religion, Peace and World Affairs. "Cambodia's "Quiet Movement": Buddhist Women in Development". berkleycenter.georgetown.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-04-23.
  7. Kent, Alexandra (Oktober 2011). "Global change and moral uncertainty: why do Cambodian women seek refuge in Buddhism?". Global Change, Peace & Security. 23 (3): 405–419. doi:10.1080/14781158.2011.601858.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Berkley Center for Religion, Peace and World Affairs. "Cambodia's "Quiet Movement": Buddhist Women in Development". berkleycenter.georgetown.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-04-23.
  9. Berkley Center for Religion, Peace and World Affairs. "Pchum Ben Provokes Questions on Faith Roles in Gender Equality and Maternal Health". berkleycenter.georgetown.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-04-23.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah

Templat:Buddhisme di Kamboja

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan