Minggu, 18 Oktober 2026
14:25 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Tari Qilin

Tari Qilin

Bagikan:
250px-KotaKinabalu_Sabah_Gaya-Street-Sunday-Market-26.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tari Qilin di Sabah, Malaysia.

Tari Qilin adalah salah satu tari tradisional Hakka.[1][2] Mirip dengan barongsai, tetapi tari ini menampilkan topeng hewan mitologi unicorn (qilin).

Tari qilin lebih jarang terlihat dibandingkan barongsai, kebanyakan dimainkan di komunitas orang Tiongkok Selatan, seperti Konghu dan Hakka.

Awalnya tari ini dimainkan oleh anggota sekolah seni beladiri. Dasar menarikannya tidak serupa dengan barongsai. Dua orang berperan sebagai qilin, umumnya yang menguasai beladiri.

Menurut cerita rakyat, orang Hakka menghidupkan qilin dalam bentuk topeng dan kostum karena sulitnya untuk melukisnya ketika mereka sering berpindah-pindah tempat. Selanjutnya tari qilin tercipta dengan penambahan unsur seni beladiri Provinsi Jiangxi.[2] Tari qilin ditarikan sebagai perlambang pembawa keberuntungan pada banyak acara seperti tahun baru Imlek atau ritual eksorsisme.[1] Tari ini dilestarikan oleh pemerintah Tiongkok sebagai warisan budaya pada tahun 2009.

Pranala luar

Referensi

Topik tentang Hakka
Daerah Hakka
Bahasa Hakka
Budaya Hakka dan Kesenian Hakka
Arsitektur Hakka
Agama dan kepercayaan Hakka
Media Hakka
Studi Hakka
Lain-lain
40px-Flag-map_of_the_Greater_People%27s_Republic_of_China.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan