Selasa, 29 September 2026
06:41 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Kathina

Kathina

festival Buddha Theravāda

250px-ThaiCurrency_in_Wat_Pa_Kanun.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pohon Kathina yang tersusun dari uang di salah satu kuil di Thailand
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Kathina (Pali: Kaṭhina) merupakan salah satu hari raya Buddhisme yang biasanya dirayakan pada akhir masa Vassa (biasanya jatuh pada bulan Oktober). Hari raya Kathina ini merupakan penanda bahwa masa Vassa telah berakhir dan umat Buddha memasuki masa Kathina. Perayaan Kathina merupakan waktu bagi para umat awam untuk berderma atau berdana kepada para biku sebagai tanda rasa syukur mereka. Pada perayaan Kathina, biasanya umat awam akan mengunjungi wihara dengan membawa donasi atau sumbangan berupa jubah atau pakaian baru bagi para biku.[1][2]

Asal usul

Kathina merupakan sebuah kata dalam bahasa Pali yang merujuk kepada bingkai kayu yang digunakan untuk mengukur panjang serta lebar potongan jubah atau pakaian para biku.[3] Berdasarkan kisah legenda, dahulu terdapat tiga puluh orang biku yang sedang berada dalam perjalanan untuk bertemu dan menghabiskan masa Vassa bersama Sang Buddha.[4] Namun, hujan sudah terlebih dahulu turun sebelum mereka sampai di tujuan dan mereka menghentikan perjalanan mereka di Saketa.[4][5] Hal tersebut disebabkan oleh aturan Sang Buddha mengenai masa Vassa di mana para biku tidak boleh melakukan perjalanan karena ditakutkan mereka akan melukai tetumbuhan dan binatang secara tidak sengaja selama perjalanan mereka.[6]

Para biku tersebut pun berhasil melalui masa Vassa dengan mengamalkan dhamma dan tidak saling berselisih. Oleh karena keberhasilan mereka, Sang Buddha mengganjarkan para biku tersebut dengan menunjukkan dan mengajarkan suatu cara untuk berbagi dan bermurah hati, yaitu dengan memberikan beberapa lembar kain yang Sang Buddha dapatkan dari umat awam kepada tiga puluh biku tersebut. Sang Buddha pun memerintahkan para biku tersebut untuk membuat kain-kain tersebut menjadi jubah untuk pakaian mereka dan bingkai yang mereka gunakan untuk memegang kain selama proses pembuatan jubah tersebut bernama Kathina .[4][5]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Vassa (Rains Retreat) and Kathina (Robe Offering) Ceremony
  2. ↑ Vassa, The Rains Retreat
  3. ↑ "The Royal Kathin Ceremony" (PDF). Thailand: Traits and Treasures. National Identity Office. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-06-03. Diakses tanggal 19 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 Kathina at BBC
  5. 1 2 "Buddhist Festivals: Kathina". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-07. Diakses tanggal 2020-01-11.
  6. ↑ Lay Buddhist Practice - The Shrine Room, Uposatha Day, Rains Residence
Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan