| Bagian dari seri mengenai |
| Buddhisme Han 汉传佛教 / 漢傳佛教 |
|---|
|
Tokoh utama |
|
Arsitektur |
| Bagian dari seri tentang |
| Kepercayaan tradisional Tionghoa |
|---|
| Budaya Tionghoa |
|
Konsep
|
|
Praktik |
|
Tradisi
|
|
Kelompok
|
|
Kepercayaan terkait |

Jìngxiāng (Hanzi:敬香), shàngxiāng (上香), bàishén (拜神), adalah sebuah ritual persembahan dupa yang biasanya disertai dengan teh dan/atau buah-buahan dalam agama tradisional Tionghoa. Dalam penghormatan leluhur dalam budaya Tionghoa praktik ini disebut 敬祖; jìngzǔ atau 拜祖; bàizǔ.[butuh rujukan] Ritual ini dilakukan oleh seorang penganut dengan memegang batang dupa menggunakan kedua tangan di depan altar selama pemujaan. Sebagai bentuk penghormatan atau devosi yang lebih besar, penganut akan berlutut dan membungkuk di depan altar saat dan setelah meletakkan dupa ke dalam wadah di altar.
Jingxiang dipraktikkan dalam kepercayaan tradisional Tionghoa, serta oleh para penganut aliran Taoisme, Buddhisme Tionghoa dan Konfusianisme. Ritual ini dianggap sangat penting ketika melakukan doa umum kepada salah satu dewa, memberi penghormatan kepada leluhur yang telah wafat sebagai bagian dari penghormatan harian dalam pemujaan leluhur Tionghoa, atau dalam perayaan Festival Qingming, Festival Zhong Yuan dan Festival Chongyang.[butuh rujukan]
Referensi
Pranala luar
Artikel bertopik budaya Tionghoa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
Artikel bertopik Taoisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |

