Senin, 28 September 2026
10:08 WIB
TERKINI
Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal
Buddhisme Han

Buddhisme Han

artikel daftar Wikimedia

Artikel ini berisi tentang versi Tionghoa dari aliran Mahāyāna. Untuk semua aliran Buddhis yang dianut di Tiongkok, lihat Buddhisme di Tiongkok.
Institusi Buddhisme Han
120px-Zhuhai_Jintai_Temple_inner_court_view_and_monks.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Biksu di Wihara Jintai di Zhuhai, Guangdong
120px-%E6%97%A0%E9%94%A1%E7%81%B5%E5%B1%B1%E5%A4%A7%E4%BD%9B%E6%A2%B5%E5%AE%AB_-_panoramio.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Interior Kerajaan Brahma Ling Shan di Wuxi, Jiangsu
250px-%E5%B1%85%E5%A3%AB%E6%9E%9794458.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah pertemuan Buddhis
Bagian dari seri mengenai
Buddhisme Han
汉传佛教 / 漢傳佛教
Chinese: "Buddha"
Chinese: "Buddha"
Bodhimaṇḍa
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Mahāyāna
Seroja, salah satu dari delapan simbol keberuntungan dalam Mahāyāna
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme
Bagian dari seri tentang
Kepercayaan tradisional Tionghoa
Penyesuaian gaya dari grafem 禄 lù atau 子 zǐ yang masing-masing berarti "kemakmuran", "memajukan", "kesejahteraan" serta "anak", "keturunan". 字 zì, yang berarti "kata" dan "simbol", merupakan kata yang berkerabat dengan 子 zǐ dan menggambarkan seorang "anak" yang dinaungi di bawah sebuah "atap". Simbol ini pada akhirnya merupakan representasi kutub langit utara (Běijí 北极) dan konstelasi yang berputar mengelilinginya, sehingga setara dengan simbol Eurasia swastika, 卍 wàn.
Budaya Tionghoa

Buddhisme Han (Hanzi: 汉传佛教; Pinyin: Hànchuán Fójiào), juga dikenal sebagai Buddhisme Tionghoa dan Buddhisme Cina, adalah bentuk aliran Buddhisme Mahayana versi orang-orang Tionghoa yang mengacu pada Tripitaka Tionghoa[1] serta beberapa tradisi Tionghoa. Buddhisme Han berfokus pada mempelajari sutra dan kitab-kitab Mahāyāna, dan mendasarkan ajaran-ajaran utamanya dari sumber-sumber ini. Beberapa teks suci terpenting dalam Buddhisme Han meliputi: Sutra Teratai, Sutra Ornamen Bunga, Sutra Vimalakirtī, Sutra Nirwana, dan Sutra Amitābha.[2][3] Buddhisme Han adalah agama terbesar yang dilembagakan di daratan Tiongkok.[4] Saat ini, diperkirakan terdapat 185 hingga 250 juta umat Buddhisme Han di Republik Rakyat Tiongkok.[4] Ini juga merupakan agama besar di Taiwan, Singapura, dan Malaysia, serta di kalangan Diaspora Tionghoa.[2]

Agama Buddha pertama kali masuk ke Tiongkok pada masa Dinasti Han (206 SM – 220 M). Agama ini dipromosikan oleh banyak kaisar, terutama pada masa Dinasti Tang (618–907), yang membantu penyebarannya ke seluruh negeri.[5] Penerjemahan sejumlah besar kitab Buddha dari India ke dalam bahasa Tionghoa dan dimasukkannya terjemahan-terjemahan ini (bersama dengan karya-karya Taoisme dan Konfusianisme) ke dalam Tripitaka Tionghoa mempunyai implikasi yang luas terhadap penyebaran agama Buddha di seluruh lingkup budaya Asia Timur, termasuk Korea, Jepang, dan Vietnam. Buddhisme Han juga mengembangkan berbagai tradisi pemikiran dan praktik Buddhis yang unik, termasuk Buddhisme Tiantai, Huayan, Chan, dan Buddhisme Tanah Suci.

Sejak awal berdirinya, Buddhisme Han telah dipengaruhi tidak hanya oleh filsafat asli Tionghoa, khususnya Konfusianisme dan Taoisme, tetapi juga oleh berbagai kepercayaan tradisional Tionghoa.

Referensi

  1. ↑ Jiang Wu, "The Chinese Buddhist Canon" in The Wiley Blackwell Companion to East and Inner Asian Buddhism, hlm. 299, Wiley-Blackwell (2014).
  2. 1 2 Poceski, Mario. "Chinese Buddhism" in The Wiley-Blackwell Companion to Chinese Religions (pp. 197-218) edited Randall L. Nadeau. John Wiley & Sons, 2012.
  3. ↑ Chün-fang Yü (2020). Chinese Buddhism: A Thematic History, hlm. 29–70. University of Hawaii Press
  4. 1 2 Cook, Sarah (2017). The Battle for China's Spirit: Religious Revival, Repression, and Resistance under Xi Jinping. Diarsipkan 2021-08-08 di Wayback Machine. Freedom House Report. Rowman & Littlefield.
  5. ↑ "Six facts about Buddhism in China". Pew Research Center. 2023-09-21. Diakses tanggal 2023-09-21.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan