Sabtu, 07 November 2026
10:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Tiandihui

Tiandihui

Bagikan:
250px-%E5%8E%A6%E9%97%A8%E6%B4%AA%E9%97%A8%E8%85%B0%E7%89%8C.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Segel Hongmen, Amoy, abad ke-19.[1]
250px-%E4%B8%89%E5%90%88%E4%BC%9A%E8%85%B0%E7%89%8C.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Segel Hongmen, Guangdong abad ke-19.
Bagian dari seri tentang
Kepercayaan tradisional Tionghoa
Penyesuaian gaya dari grafem 禄 lù atau 子 zǐ yang masing-masing berarti "kemakmuran", "memajukan", "kesejahteraan" serta "anak", "keturunan". 字 zì, yang berarti "kata" dan "simbol", merupakan kata yang berkerabat dengan 子 zǐ dan menggambarkan seorang "anak" yang dinaungi di bawah sebuah "atap". Simbol ini pada akhirnya merupakan representasi kutub langit utara (Běijí 北极) dan konstelasi yang berputar mengelilinginya, sehingga setara dengan simbol Eurasia swastika, 卍 wàn.
Budaya Tionghoa

Tiandihui (天地會, "Paguyuban Langit dan Bumi") sering juga disebut Hongmen (洪門 / 洪门 "Keluarga Besar"), adalah organisasi persaudaraan Tiongkok dan secara historis merupakan perkumpulan rahasia sekte agama rakyat Tiongkok yang meniru Sekte Seroja Putih, loyalis dinasti Ming yang dianggap sebagai organisasi leluhur Tiandihui.[2] Karena menyebar ke berbagai county dan provinsi, Tiandihui memiliki banyak cabang dan kelompok serta dikenal dengan banyak nama, termasuk Sanhehui (Perhimpunan Tiga Harmoni). "Hongmen" yang ada saat ini kurang lebih identik dengan keseluruhan konsep "Tiandihui", meskipun nama "Hongmen" juga diklaim oleh beberapa kelompok kriminal, tetapi sekarang ini sudah bersifat murni sekuler.

Berdasarkan undang-undang Britania Raya yang berlaku di Hong Kong, semua perkumpulan rahasia Tiongkok secara kolektif dilihat sebagai ancaman kriminal dan didefinisikan sebagai "Triad", meskipun tidak semua anggota Hongmen seperti itu. Kata dan istilah "Triad" sebenarnya berasal dari "Perhimpunan Tiga Harmoni" (Sanhehui), yang saat ini maknanya telah menjadi sinonim dengan kejahatan terorganisir. Dengan warisan latar belakang seperti itu, Tiandihui menjadi kontroversial karena lebih dikenal sebagai Triad dan itu dilarang di Hong Kong.

Sarjana era Republik umumnya berpendapat bahwa Tiandihui didirikan oleh loyalis Ming di awal dinasti Qing untuk melawan invasi Manchu ke Tiongkok. Pada tahun 1964, sarjana Cai Shaoqing menerbitkan artikel bertajuk Tentang Asal Usul Tiandihui (關於天地會的起源問題), berdasarkan penelitiannya terhadap arsip Qing (sekarang dinamakan "Arsip Sejarah Utama") di Beijing. Dia menyimpulkan bahwa Tiandihui didirikan pada tahun 1761 dan akarnya terletak pada saling membantu ketimbang mengurusi politik nasional. Penafsirannya dikembangkan lebih lanjut oleh muridnya Qin Baoqi dan dikonfirmasi melalui penelitian independen oleh cendekiawan Taiwan, Zhuang Jifa.[3][4]

Pendiri Tiandihui adalah Ti Xi, Li Amin, Zhu Dingyuan dan Tao Yuan, semuanya berasal dari Zhangpu, Zhangzhou, Fujian, yang berbatasan dengan Guangdong.

Referensi

  1. ↑ Alexander Wylie: Secret Societies in China, in China Researches, p131, 1897 Shanghai, reprinted in USA by Nabu Public Domain Reprints
  2. ↑ Ownby (1995). sfnp error: tanpa target: CITEREFOwnby1995 (bantuan)
  3. ↑ Ownby & Heidhues (1993), hlm. 10. sfnp error: tanpa target: CITEREFOwnbyHeidhues1993 (bantuan)
  4. ↑ Murray & Qin (1994), hlm. 10. sfnp error: tanpa target: CITEREFMurrayQin1994 (bantuan)


40px-Flag-map_of_the_Greater_People%27s_Republic_of_China.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan