Minggu, 04 Oktober 2026
14:14 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Kukkucca

Kukkucca

Bagikan:
Untuk faktor-mental kebingungan/kegelisahan yang membersamainya, lihat Uddhacca. Untuk rasa takut positif atas akibat perbuatan jahat, lihat Ottappa. Untuk rasa malu positif atas perbuatan jahat, lihat Hiri.
Terjemahan dari
kukkucca
Indonesiapenyesalan
kekhawatiran
Inggrisregret
worry
Palikukkucca
Sanskertakaukritya, kaukṛitya
Tionghoa惡作 (T) / 恶作 (S)
悔 (T) / 悔 (S)
Korea악작, 오작, 회
(RR: akjak, ojak, hoi)
Tibetའགྱོད་པ།
(Wylie: 'gyod pa;
THL: gyöpa
)
Daftar Istilah Buddhis
Bagian dari Abhidhamma Theravāda
52 Cetasika
250px-Tilted_heraldic_lotus.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme Theravāda
6 sesekali (pakiṇṇaka)
14 tidak baik (akusala)
4 tidak baik universal (akusalasādhāraṇa)
3 keserakahan (lobha)
4 kebencian (dosa)
3 yang terakhir
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Kukkucca (Pali; Sanskerta: कौकृत्य, kaukṛtya), diterjemahkan sebagai penyesalan atau kekhawatiran, adalah suatu faktor mental yang dikenal dalam Buddhisme. Dalam tradisi Theravāda, kukkucca diartikan sebagai kekhawatiran atau penyesalan setelah melakukan kesalahan di masa lalu; ia memiliki karakteristik penyesalan.[1] Dalam tradisi Mahayana, kaukritya diartikan sebagai kesedihan karena ketidaksenangan mental terhadap tindakan yang telah dilakukan sebelumnya.[2][3]

Penyesalan atau kekhawatiran diidentifikasi dalam konteks:

Definisi

Theravāda

Dalam terjemahannya atas Abhidhammatthasaṅgaha, Bhikkhu Bodhi menjelaskan:

Kukkucca adalah kekhawatiran atau penyesalan setelah melakukan kesalahan. Ciri khasnya adalah penyesalan berikutnya. Fungsinya adalah untuk berduka atas apa yang telah dan yang belum dilakukan. Kukkucca ini terwujud sebagai penyesalan. Penyebab langsungnya adalah apa yang telah dan yang belum dilakukan (yaitu kesalahan yang dilakukan dan yang tidak dilakukan).[1]

Kitab Aṭṭhasālinī (II, Kitab II, Bagian IX, Bab III, 258) memberikan definisi kukkucca sebagai berikut:

...Ia mempunyai penyesalan sebagai ciri khas, kesedihan atas perbuatan yang dilakukan dan yang tidak dilakukan sebagai fungsinya, penyesalan sebagai manifestasinya, perbuatan yang dilakukan dan yang tidak dilakukan sebagai penyebab langsung, dan ia harus dipandang sebagai suatu keadaan perbudakan.[4]

Nina van Gorkom menjelaskan:

Ciri khas kukkucca adalah rasa sesal. "Penyesalan" dalam pengertian umum sering dianggap sebagai suatu hal baik, tetapi realitas kukkucca tidaklah baik, ia muncul dengan dosa-mūla-citta (kesadaran yang berakar pada kebencian). Kukkucca yang “menyesali” perbuatan jahat dan kelalaian kusala berbeda dengan pemikiran baik tentang kerugian akusala dan nilai kusala. Istilah konvensional “kekhawatiran” yang juga digunakan sebagai terjemahan dari kukkucca mungkin juga tidak begitu jelas. Ketika kita mengatakan bahwa kita khawatir, itu mungkin bukan realitas kukkucca, tetapi mungkin berpikir dengan kebencian tentang objek yang tidak menyenangkan tanpa adanya kukkucca. Misalnya, kita mungkin khawatir tentang cara menyelesaikan masalah di masa mendatang; kekhawatiran semacam ini bukanlah realitas kukkucca.[4]

Mahāyāna

Kitab Abhidharma-samuccaya menyatakan:

Apa itu kaukritya? Itu adalah obsesi terhadap hal positif, negatif, acuh tak acuh, tepat waktu, tidak tepat waktu, pantas, dan tidak pantas karena segala sesuatu yang dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja dan berhubungan dengan kesalahan yang membingungkan. Fungsinya adalah untuk menghalangi batin agar tidak tenang.[2]

Mipham Rinpoche menyatakan:

Penyesalan melibatkan kesedihan karena ketidaksenangan batin terhadap tindakan sebelumnya. Hal ini menghalangi ketenangan batin.[3]

Alexander Berzin menjelaskan:

Penyesalan (‘gyod-pa) adalah bagian dari kenaifan/kebodohan batin (moha). Ini adalah keadaan batin yang tidak ingin mengulangi melakukan sesuatu, baik yang pantas maupun tidak pantas, yang telah kita lakukan atau yang diminta orang lain untuk kita lakukan.[5]

Referensi

  1. 1 2 Bhikkhu Bodhi (2003), hlm. 84
  2. 1 2 Guenther (1975), Kindle Locations 1020-1021.
  3. 1 2 Kunsang (2004), hlm. 28.
  4. 1 2 Gorkom (2010), Definition of Ignorance, Shamelessness, Recklessness and Restlessness Diarsipkan 2013-02-09 di Wayback Machine.
  5. ↑ Berzin (2006)

Daftar pustaka

  • Berzin, Alexander (2006), Primary Minds and the 51 Mental Factors
  • Bhikkhu Bodhi (2003), A Comprehensive Manual of Abhidhamma, Pariyatti Publishing
  • Guenther, Herbert V. & Leslie S. Kawamura (1975), Mind in Buddhist Psychology: A Translation of Ye-shes rgyal-mtshan's "The Necklace of Clear Understanding" Dharma Publishing. Kindle Edition.
  • Kunsang, Erik Pema (penerjemah) (2004). Gateway to Knowledge, Vol. 1. North Atlantic Books.
  • Nina van Gorkom (2010), Cetasikas[pranala dihapus], Zolag
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan