Rabu, 23 September 2026
05:09 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Satori

Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Satori (悟り?) (Tionghoa: 悟; pinyin: wù; Korea: 오) adalah istilah dalam Buddhisme di Jepang yang berarti pencerahan. Kata itu sendiri secara harfiah berarti “pengertian”. Satori diterjemahkan sebagai lintasan kesadaran yang seketika, atau Pencerahan individual, dan seraya Satori berasal dari tradisi buddhis zen, Pencerahan dapat secara bersamaan dianggap “langkah awal” atau titik keberangkatan menuju Nirwana Satori sering kali dipadankan dengan Kensho, yang secara harfiah berarti "melihat asal-usul diri" atau "diri yang hakiki". Pengalaman yang diraih pada pelaksanaan Kensho lebih bersifat sekilas, sedangkan satori lebih memberikan pengalaman spiritual yang mendalam. Satori juga merupakan pengalaman yang bersifat intuisi dan dapat dianggap sama pada saat kita bangun suatu hari dengan sepasang tangan tambahan, dan pada saat kemudian kita belajar untuk menggunakannya.

Pencapaian Satori

Praktisi Buddisme Zen mencapai satori melalui pengalaman pribadi. Cara tradisionil untuk mencapai satori, dan merupakan cara yang khas yang diajarkan kepada murid-murid Zen di dunia barat, adalah melalui penggunaan koan seperti yang didapati pada sebuah kumpulan naskah yang dikenal sebagai “Gerbang tak berpintu” (GatelessGate), yang juga dikenal dengan sebutan Mumonkan. Koan merupakan tebakan indah menyerupai teka-teki yang digunakan oleh para murid untuk membantu perwujudan satori; kata-kata dan kalimat tersebut juga digunakan oleh guru-guru Zen terdahulu.

Gerbang tak berpintu (Gateless Gate) dikumpulkan pada awal abad ke 13 oleh seorang guru Zen dari China Wumen Hui-k’ai (無門慧開). Guru Zen Yuelin Shiguan (月林師觀; Romaji Jepang: Gatsurin Shikan) (1143-1217) memberikan Wumen sebuah koan “Anjing Zhaozhou”, yang dengannya Wumen berjuang selama enam tahun sebelum mendapatkan kesadaran. Setelah pengertiannya disetujui oleh Yuelin, Wumen menuliskan puisi pencerahan berikut:

Petir pada cuaca cerah
Seluruh mahluk hidup di bumi membuka mata mereka;
Semua dibawah langit merunduk bersama;
Gunung Sumeru melompat dan menari.

Sangatlah berharga untuk mempertimbangkan bahwa apapun kata yang digunakan untuk menjelaskan pencerahan, hal tersebut mengacu pada pengalaman mula-mula dengan kata-kata berbeda untuk menggambarkan pengalaman semudah “mengalihkan perhatian” dari perjalanan yang mengarah pada kemungkinan menjadi avatar di mana terdapat satu lintasan dan tidak untuk dibedakan atau dipisahkan dari ia yang melakukan perjalanan. Para ahli akan menyamakan pencerahan, satori, nirwana atau kesadaran kosmik sebagai “Ledakan Besar” yang mana kebanyakan dari peneliti tidak menduga bahwa cahaya dari bintang-bintang tidaklah dikenali melalui kesadaran mereka bahwa hal tersebut berasal dari tempat yang sama.

Satori dan Kensho

120px-Satori.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Simbol dalam bahasa Jepang untuk Satori

Satori sering kali digunakan secara tidak langsung menggantikan kata Kensho, tetapi Kensho menunjuk pada persepsi pertama akan Sifat-Buddha atau Sifat-Alam, sering kali mengacu pada “penyadaran”. Makna terpisah dari Kensho, yang bukan merupakan keadaan tetap dari pencerahan tetapi pandangan sekilas yang jelas akan asal-usul keberadaan, Satori digunakan untuk mengacu pada suatu keadaan pencerahan yang "dalam" atau bertahan.

Sator dalam tradisi Zen tidak secara acak terjadi pada setiap individu, praktisi Buddisme Zen berupaya untuk mencapat kondisi tercerahkan.

Oleh karena itu penggunaan kata satori sangat beragam, bila dibandingkan dengan Kensho, ketika mengacu pada keadaan Pencerahan Buddha dan Para Pemimpin (Patriarchs) dengan Bodhisattva yang mengenali "semua mahluk memiliki benih Buddha" (All things are Buddha things) and oleh karena itu, perpisahan antara diri dan alam semesta adalah merupakan ilusi.

D. T. Suzuki menyatakan,

Satori adalah segala sesuatu-nya dari Zen, yang tanpa-nya tidak ada Zen. Oleh karena itu setiap rekaan, tata-tertib dan asas, diarahkan kepada Satori.[1]

Referensi

  1. Suzuki, Daisetz Teitaro: An Introduction to Zen Buddhism, Rider & Co., 1948
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan