Sabtu, 26 September 2026
23:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Tatung

Tatung

praktik kemasukan arwah dalam budaya Tionghoa

250px-Stamp_of_Indonesia_-_2019_-_Colnect_869400_-_Cap_Go_Meh_Festival_Singkawang.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang Tatung dalam edisi perangko Perayaan Cap Go Meh di Singkawang
Bagian dari seri tentang
Kepercayaan tradisional Tionghoa
Penyesuaian gaya dari grafem 禄 lù atau 子 zǐ yang masing-masing berarti "kemakmuran", "memajukan", "kesejahteraan" serta "anak", "keturunan". 字 zì, yang berarti "kata" dan "simbol", merupakan kata yang berkerabat dengan 子 zǐ dan menggambarkan seorang "anak" yang dinaungi di bawah sebuah "atap". Simbol ini pada akhirnya merupakan representasi kutub langit utara (Běijí 北极) dan konstelasi yang berputar mengelilinginya, sehingga setara dengan simbol Eurasia swastika, 卍 wàn.
Budaya Tionghoa

Tatung (Hanzi:童乩; Pinyin:tóng jī) adalah sebuah serapan dari bahasa Tionghoa untuk orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur. Di mana raga atau tubuh orang tersebut dijadikan alat komunikasi atau perantara antara roh leluhur atau dewa tersebut. Dengan menggunakan Mantra dan Mudra tertentu roh dewa dipanggil ke altar kemudian akan memasuki raga orang tersebut.[1]

Sebutan lain sesuai budaya tiap daerah untuk Tatung adalah: tongji, jitong, tangki, khitang.[2] Yang artinya adalah orang yang diyakini telah dipilih oleh Shen (Dewa Tiongkok) atau roh tertentu sebagai wahana media duniawi untuk ekspresi ilahi. Orang Tiongkok membedakan wu "Shamanisme praktik dukun; penyembuh; medium roh" yang memperoleh kendali atas kekuatan di dunia roh dibandingkan dengan tongji yang tampaknya sepenuhnya berada di bawah kendali kekuatan di dunia roh. Istilah lain seperti lok-thung (落童), dikenal di Bangka Belitung.

Para Dewa atau roh leluhur biasa dipanggil dengan kepentingan tertentu, misalnya untuk melakukan kegiatan pengobatan atau meminta nasihat yang dipandang perlu. Kebanyakan para roh dewa dipanggil untuk kegiatan yang berhubungan kepercayaan Taoisme, antara lain pengobatan, pengusiran roh jahat, pembuatan Hu,dan lain-lain. Setelah kegiatan yang dilakukan selesai, roh akan meninggalkan tubuh orang tersebut.

Di Tiongkok, tradisi tatung sudah punah, sementara daerah-daerah di Indonesia yang masih memiliki tradisi ini adalah Kalimantan Barat dan Bangka Belitung.[3]

Referensi

Topik tentang Hakka
Daerah Hakka
Bahasa Hakka
Budaya Hakka dan Kesenian Hakka
Arsitektur Hakka
Agama dan kepercayaan Hakka
Media Hakka
Studi Hakka
Lain-lain
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya Tionghoa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan