Beberapa atau seluruh referensi dari artikel ini mungkin tidak dapat dipercaya kebenarannya. Bantulah dengan memberikan referensi yang lebih baik atau dengan memeriksa apakah referensi telah memenuhi syarat sebagai referensi tepercaya. Referensi yang tidak benar dapat dihapus sewaktu-waktu. |
| Cap Go Meh 十五暝 | |
|---|---|
Cap Go Meh pada tahun 1880-an pada masa Hindia Belanda (litografi berdasarkan lukisan oleh Josias Cornelis Rappard) | |
| Nama resmi | Yuánxiāo jié (元宵節) / Shàngyuán jié |
| Dirayakan oleh | orang Tionghoa |
| Jenis | Kultural, Keagamaan |
| Makna | Menandai akhir dari perayaan Tahun Baru Imlek |
| Kegiatan | Menerbangkan lampion kertas; memakan ronde, lontong cap go meh |
| Tanggal | tanggal 15 bulan pertama penanggalan Imlek |
| Tahun 2026 | 3 Maret |
| Tahun 2027 | 20 Februari |
| Terkait dengan | Chotrul Duchen (di Tibet) Daeboreum (di Korea) Koshōgatsu (di Jepang) Magha Puja (di Thailand, Sri Lanka, Myanmar, Kamboja dan Laos) Tết Nguyên Tiêu (di Vietnam) |
| Cap Go Meh | |||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi tradisional: | 元宵節 | ||||||||||||||||||||||||||||
| Hanzi sederhana: | 元宵节 | ||||||||||||||||||||||||||||
| Makna harfiah: | "Festival Malam Puncak" | ||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Hokkian | |||||||||||||||||||||||||||||
| Hanzi tradisional: | 十五暝 / 上元 | ||||||||||||||||||||||||||||
| Makna literal: | "Malam ke-15" / "Purnama Pertama" | ||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||
| Bagian dari seri tentang |
| Kepercayaan tradisional Tionghoa |
|---|
| Budaya Tionghoa |
|
Konsep
|
|
Praktik |
|
Tradisi
|
|
Kelompok
|
|
Kepercayaan terkait |
Cap Go Meh (Hanzi:十五暝; Pe̍h-ōe-jī:Cha̍p-gō͘-mê), juga disebut sebagai Festival Lampion (Hanzi tradisional:元宵節; Hanzi sederhana:元宵节; Pinyin:Yuánxiāo jié), adalah akhir dari rangkaian perayaan tahun baru Imlek yang dilakukan tiap tanggal 15 pada bulan pertama penanggalan Tionghoa saat bulan purnama.[1] Perayaannya diawali dengan berdoa di kelenteng, kemudian dilanjutkan dengan iringan kenong dan simbal serta pertunjukan barongsai dan pertunjukan tradisional Tionghoa.[2][butuh sumber yang lebih baik]
Sejarah
Perayaan Cap Go Meh telah dilakukan sejak abad ke-7 Masehi pada masa Dinasti Han di Tiongkok, terutama saat migrasi masyarakat Tionghoa ke wilayah bagian selatan Tiongkok. Perayaan diadakan bersama oleh raja dan masyarakatnya pada malam tanggal ke-15 bulan pertama penanggalan Tionghoa. Para petani memasang lampion berwarna warni di sekeliling ladang untuk mengusir hama dan menakuti binatang-binatang perusak tanaman serta memperindah pemandangan. Selain itu, diadakan pertunjukan musik dan barongsai untuk memeriahkan perayaan. Setelah itu, Cap Go Meh kemudian diadakan secara turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa yang tersebar di seluruh dunia.[3][4]
Kegiatan
Cap Go Meh dilakukan dengan mengadakan parade dan arak-arakan di sepanjang jalan. Pada malam harinya, perayaaan dilanjutkan dengan mengadakan festival lampion.[5] Dalam perayaan Cap Go Meh, pertunjukan Barongsai merupakan lambang dari kepercayaan masyarakat Tionghoa.[6] Barongsai diyakini sebagai pertanda kesuksesan, keberuntungan dan pengusir hal-hal buruk.[7]
Festival lampion
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya. |
Galeri
- Perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat
- Perayaan Cap Go Meh di Tainan pada malam hari
- Perayaan Cap Go Meh di Pekanbaru, Riau
Referensi
- ↑ Tambunan, J.Br., Hutauruk, S., dan Pardede, Z.H.S. (Desember 2017). "Mitos Tradisi Perayaan Tahun Baru Imlek". Pantun: Jurnal Ilmiah Seni Budaya. 2 (2): 113.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) - ↑ Syam, N.K., Khuzai, R., dan Maftuh (2012). ""Imlek" sebagai Pranata Sosial bagi Kerukunan Intra dan Antaretnik Tionghoa di Kabupaten Garut". Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan PKM: Sosial, Ekonomi, dan Humaniora. 3 (1): 295. ISSN 2089-3590.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) - ↑ Raditya, Iswara N (20 Februari 2019). "Sejarah Perayaan Cap Go Meh: Dari Cina ke Indonesia". Tirto.id. Diakses tanggal 08 Februari 2021.
{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam:|access-date= - ↑ Basith dan Hengky 2017, hlm. 15.
- ↑ Fitriyani, Rina (2012). "Peranan Paguyuban Tionghoa Purbalingga dalam Pelestarian Tradisi Cap Go Meh". Komunitas. 4 (1): 79. doi:10.15294/komunitas.v4i1.2398.
- ↑ Andini, Batari Oja (November 2015). "Barongsai Cap Go Meh di Makassar: Sebuah Pemikiran tentang Tari, Ritual, dan Identitas". Jurnal Kajian Seni. 2 (1): 23.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Irwan (Juni 2019). "Pertunjukan Barongsai pada Cap Go Meh oleh Masyarakat Tionghoa di Kota Makassar". Walasuji. 10 (1): 3–4. doi:10.36869/wjsb.v10i1.34. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-05-07. Diakses tanggal 2020-09-09.
| Basis data pengawasan otoritas: Nasional |
|---|
