Minggu, 08 November 2026
22:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Issā

Issā

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Isa.
Terjemahan dari
issā
Indonesiairi hati; iri
Inggrisjealousy,
envy
Paliissā
Sanskertairshya, īrṣyā
Tionghoa嫉
Tibetཕྲག་དོག
(Wylie: phrag dog;
THL: tradok
)
Khmerឫស្យា
(UNGEGN: reusya)
Daftar Istilah Buddhis
Bagian dari Abhidhamma Theravāda
52 Cetasika
250px-Tilted_heraldic_lotus.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme Theravāda
6 sesekali (pakiṇṇaka)
14 tidak baik (akusala)
4 tidak baik universal (akusalasādhāraṇa)
3 keserakahan (lobha)
4 kebencian (dosa)
3 yang terakhir
icon PortalBuddhisme

Issā (Pali; Sanskerta: ईर्ष्य, īrṣyā), diterjemahkan sebagai iri hati atau keirihatian, adalah suatu faktor mental yang biasanya dikategorikan sebagai tidak baik. Iri hati diartikan sebagai suatu keadaan batin ketika seseorang sangat berhasrat untuk mendapatkan kekayaan dan kehormatan bagi dirinya sendiri, tetapi tidak mampu menanggung keunggulan orang lain.[1][2]

Issā diidentifikasi dalam konteks:

Definisi

Abhidhamma Theravāda

Dalam terjemahannya atas kitab Abhidhammatthasaṅgaha, Ashin Kheminda menjelaskan bahwa issā didefinisikan dalam empat batasan:[3]

  • Karakteristik: iri hati atas keberhasilan orang lain (parasampattīnaṃ usūyanalakkhaṇaṃ).
  • Fungsi: tidak senang dengan keberhasilan orang lain (anabhiratirasa).
  • Manifestasi: membuang muka (vimukhabhāvapaccupaṭṭhāna).
  • Sebab-terdekat: kesuksesan orang lain (parasampattipadaṭṭhāna).

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa:

Issā adalah faktor-mental yang tidak senang setiap kali melihat orang lain sedang menikmati keberhasilan, keberuntungan, kekayaan, dan kebahagiaannya. Issā muncul di kesadaran yang berakar pada kebencian (dosa-mūla-citta) dan perasaan yang menyertai adalah perasaan tidak senang (domanassa-vedanā). Inilah mengapa kemunculan issā selalu membuat hati seseorang gelap gulita, suram, dan muram. Kesuraman hatinya kadang terpancar di wajah sehingga membuat sinar wajahnya pun menjadi suram dan senyumnya pun kecut. Oleh karena issā, seseorang bisa melakukan sesuatu untuk menghancurkan kebahagiaan orang lain. Issā tidak bisa menerima fakta bahwa semua makhluk mempunyai hak untuk bahagia dan dengan demikian membuat hati kehilangan cinta kasih serta akal sehatnya.[3]

Referensi

  1. 1 2 Guenther (1975), Kindle Locations 890-891.
  2. 1 2 Kunsang (2004), hlm. 26.
  3. 1 2 Kheminda, Ashin (2019-09-01). Manual Abhidhamma: Bab 2 Faktor-Faktor-Mental. Yayasan Dhammavihari. hlm. 101. ISBN 978-623-94342-7-4.

Daftar pustaka

  • Berzin, Alexander (2006), Primary Minds and the 51 Mental Factors
  • Goleman, Daniel (2008). Destructive Emotions: A Scientific Dialogue with the Dalai Lama. Bantam. Kindle Edition.
  • Guenther, Herbert V. & Leslie S. Kawamura (1975), Mind in Buddhist Psychology: A Translation of Ye-shes rgyal-mtshan's "The Necklace of Clear Understanding" Dharma Publishing. Kindle Edition.
  • Kunsang, Erik Pema (penerjemah) (2004). Gateway to Knowledge, Vol. 1. North Atlantic Books.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan