Minggu, 20 September 2026
21:23 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Pencerahan dalam Buddhisme

Konsep kecerahan dengan tercapainya Nirwana dalam Buddhisme

Istilah bahasa Inggris enlightenment (pencerahan) merupakan terjemahan Barat dari berbagai istilah Buddhisme, terutama bodhi dan vimutti. Kata benda abstrak bodhi (/ˈbdi/; Bahasa Sanskerta: बोधि; Bahasa Pali: bodhi) berarti pengetahuan atau kebijaksanaan, atau intelek yang terbangun, dari seorang Buddha.[web 1] Akar kata kerja budh- berarti "terbangun", dan arti harfiahnya lebih dekat dengan kebangkitan. Meskipun istilah buddhi juga digunakan dalam filsafat dan tradisi India lainnya, penggunaan yang paling umum adalah dalam konteks Buddhisme. Vimutti adalah kebebasan dari atau pelepasan terhadap belenggu dan rintangan.

Istilah enlightenment dipopulerkan di dunia Barat melalui terjemahan abad ke-19 oleh filolog Inggris Max Müller. Istilah ini memiliki konotasi Barat tentang wawasan umum terhadap kebenaran atau realitas transendental. Istilah ini juga digunakan untuk menerjemahkan beberapa istilah dan konsep Buddhis lainnya, yang digunakan untuk menunjukkan wawasan (awal) (prajna (Sanskerta), wu (Tionghoa), kensho dan satori (Jepang));[1][2] pengetahuan (vidya); "pemadaman" (nirvana) dari emosi dan keinginan yang mengganggu; serta pencapaian Kebuddhaan tertinggi (samyak sam bodhi), sebagaimana dicontohkan oleh Gautama Buddha.

Apa yang sebenarnya membentuk kebangkitan Buddha tidaklah diketahui secara pasti. Hal itu mungkin melibatkan pengetahuan bahwa pembebasan dicapai melalui kombinasi antara perhatian penuh (mindfulness) dan dhyāna, yang diterapkan pada pemahaman tentang muncul dan lenyapnya keinginan (craving). Hubungan antara dhyana dan wawasan merupakan masalah inti dalam studi Buddhisme, dan merupakan salah satu dasar praktik Buddhis.

Referensi

Sumber

  • Arbel, Keren (2017), Early Buddhist Meditation: The Four Jhanas as the Actualization of Insight, Routledge, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 April 2019, diakses tanggal 14 November 2018{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Bowker, John, ed. (1997), The Oxford Dictionary of World Religions, Oxford: Oxford University Press, ISBN 978-0-19213965-8
  • Bronkhorst, Johannes (1993), The Two Traditions Of Meditation In Ancient India, Motilal Banarsidass Publ.
  • Buswell, Robert, ed. (2004), Encyclopedia of Buddhism, MacMIllan reference USA
  • Cohen, Robert S. (2006), Beyond Enlightenment: Buddhism, Religion, Modernity, Routledge
  • Faure, Bernard (1991), The Rhetoric of Immediacy. A Cultural Critique of Chan/Zen Buddhism, Princeton, New Jersey: Princeton University Press, ISBN 0-691-02963-6
  • Fischer-Schreiber, Ingrid; Ehrhard, Franz-Karl; Diener, Michael S. (2008), Lexicon Boeddhisme. Wijsbegeerte, religie, psychologie, mystiek, cultuur an literatuur, Asoka
  • Gimello, Robert M. (2004), "Bodhi", dalam Buswell, Robert E. (ed.), Encyclopedia of Buddhism, MacMillan, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 November 2019, diakses tanggal 5 November 2019{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Gombrich, Richard F. (1997), How Buddhism Began. The Conditioned Genesis of the Early Teachings, New Delhi: Munshiram Manoharlal Publishers Pvt. Ltd.
  • Gombrich, Richard (2005), Kindness and compassion as a means to Nirvana. In: Paul Williams (ed.), "Buddhism: The early Buddhist schools and doctrinal history; Theravāda doctrine, Volume 2", Taylor & Francis
  • Harris, Ishwar C. (2004), The Laughing Buddha of Tofukuji: The Life of Zen Master Keido Fukushima, World Wisdom Books, ISBN 978-0-941532-62-4
  • Hodge, Stephen (2003), The Maha-Vairocana-Abhisambodhi Tantra, With Buddhaguya's Commentary, London: RoutledgeCurzon
  • Kapleau, Phillip (1989), The Three Pillars of Zen: Teaching, Practice and Enlightenment, New York: Anchor Books, ISBN 0-385-26093-8
  • Lai, Whalen (2003), Buddhism in China: A Historical Survey. In Antonio S. Cua (ed.): Encyclopedia of Chinese Philosophy (PDF), New York: Routledge, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 12 November 2014{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Lusthaus, Dan (1998), Buddhist Philosophy, Chinese. In: Routledge Encyclopedia of Philosophy: Index, Taylor & Francis
  • Mäll, Linnart (2005), Studies in the Aṣṭasāhasrikā Prajñāpāramitā and other essays, Motilal Banarsidass Publishers, ISBN 9788120827479
  • Nanamoli, Bhikkhu; Bodhi, Bhikkhu (1995), The Middle Length Discourses of the Buddha. A New Translation of the Majjhima Nikaya
  • Norman, K. R. (1997), A Philological Approach to Buddhism, The Bukkyo Dendo Kyokai Lectures 1994, School of Oriental and African Studies (University of London)
  • Norman, K. R. (2005). Buddhist Forum Volume V: Philological Approach to Buddhism. Routledge. ISBN 978-1-135-75154-8.
  • Nyanatiloka (1980), Buddhist Dictionary. Manual of Buddhist terms and Doctrines. Fourth Revised edition, Buddhist Publication Society
  • Park, Sung-bae (1983), Buddhist Faith and Sudden Enlightenment, SUNY Press
  • Polak, Grzegorz (2011), Reexamining Jhana: Towards a Critical Reconstruction of Early Buddhist Soteriology, UMCS
  • Quli, Natalie (2008), "Multiple Buddhist Modernisms: Jhana in Convert Theravada" (PDF), Pacific World 10:225–249, diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 11 Maret 2019, diakses tanggal 14 November 2018{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Schmithausen, Lambert (1981), On some Aspects of Descriptions or Theories of 'Liberating Insight' and 'Enlightenment' in Early Buddhism". In: Studien zum Jainismus und Buddhismus (Gedenkschrift für Ludwig Alsdorf), hrsg. von Klaus Bruhn und Albrecht Wezler, Wiesbaden 1981, 199–250
  • Scott, Rachelle M. (2009), Nirvana for sale? Buddhism, Wealth, and the Dhammakaya Temple in Contemporary Thailand, SUNY Press
  • Sebastian, C. D. (2005), Metaphysics and Mysticism in Mahayana Buddhism, Delhi: Sri Satguru Publications
  • Snelling, John (1987), The Buddhist handbook. A Complete Guide to Buddhist Teaching and Practice, London: Century Paperbacks
  • Vetter, Tilmann (1988), The Ideas and Meditative Practices of Early Buddhism, BRILL
  • Warder, A. K. (2000), Indian Buddhism, Delhi: Motilal Banarsidass Publishers
Referensi web

Bacaan lanjutan

  • Cousins, L. S. (1996), "The origins of insight meditation" (PDF), dalam Skorupski, T. (ed.), The Buddhist Forum IV, seminar papers 1994–1996, London: School of Oriental and African Studies, hlm. 35–58, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 7 Mei 2021, diakses tanggal 28 November 2014{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link).
  • Kalupahana, David J. (1992), The Principles of Buddhist Psychology, Delhi: Sri Satguru Publications, ISBN 9780887064043.
  • Low, Albert (2006), Hakuin on Kensho: The Four Ways of Knowing, Boston & London: Shambhala, ISBN 9780834826229.
  • Mohr, Michel (2000), "Emerging from Nonduality: Koan Practice in the Rinzai Tradition since Hakuin", dalam Heine, Steven; Wright, Dale S. (ed.), The Koan: Texts and Contexts in Zen Buddhism, Oxford: Oxford University Press, ISBN 9780195117493.
  • Shankman, R. (2008), The Experience of Samadhi: An In-depth Exploration of Buddhist Meditation, Shambhala, ISBN 9781590305218.
  • Wright, Dale (2016), What is Buddhist Enlightenment?, Oxford University Press, ISBN 9780190622596.
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan