Sabtu, 07 November 2026
15:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Kappiya

Bagikan:
Terjemahan dari
kappiya
Inggrislay attendant
Palikappiyakāraka
Myanmarကပ္ပိယ
(MLCTS: kaʔpḭya̰)
Thaiลูกศิษย์วัด / เด็กวัด
(RTGS: luuk sit wat / dek wat)
Daftar Istilah Buddhis
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
icon PortalBuddhisme
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Kappiya (Pali) adalah seorang upasaka atau upasika yang tinggal di sebuah wihara dan bertugas untuk membantu para biku atau bikuni sebagai seorang pelayan atau pengurus terkait tugas-tugas yang dilarang oleh Vinaya (aturan monastik Buddhis), seperti penanganan uang. Selain itu, kappiya juga menyediakan layanan kebersihan, menjalankan tugas-tugas, dan membantu pengumpulan hasil derma.

Istilah

Istilah kappiya, yang secara harfiah berarti "sah" atau "tepat,"[1] berasal dari bahasa Pali, dan juga digunakan dalam bahasa Burma (Burma: ကပ္ပိယ). Kata majemuk kappiyakāraka (terj. har. 'seseorang yang membuatnya pantas') juga digunakan dalam bahasa Pali.[2] Di Thailand, istilah luuk sit wat (ลูกศิษย์วัด) dan dek wat (เด็กวัด), biasanya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai "temple boy", biasanya digunakan. Di Kamboja, istilah khmeng voat (ក្មេងវត្ត) digunakan.[3]

Peran

Peran utama kappiya adalah membantu para biku yang ditahbiskan dengan berbagai tugas, terutama tugas-tugas yang dilarang oleh Vinaya, seperangkat aturan monastik Buddhis (misalnya, penanganan uang).[4][5] Seorang kappiya merupakan seorang umat awam yang tidak ditahbiskan, tidak seperti biku, bikuni, samanera, atau samaneri. Kappiya juga dapat membantu dalam kapasitas lain, termasuk membawa mangkuk sedekah selama pengumpulan sedekah pagi, dan menyiapkan makanan untuk para biku.

Perbedaan daerah

Myanmar

Di Myanmar (Burma), kappiya umumnya adalah laki-laki muda atau anak laki-laki yang tinggal di wihara yang mereka bantu.[6] Beberapa petapa wanita yang disebut kappiya thilashin (sayalay) juga bertugas sebagai pelayan awam di lembaga-lembaga monastik (kyaung), memberikan dukungan kepada para biku yang ditahbiskan sebagai manajer dan bendahara, yang dipercayakan dengan pemeliharaan wihara-wihara yang aktif.[7][8]

Thailand

Di Thailand, kappiya biasanya adalah anak laki-laki muda (biasanya berusia antara 10 dan 15 tahun)[9] yang berafiliasi dengan suatu wihara (wat) untuk menyediakan layanan kebersihan, menjalankan tugas-tugas, dan membantu pengumpulan hasil derma dengan imbalan berupa makanan, penginapan, petunjuk agama, dan manfaat lainnya.[10] Beberapa orang yang diutus menjadi temple boy melakukannya demi memperoleh jasa kebajikan; beberapa yang lainnya melakukannya karena mereka diberi tempat tinggal dan makan gratis; dan yang lainnya lagi untuk menerima petunjuk agama dan moral. Beberapa temple boy kemudian ditahbiskan menjadi seorang biku. Temple boy boleh menjalankan langkah formal penahbisan samanera sebagai bagian dari peran mereka. Penahbisan tersebut tergantung pada usia dan adat setempat. Secara historis, peranan sebagai temple boy telah menyediakan sarana untuk gerak sosial (perpindahan status sosial sekelompok orang atau individu ke status yang lain). Tokoh-tokoh terkenal, termasuk politikus (Chuan Leekpai dan Watana Muangsook) dan aktor (misalnya, Rangsiroj Panpeng) menghabiskan masa pembentukan diri mereka dengan menjalankan peran ini.[10]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Buddhadatta, A. P. (1992-01-01). Concise Pali-English Dictionary (dalam bahasa Inggris). French & European Publications, Incorporated. ISBN 978-0-7859-7473-4.
  2. ↑ "Kappiyakaraka, Kappiyakāraka, Kappiya-karaka: 2 definitions". Wisdom Library. 2014-08-03. Diakses tanggal 2020-05-17.
  3. ↑ Headley, Robert Kirk (1997). Cambodian-English Dictionary (dalam bahasa Inggris).
  4. ↑ Bhikkhu Ariyesako. "Bhikkhu Rules". BuddhaSasana. Diakses tanggal 2020-05-17.
  5. ↑ "Other points of the monastic discipline". Dhammadana. Diakses tanggal 2020-05-17.
  6. ↑ Scott, Sir James George (1910). The Burman: His Life and Notions (dalam bahasa Inggris). Macmillan and Company, limited.
  7. ↑ Skidmore, Monique (2005). Burma At The Turn Of The Twenty-first Century (dalam bahasa Inggris). University of Hawaii Press. ISBN 978-0-8248-2857-8.
  8. ↑ Kawanami, Hiroko (2013-02-01). Renunciation and Empowerment of Buddhist Nuns in Myanmar-Burma: Building a Community of Female Faithful (dalam bahasa Inggris). BRILL. ISBN 978-90-04-23440-6.
  9. ↑ Young, John E. De (1966). Village Life in Modern Thailand (dalam bahasa Inggris). University of California Press.
  10. 1 2 Fry, Gerald W.; Nieminen, Gayla S.; Smith, Harold E. (2013-08-08). Historical Dictionary of Thailand (dalam bahasa Inggris). Scarecrow Press. ISBN 978-0-8108-7525-8.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan