Rabu, 21 Oktober 2026
17:29 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Chanda (Buddhisme)

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Taṇhā, Cetanā, atau Adhiṭṭhāna.
Terjemahan dari
chanda
Indonesiahasrat, keinginan
Inggrisintention,
interest,
desire to act,
aspiration
Palichanda
Sanskertaछन्दः
Tionghoa欲(T) / 欲(S)
Jepang欲 [1]
(rōmaji: Yoku)
Korea욕
(RR: yok)
Tibetའདུན་པ།
(Wylie: 'dun pa;
THL: dünpa
)
Daftar Istilah Buddhis
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Chanda (Pali dan Sanskerta; Tibet: 'dun pa), diterjemahkan sebagai hasrat atau keinginan,[a] adalah suatu faktor mental yang umum digambarkan sebagai "keinginan untuk bertindak" atau "hasrat untuk melakukan sesuatu".[2] Secara tradisional, hasrat atau keinginan (chanda) bersifat netral dan dibedakan dari nafsu-keinginan (taṇhā) yang bersifat negatif.

Chanda diidentifikasi sebagai:

Penafsiran Theravāda

Penjelasan

Lihat pula: Theravāda dan Nafsu keinginan

Ajahn Sucitto menyatakan:

Keinginan (desire) sebagai hasrat (eagerness) untuk mempersembahkan, untuk berkomitmen, untuk membaktikan diri pada meditasi, disebut chanda. Chanda adalah jawaban “ya” secara psikologis, sebuah pilihan, bukan sesuatu yang patologis (buruk secara mental). Bahkan, Anda dapat meringkas keseluruhan latihan Dhamma sebagai transformasi taṇhā menjadi chanda.[3]

Ajahn Jayasāro menyatakan:[4]

Penyajian ajaran Buddha di negara-negara Barat sering kali mengarah pada pemahaman bahwa penderitaan muncul karena keinginan, dan oleh karena itu Anda tidak boleh menginginkan apa pun. Padahal, sebenarnya Sang Buddha telah berbicara tentang dua macam keinginan: keinginan yang muncul dari ketidaktahuan dan delusi–yang disebut taṇhā–dan keinginan yang muncul dari kebijaksanaan dan pemahaman/pengertian, yang disebut kusala-chanda, atau dhamma-chanda (keinginan yang baik, keinginan yang terukur), atau secara sederhana disebut chanda. Chanda tidak hanya bermakna hal ini saja, tetapi dalam kasus khusus ini saya menggunakan chanda dengan makna keinginan dan motivasi yang bijaksana dan disertai pengetahuan, dan Sang Buddha menekankan bahwa hal ini mutlak diperlukan untuk kemajuan di Jalan Mulia Berunsur Delapan.... '

Bodhipakkhiyā

Bagian dari seri tentang
37 Syarat Pencerahan
(bodhipakkhiyā-dhammā)
Pipal.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Buddhisme
4 usaha benar (sammappadhāna)
  • Cegah keburukan yang belum ada
  • Tinggalkan keburukan yang sudah ada
  • Munculkan kebajikan yang belum ada
  • Kembangkan kebajikan yang sudah ada
Samādhi yang dihasilkan dari:

Tradisi Abhidhamma

Bagian dari Abhidhamma Theravāda
52 Cetasika
250px-Tilted_heraldic_lotus.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme Theravāda
6 sesekali (pakiṇṇaka)
14 tidak baik (akusala)
4 tidak baik universal (akusalasādhāraṇa)
3 keserakahan (lobha)
4 kebencian (dosa)
3 yang terakhir
icon PortalBuddhisme

Dalam terjemahannya atas kitab Abhidhammatthasaṅgaha, Bhikkhu Bodhi menyatakan:

Chanda di sini berarti keinginan untuk bertindak (kattu-kāmatā), yaitu melakukan suatu tindakan atau mencapai suatu hasil. Keinginan semacam ini harus dibedakan dari keinginan dalam pengertian yang tercela, yaitu dari lobha (keserakahan) dan rāga (nafsu). Sementara istilah-istilah yang terakhir selalu tidak baik, chanda adalah faktor yang bervariasi secara etis yang, ketika digabungkan dengan hal-hal yang baik, chanda dapat berfungsi sebagai keinginan yang baik untuk mencapai tujuan yang baik. Karakteristik chanda adalah keinginan untuk bertindak, fungsinya adalah mencari suatu objek, manifestasinya adalah kebutuhan akan suatu objek; dan objek yang sama tersebut adalah penyebab terdekatnya. Chanda harus dianggap sebagai peregangan batin ke arah objek.[5]

Dalam terjemahannya atas kitab Abhidhammatthasaṅgaha, Ashin Kheminda menjelaskan bahwa chanda didefinisikan dalam empat batasan:[6]

  • Karakteristik: hasrat untuk melakukan sesuatu (kattukamyatā).
  • Fungsi: mencari objek (ārammaṇapariyesanarasa).
  • Manifestasi: kebutuhan akan objek.
  • Sebab-terdekat: objek yang dicari.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa:

Faktor-mental hasrat (chanda) adalah hasrat untuk melakukan sesuatu (kattukamyatā). Di dalam proses menangkap objek, kesadaran memerlukan beberapa faktor-mental untuk bekerja bersama-sama. Perhatian (manasikāra) membuat kesadaran menoleh ke objek, hasrat seolah-olah merentangkan tangan (batin) untuk menggapai objek, kemudian penempelan-awal (vitakka) menempelkan batin ke objek tersebut untuk pertama kalinya dan penempelan-terus-menerus (vicāra) mempertahankan kesadaran untuk terus bersama dengan objeknya.

Jadi, hasrat adalah keinginan untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan. Walaupun demikian, hasrat hanya berharap saja dan hendaknya dibedakan dengan hasrat yang muncul di faktor-mental keserakahan dan nafsu-keinginan yang sama sekali berbeda dalam hal kualitas moralnya. Hasrat adalah faktor-mental sesekali — yang secara moral bersifat netral dan kualitasnya ditentukan oleh kesadaran tempat dia bergantung — sedangkan keserakahan (lobha) atau nafsu-keinginan (taṇhā) adalah faktor-mental yang selalu tidak baik (akusala).[6]

Dalam hubungannya dengan istilah chanda dalam lima rintangan batin, dijelaskan:

Salah satu dari lima rintangan batin (pañcanīvaraṇa) adalah hasrat untuk menikmati objek-objek pancaindra (kāmacchanda). [Oleh] karena hasrat (chanda) tersebut muncul di kesadaran yang berakar pada keserakahan, maka sifat hasrat menjadi tidak baik. Sebaliknya, apabila hasrat muncul pada saat ingin belajar Dhamma, bermeditasi, menjadi bhikkhu atau meninggalkan keduniawian (pabbajita), maka hasrat mempunyai kualitas yang baik (kusala).[6]

Penafsiran Mahāyāna

Kitab Abhidharma-samuccaya menyatakan:

Apa itu chanda? Chanda adalah keinginan untuk memberikan suatu hal yang diinginkan dengan atribut tertentu, dan memiliki fungsi untuk meletakkan dasar bagi dimulainya usaha yang tekun.[7]

Alexander Berzin menjelaskan 'dun pa' sebagai faktor mental "untuk memperoleh suatu objek, untuk mencapai suatu tujuan, atau untuk melakukan sesuatu dengan objek atau tujuan tersebut setelah diperoleh atau tercapai."[8] Berzin menjelaskan:

Jadi, kita memiliki niat ('dun-pa, Skt. chanda). Niat adalah keinginan untuk memperoleh suatu objek, atau mencapai suatu tujuan, atau melakukan sesuatu dengannya. Bisa jadi bertemu dengan apa yang pernah kita temui sebelumnya, tidak berpisah dengan apa yang sedang kita sadari, atau bisa juga minat yang kuat untuk terlibat dengan sesuatu di masa mendatang. Jadi, Buddha memiliki niat untuk memberi manfaat bagi semua orang. Maksud saya, kita punya niat sepanjang waktu. Saya memandang cangkir berisi air ini, memperhatikannya, dan sebagainya, dan di situlah niatnya: Apa yang akan saya lakukan dengannya? Saya akan mengambilnya dan meminumnya. Jadi, tentu saja, karena kita punya niat, kita ingin menjadikannya murni dan punya niat murni untuk memberi manfaat bagi semua orang—apa pun yang kita lakukan, semoga bermanfaat bagi semua orang.[9]

Terjemahan alternatif

Catatan

  1. ↑ Bedakan dari taṇhā, yang juga sering diterjemahkan sebagai "keinginan", tetapi berkonotasi negatif.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Kaji Tetsuya (2020). "On the Desire (chanda) in the Sarvāstivāda". Journal of Abhidharma Studies. 1. doi:10.34501/abhidharmastudies.1.0_45.
  2. ↑ Gethin 2001, hlm. 83.
  3. ↑ Sucitto 2010, hlm. 50.
  4. ↑ Webmaster, Amaravati (2014-10-15). "Dhamma article by Ajahn Jayasaro – Skilful Desires". Amaravati Buddhist Monastery (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2024-09-22.
  5. ↑ Bodhi 1999, hlm. 82.
  6. 1 2 3 Kheminda, Ashin (2019-09-01). Manual Abhidhamma: Bab 2 Faktor-Faktor-Mental. Yayasan Dhammavihari. hlm. 68–69. ISBN 978-623-94342-7-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Guenther & Kawamura 1975.
  8. ↑ Berzin Archives glossary entry for "'dun pa"
  9. ↑ Developing the Mind Based on Buddha-Nature, Session Two: Primary Consciousness and Mental Factors, Alexander Berzin

Daftar pustaka

Pranala luar

40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan