Kamis, 24 September 2026
21:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Viriya

istilah buddhis

Artikel ini bukan mengenai Adhiṭṭhāna atau Adhimokkha.
Terjemahan dari
viriya
Inggrisdiligence,
energy,
perseverance,
enthusiasm,
sustained effort,
help
Paliविरिय
(viriya)
Sanskertaवीर्य
(IAST: vīrya)
Tionghoa勤(T) / 勤(S),
精進(T) / 精进(S)
Jepang精進
(rōmaji: shōjin)
Korea, 정진
(RR: geun, jeongjin)
Tibetབརྩོན་འགྲུས།
(Wylie: brtson 'grus;
THL: tsöndrü
)
Myanmarဝီရိယ
(MLCTS: wə rḭ ja̰)
VietnamTinh Tấn
Khmerថាមពល
(UNGEGN: thamôpôl)
Sinhalaවීර්යය
Daftar Istilah Buddhis
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Viriya (Pali; Sanskerta: vīrya), diterjemahkan sebagai usaha, energi, semangat, ketekunan, kegigihan, atau antusiasme, adalah sebuah istilah Buddhis yang dapat didefinisikan sebagai sebuah sikap senang hati untuk terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang bajik (bermanfaat), dan berfungsi untuk mendorong seseorang agar mampu menyelesaikan perbuatan-perbuatan yang bajik atau mulia.

Dalam ajaran Abhidhamma/Abhidharma, viriya diidentifikasi sebagai:

Dalam konteks ini, viriya didefinisikan sebagai sikap senang hati dalam melakukan hal-hal yang bajik; fungsinya adalah untuk mendorong seseorang menyelesaikan tindakan-tindakan positif.[1][2]

Etimologi

Viriya secara harfiah berarti "keadaan manusia yang kuat" atau "kejantanan."[3] Dalam literatur Weda, istilah ini dikaitkan dengan kepahlawanan dan kejantanan.

Dalam Buddhisme, viriya merujuk pada "energi" dari seorang praktisi,[4][5][6] "kegigihan",[6][7] "ketekunan,"[8] "semangat", "usaha", "kerajinan",[1][2] atau "pengerahan tenaga", dan berulang kali diidentifikasi sebagai prasyarat penting untuk mencapai pembebasan.

Theravāda

Tripitaka Pali

Kīṭagiri Sutta

Dalam Kīṭāgiri Sutta (MN 70), Sang Buddha menginstruksikan para pengikut-Nya:

... Bagi seorang siswa berkeyakinan yang berniat untuk menyelami Ajaran Guru, wajar jika ia membimbing dirinya demikian: 'Dengan rela, biarlah hanya kulit, urat, dan tulangku yang tersisa, dan biarlah daging serta darah mengering di tubuhku, tetapi usahaku [Pāli: viriya] tidak akan mengendur selama aku belum mencapai apa yang dapat dicapai melalui kekuatan manusia [purisa-tthāmena], energi/usaha manusia [purisa-viriyena], dan kegigihan manusia [purisa-parakkamena]...."[4]

Bodhipakkhiyā

Artikel utama: Bodhipakkhiyādhammā
Bagian dari seri tentang
37 Syarat Pencerahan
(bodhipakkhiyā-dhammā)
Pipal.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Buddhisme
4 usaha benar (sammappadhāna)
  • Cegah keburukan yang belum ada
  • Tinggalkan keburukan yang sudah ada
  • Munculkan kebajikan yang belum ada
  • Kembangkan kebajikan yang sudah ada
Samādhi yang dihasilkan dari:

Dalam kepustakaan Pāli Theravāda, viriya diidentifikasi sebagai komponen penting dalam setiap rangkaian kualitas yang kondusif bagi Pencerahan (bodhi-pakkhiyā-dhammā):

Ini juga dikaitkan dengan "Usaha Benar" (sammā-vāyāma) dari Jalan Mulia Berunsur Delapan (Pāli: aṭṭhaṅgiko maggo; Skt.: aṣṭāṅga mārga) dan dengan "Empat Usaha Benar" (samma-ppadhāna).

Pāramī

Artikel utama: Paramita

Viriya juga merupakan satu dari sepuluh paramita dalam tradisi Theravāda, sebagaimana dapat ditemukan dalam kitab Cariyāpiṭaka (sebuah kitab dalam Khuddaka Nikāya). Lebih lanjut, kitab komentar karya Dhammapāla atas Cariyāpiṭaka menjelaskan sepuluh jenis paramita dalam tiga tingkatan untuk setiap paramita, termasuk viriya. Tiga tingkat paramita tersebut adalah pāramī (biasa), upa-pāramī (menengah atau lebih tinggi), dan paramattha-pāramī (hakiki) dengan uraian:[9][10][11]

  • berusaha untuk memenuhi dan menjadi mahir dalam penyempurnaan pāramī tersebut di atas dan yang akan disebutkan kemudian adalah viriya pāramī;
  • berusaha untuk memenuhi dan menyempurnakan upa-pāramī tersebut di atas dan yang akan disebutkan kemudian adalah viriya upa-pāramī;
  • berusaha untuk memenuhi dan menyempurnakan paramattha-pāramī yang disebutkan di atas dan yang akan disebutkan kemudian adalah viriya paramattha-pāramī.

Abhidhamma Theravāda

Bagian dari Abhidhamma Theravāda
52 Cetasika
250px-Tilted_heraldic_lotus.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme Theravāda
6 sesekali (pakiṇṇaka)
14 tidak baik (akusala)
4 tidak baik universal (akusalasādhāraṇa)
3 keserakahan (lobha)
4 kebencian (dosa)
3 yang terakhir
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Dalam terjemahannya atas kitab Abhidhammatthasaṅgaha, Ashin Kheminda menjelaskan bahwa viriya didefinisikan dalam empat batasan:[12]

  • Karakteristik: menyokong (upatthambhanalakkhaṇa), mengupayakan (paggahaṇalakkhaṇa), atau usaha (ussāhalakkhaṇa).
  • Fungsi: menyokong atau memperkuat dhamma (citta dan cetasika) yang muncul bersamanya (sahajātāna upatthambhanarasa).
  • Manifestasi: pantang menyerah (asaṃsīdanabhāvapaccupaṭṭhāna).
  • Sebab-terdekat: tergugah (saṃvegapadaṭṭhāna) atau adanya inisiatif untuk berusaha (vīriyārambhavatthupadaṭṭhāna).

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa:

Kitab komentar mendefinisikan viriya seperti sifat heroisme atau perbuatan seseorang yang gagah berani dan energetik. Viriya juga didefinisikan sebagai usaha (ussāha) terhadap satu perbuatan yang harus dilakukan. Dengan deinisi seperti itu, maka viriya tidak muncul pada kondisi-kondisi yang lesu, lamban, dan tidak aktif (olīnavuttitā). Jadi, viriya mengatasi kelambanan batin dan diibaratkan seperti saka guru (upathambhana) yang menyokong rumah supaya bisa tetap berdiri tegak. Dengan disokong oleh viriya, maka dhamma-dhamma yang muncul bersamanya bisa berjuang keras dan pantang menyerah untuk melakukan fungsinya masing-masing demi mencapai apa yang dicita-citakan. Contoh penerapan viriya yang paling tinggi adalah viriya yang muncul pada saat Bodhisatta bertekad untuk tidak bangkit dari meditasinya sebelum tercapainya pencerahan — walaupun seandainya tubuhnya hanya tinggal tersisa kulit, otot, dan tulang saja serta darah dan dagingnya mengering, Beliau tetap tidak akan bangkit dari duduknya![12]

Mahāyāna

Abhidharma Mahāyāna

Kitab Abhidharma-samuccaya menyatakan: 

Apakah viriya itu? Ia adalah batin yang berniat untuk selalu aktif, mengabdi, tak tergoyahkan, tidak berbalik arah, dan tidak kenal lelah. Ia menyempurnakan dan merealisasikan apa yang kondusif bagi hal-hal positif.[1]

Dalam konteks Abhidharma Mahāyāna, istilah ini umumnya diterjemahkan sebagai ketekunan.[1]

Bela diri

Viriya juga dapat menandakan keberanian serta kekuatan fisik, dan dikembangkan oleh para pelindung Buddhis termasuk para biksu Shaolin. Hal ini menandakan kekuatan karakter dan usaha gigih demi kesejahteraan orang lain, serta kemampuan untuk mempertahankan Triratna dari serangan.[butuh rujukan]

Lihat pula

Catatan

  1. 1 2 3 4 Guenther (1975), Kindle Locations 578–580.
  2. 1 2 Kunsang (2004), hlm. 25.
  3. Lihat, mis., Monier Williams (1899), entri untuk "Vīryà," hlm. 1006: Mendefinisikan vīryà sebagian sebagai: "manliness, valour, strength, power, energy, RV &c. &c.; heroism/heroinism, heroic deed, ibid.; manly vigour, virility, semen virile, MBh.; Kāv. &c;...."
  4. 1 2 Ñāṇamoli & Bodhi (2001), "Kīṭāgiri Sutta" (MN 70), hlm. 583–84.
    • "Meghiya Sutta: Meghiya". www.accesstoinsight.org. Diterjemahkan oleh Ireland, John D. 1998. Diakses tanggal 22 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    • "Pade Sutta: In the Foot". www.accesstoinsight.org. Diterjemahkan oleh Walshe, Maurice O'Connell. 2009. Diakses tanggal 22 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 Lihat, mis., Bullitt (2005), entri untuk "viriya," yang mendefinisikan istilah ini sebagai: "Kegigihan; energi. Salah satu dari sepuluh kesempurnaan (paramis), lima kemampuan (bala; lihat bodhi-pakkhiya-dhamma), dan lima kekuatan/faktor dominan (indriya; lihat bodhi-pakkhiya-dhamma)". Diakses 3 Februari 2011.
  6. "Kitagiri Sutta: At Kitagiri". www.accesstoinsight.org. Diterjemahkan oleh Thanissaro, Bhikkhu. 2005. Diakses tanggal 22 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "Gilana Sutta: Ill". www.accesstoinsight.org. Diterjemahkan oleh Piyadassi, Thera. 1999. Diakses tanggal 22 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Kloppenborg, Ria (1983). The Paccekabuddha: A Buddhist Ascetic (PDF). Kandy: Buddhist Publication Society. hlm. 105, note 8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. Sayadaw, Ven. Mingun (1990). The Great Chronicle of Buddhas.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. Sayadaw, Ven. Mingun (2008). The Great Chronicle of Buddhas: Singapore Edition (PDF). Singapore.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. 1 2 Kheminda, Ashin (2019-09-01). Manual Abhidhamma: Bab 2 Faktor-Faktor-Mental. Yayasan Dhammavihari. hlm. 59–60. ISBN 978-623-94342-7-4.

Sumber

40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan