Selasa, 20 Oktober 2026
07:14 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Vasubandhu

Vasubandhu

Bagikan:
250px-Vasubandhu.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Biksu Gandharan dan Filsuf Vasubandhu sebagai patriark Chan di dalam ilustrasi Cina
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Mahāyāna
Seroja, salah satu dari delapan simbol keberuntungan dalam Mahāyāna
Buddhisme
icon PortalBuddhisme

Vasubandhu adalah salah satu filsuf India yang terkenal.[1] Ia lahir dalam keluarga Hindu di Purrushapura (sekarang disebut Peshawar).[1] Vasubandhu adalah seorang intelek yang tidak lelah untuk melanjutkan pemikiran tentang Abhidarma.[1]

Vasubandhu juga dianggap sebagai saudara tiri Asanga, orang yang terkemuka sebagai salah satu pendiri sekolah Yogacara.[2] Ia tinggal di Kausambhi, Gandhara (dekat Allahabad modern) dan belajar ajaran Sarvastivada, salah satu bagian dari Buddhisme. Kausambhi.[2] Ia hidup semasa Raja Chandragupta I, ayah Chandragupta.Oleh karena itu Vasubandhu diperkirakan hidup pada abad ke-4.[2]

Menurut tradisi, karena ketidakpuasaannya terhadap ajaran Buddhis Mahishasaka, Asanga pergi ke hutan, kemudian seorang Boddhisatva yang bernama Maitreya muncul di hadapannya.[1] Boddhisatva itu berasal dari surga Tushita (satu di antara surga Buddhis, secara khusus penting bagi Yogacara).[1] Boddhisatva ini juga mengajarkan lima risalat yang akhirnya menjadi dasar sekolah Yogacara.[1] Buddhisme Mahayana percaya Maitreya sebagai figur mesianik, yaitu Buddha masa depan yang akan datang ke dunia.[1] Vasubandhu juga memahami pandangan yang sama dengan ini. Ia juga menulis banyak literatur tentang yogacara.[1]

Vasubandhu dikenal dalam Buddhisme Jepang dengan nama Seshin. Ia dihormati dalam beberapa kuil Buddha di Jepang, seperti Kofukuji, di mana terdapat patung dirinya.

Karya-Karya Penting

Vasubandhu juga menghasilkan banyak tulisan yang dipelajari oleh banyak pelajar. Tulisan-tulisan penting yang dipelajari antara lain:[1]

  1. Abhidrama-kosha
  2. Twenty Verses
  3. Thirty Verses (Trimshika)
  4. One Hundred Dharmas Treatise

Galeri

  • Patung Vasubandhu di komplek Kofukuji, Jepang.
    Patung Vasubandhu di komplek Kofukuji, Jepang.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Ian P. McGreal. Great Thinkers of The Eastern World.1995. New York: Harper Collins Publisher. hal. 189, 190, 91
  2. 1 2 3 Dharma Fellowship (2005). Yogacara Theory - Part One: Background History. (diakses pada tanggal 05 Mei 2011)


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan